Zenga dengan Maradona, Best Friend Forever

Randy Wirayudha, Jurnalis · Senin 26 Desember 2011 03:03 WIB
https: img.okezone.com content 2011 12 26 51 547087 2bbWGHiyA9.jpg Foto: Walter Zenga (kiri) di masa jayanya ketika menahan serangan Argentina di Piala Dunia 1990/ Sky Sport

DUBAI – Kendati saat ini Walter Zenga dan Diego Maradona berstatus rival di Timur Tengah, tapi keduanya tetap satu dalam hangatnya persahabatan. Bermula dari saling puji di Piala Dunia 1990, persahabatan Zenga dan Maradona, tetap lestari sampai saat ini.

Maradona dan Zenga melatih dua klub berbeda, namun sama-sama berada di kawasan Timur Tengah.Maradona membesut Al Wasl (Uni Emirat Arab), sementara Zenga mantan portero numero uno Italia, kini mengarsiteki An Nasr yang berlaga di Liga Saudi Arabia.

Tapi di luar lapangan, keduanya tetap bersahabat baik. Zenga pun, meski tak bisa melupakan kekalahan di semifinal Piala Dunia 1990, berkat gol dari titik putih yang diciptakan Maradona, tetap saja tak ada halangan baginya untuk berjabat tangan usai pertandingan. Begini cerita Zenga tentang sahabatnya itu, seperti yang dikutip Gulf News, Senin (26/12/2011).

Saya dan Maradona bersahabat sejak lama; meskipun tim saya kalah, tapi saya tetap ingin mendatanginya dan berjabat tangan dengannya. Ini yang namanya respek. Di sini (Liga Qatar), para pelatih tak saling berjabat tangan dan selalu mengeluh bahwa itu bukan bagian dari sepakbola. Yang terpenting dalam hidup adalah rasa hormat. Anda bisa saja menjadi pelatih yang bagus dan pelatih yang buruk, tapi yang utama adalah respek,”.

Kami sempat saling ‘ngobrol’ sebelum pertandingan di Piala Dunia 1990 – bahwa apapun hasilnya, orang pertama yang akan saya sambangi dan berjabat tangan adalah dirinya. Maradona adalah kisah sepakbola. Sepakbola eksis sampai sekarang, itu karena Maradona,”.

Dalam perjalanan sempit hidup saya, yang saya bisa katakan adalah, saya memang tiga kali dinobatkan menjadi kiper terbaik dunia, tapi Diego adalah Diego dan anda tidak bisa untuk tidak respek terhadapnya. Beginilah diri saya yang selalu berusaha respek terhadap orang lain. Tapi saya tidak peduli jika orang lain tidak respek terhadap saya,” tuntas Zenga.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini