Tugas Berat Timo

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Sabtu 20 Agustus 2011 01:20 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 20 49 494125 D7HhlNn8Un.jpg Foto: Ist

MALANG - Musim depan mungkin bukan mimpi indah lagi bagi Pelatih Persema Malang Timo Scheunemann. Setelah membawa timnya bercokol di posisi runner up putaran pertama Liga Primer Indonesia (LPI), tugas Timo dipastikan lebih berat musim depan.

Bukan saja soal persaingan di kompetisi yang diprediksi bakal lebih keras, namun juga keterbatasan dana yang dimiliki klub berjulukan Laskar Ken Arok. Informasi yang diperoleh, Timo hanya memperoleh alokasi dana sangat terbatas untuk musim depan.

Padahal ia sudah terlanjur membuang hampir sebagian pemain yang dianggap tidak potensial selepas putaran pertama LPI silam. “Tak perlu saya sebutkan, tapi dana Persema sangat terbatas sehingga tak mungkin membeli pemain dengan harga mahal,” ucap sumber di internal Persema.

Sumber tersebut juga menambahkan, putusnya kontrak dengan Konsorsium LPI membuat Persema harus super irit. Timo sendiri menurutnya sudah memahami situasi keuangan klub dan rencananya bakal memakai lebih banyak pemain muda di tim utama.

Dengan kondisi itu pula, sejumlah pemain incaran Persema terpaksa gagal didatangkan ke Stadion Gajayana. “Situasinya sudah berubah setelah LPI tak lagi meneruskan kontraknya. Sekarang Persema harus benar-benar irit supaya klub tidak bangkrut,” tandasnya.

Manajemen menyadari keterbatasan belanja akan berimplikasi pada prestasi klub di kompetisi musim depan. Namun klub yang dulu milik Pemkot Malang tersebut tak mempunyai pilihan lain kecuali membatasi pengeluaran, termasuk gaji dan transfer pemain.

Sementara, Timo Scheunemann sendiri tak menampik dirinya bakal memakai banyak pemain muda yang dianggap potensial. Setidaknya ada 12 pemain yang bisa dikategorikan muda atau belum berstatus pemain senior. Sedangkan sisanya adalah pemain lawas yang masih terikat kontrak.

Sayang ia tak bersedia berkomentar soal kondisi finansial klub. Dikatakannya, “Persema mempunyai banyak pemain muda dan bisa dioptimalkan. Saya akan lebih banyak memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda. Soal pemain baru, saya belum bisa berkomentar.”

Manajemen Laskar Ken Arok sendiri tengah memperbarui kontrak dengan pemain setelah kontrak dengan LPI diputus. Jika musim sebelumnya perjanjian kontrak memunculkan pihak pemain dan Konsorsium LPI, maka di kontrak baru nanti dipegang klub.

CEO Persema Didied Poernawan mengakui saat asistensi klub di Surabaya silam, salah satu arahan adalah merombak klausul kontrak pemain. “Kontrak dengan konsorsium sudah tak berlaku. Kita sudah proses melakukan pembicaraan kontrak baru,” ungkap Didied.

Termasuk perombakan nilai kontrak? Didied enggan menyebut. Alasannya itu adalah ranah pemain dan klub dan tak harus dipublikasikan. “Yang pasti sejauh ini tak ada masalah dengan kontgrak baru. Pemain bisa memahami kondisinya,” tandasnya.

(edo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini