nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dalglish Kritisi FA

Rejdo Prahananda, Jurnalis · Jum'at 09 Desember 2011 05:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2011 12 09 45 539992 huIrkaPQ3L.jpg Foto: Kenny Dalglish (Foto:AP Photo)

LIVERPOOL - Kenny Dalglish mengaku kecewa dengan sikap Football Association (FA) yang dianggapnya tidak adil dalam memberikan kejelasan terhadap hukuman yang akan diterima oleh pemain.

Berkaca dari sikap mereka yang belum mengambil keputusan atas sanksi untuk Luis Suarez yang dianggap melakukan tindakan rasis kepada Patrice Evra dalam laga kontra Manchester United, Oktober silam ditambah tindakan kurang pantas saat Liverpool berhadapan dengan Fulham.

Dalglish menilai, sikap FA itu bertolak belakang dengan gerak cepat yang mereka lakukan untuk mengurangi hukuman Wayne Rooney di kancah Eropa menyusul tindakan indisplinernya dalam laga kontra Montenegro.

"Saya merasa agak aneh, FA yang seharusnya memberikan teladan untuk berbagai hal," ketus Dalglish dikutip The Sun, Jumat (9/12/11).

"Namun mereka naik banding terhadap larangan tiga pertandingan Rooney. Ini bukan seolah-olah tantangan 50-50 untuk dia (Rooney) dan saya tidak tahu bagaimana mereka melemahkan (hukuman) ini," sambung Dalglish.

"Ini berita besar bagi Inggris, tetapi saya tidak berpikir itu menetapkan preseden yang sangat baik untuk orang lain." ujarnya.

Sembilan pekan setelah tuduhan tindakan rasial Suarez, sampai saat ini pemain asal Uruguay tersebut masih belum mendapat kejelasan mengenai sanksi apa yang diterimanya dari FA. Bahkan Federasi sepakbola Inggris itu belum menetapkan waktu sidang untuk Suarez.

Buat Dalglish, hal tersebut membuatnya tidak bisa mengantisipasi skuad yang akan diturunkannya nanti, seandainya Suarez terkena sanksi.

"Faktanya, butuh sembilan pekan untuk mendapatkan keputusan tentang salah satu kasus adalah sedikit lelucon. Saya tidak berpikir, itu menolong kami dengan baik. Sirkus tentang dirinya itu, terutama disebabkan oleh hal tersebut," tutur Dalglish.

 

"Itu harus dilakukan lebih awal dibanding nanti dan kami harus bergerak maju," tuntasnya.

(edo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini