Transfer Lebih Sulit

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Minggu 14 Agustus 2011 05:29 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 14 49 491793 j0z74eiHrU.png Foto: Ist

MALANG - Pemberlakuan salary cap atau pembatasan gaji pemain memang belum disahkan PSSI. Namun efek dari keluarnya wacana tersebut dianggap bakal berpengarug besar pada proses transfer pemain untuk persiapan musim depan.

Pelatih Persema Malang Timo Scheunemann mengakui wacana pembatasan gaji akan menyulitkan dirinya dalam berburu pemain. Pembatasan itu justru membuat distribusi pemain lokal hanya terpusat di klub-klub yang memiliki modal besar.

"Sekarang sangat sulit mencari pemain, apalagi setelah ada wacana pemberlakuan salary cap. Klub-klub akhirnya saling berebut menawarkan fasilitas selain nominal kontrak. Itu memang salah satu langkah ketika klub tak mampu menggaji pemain dalam jumlah besar," ucap Timo.

Sulitnya melakukan transfer juga telah dirasakan Persema Malang. Hingga pertengahan Agustus ini, belum ada penambahan skuad secara resmi. Padahal setidaknya Laskar Ken Arok membutuhkan tambahan enam hingga tujuh pemain untuk melengkapi amunisi.

Setidaknya dua target Persema lolos, yakni Jean Michel dan Kenji Adachihara. Memang klub milik Pemkot Malang tersebut masih mengincar Matsunaga Shohei yang musim lalu berkostum Persib Bandung. Namun itu juga sulit karena banyaknya klub besar yang mengincar pemain itu.

Paling mendekati kenyataan adalah Ambassa yang telah menyatakan siap bernegosiasi dengan manajemen Persema. Selain itu, belum ada perkembangan berarti dalam transfer klub yang menjadi runner up kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), termasuk pemain lokal.

"Padahal target kita dalam Agustus ini tim sudah lengkap. Ternyata lebih sulit dari yang kita bayangkan. Tapi saya tetap optimistis tim akan siap pada waktunya dan tak akan mengganggu persiapan pra musim," tambah pelatih berwajah indo yang fasih berbahasa Jawa ini.

Empat hingga lima pemain lokal yang diincar Persema masih kabur karena menjadi rebutan tim papan atas. Ini buah dari kebijakan Laskar Ken Arok yang bermimpi mendatangan pemain berkelas timnas.

Sebut saja nama Ferdinand Sinaga, mantan Persiwa Wamena yang memutuskan bergabung Semen Padang. Juga ada Wahyu Wiji Astanto yang berkostum Persba Bantul sekaligus timnas. Dua nama lain ada milik klub tetangga, Ahmad Bustomi dan Zulkifli Syukur.

Timo menampik dirinya terlalu tinggi dalam menetapkan kriteria pemain yang bakal direkrutnya. Menurutnya Persema mempunyai kemampuan yang cukup untuk memboyong pemain kelas satu. "Sekarang ini tinggal bagaimana negosiasinya," tandas Timo.

(edo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini