Saleh: Persebaya Haram Bersatu

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Sabtu 30 Juli 2011 06:27 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 30 49 486081 gml9j1tFUv.jpg Saleh Mukadar. Foto: Rejdo Prahananda/Okezone.com

SURABAYA - Wacana merger klub untuk format kompetisi baru tampaknya tak berlaku di Surabaya. Baik Persebaya 1927 maupun Persebaya Divisi Utama tak ada tanda-tanda bakal bersatu walaupun sebenarnya berawal dari sisi historis yang sama.

 

Tim Persebaya 1927 yang lebih dominan, jika diukur dari dukungan supporter dan prestasi, menyatakan merger tak bakal terjadi. Komisaris Utama Persebaya 1927 Saleh Ismail Mukadar mengatakan ada sejumlah alasan yang menyebabkan merger tak mungkin terealisasi.

 

Alasan pertama adalah Persebaya Divisi Utama dianggap hanya mengada-ada karena baru dibentuk pada 2010 lalu oleh Ketua DPRD Surabaya Wisnu Wardhana. Kedua, Bonekmania tidak akan rela tim kesayangannya dimerger dengan tim Divisi Utama.

 

“Persebaya 1927 sudah menjadi tim profesional, sedangkan Persebaya yang lain (Divisi Utama) masih amatir dan malah tim jadi-jadian. Jadi saya memaklumi kalau Bonek tidak mau timnya digabung dengan tim lain. Saya pribadi juga tidak setuju,” kata Saleh kemarin petang.

 

Saleh sendiri mengakui merger klub adalah salah satu solusi terbaik jika PSSI menggabung Liga Primer Indonesia (LPI) dan Indonesia Super League (ISL). Namun dipaparkannya, itu kembali lagi pada klub yang bersangkutan. Jika berseberangan dengan kehendak supporter maupun manajemen, maka tak bisa dipaksakan.

 

Kalau memang terjadi merger, maka sudah sepatutnya tidak ada keberatan antara kedua belah pihak. Saleh menyadari sebuah tim mempunyai sisi historis yang mungkin agak sedikit terganggu jika sebuah klub digabungkan dengan klub lain tanpa ada kesepakatan.

 

Khusus Persebaya, Saleh mengatakan timnya yang paling keberatan jika terjadi merger. Kendati Wisnu Wardhana memakai nama Persebaya Surabaya yang mempunyai nilai historis tinggi, namun cikal bakal Persebaya 1927 tetaplah Persebaya Surabaya.

 

“Persebaya 1927 sekarang adalah Persebaya Surabaya yang memiliki sejarah panjang di sepakbola nasional. Sedangkan tim lain yang dibuat Wisnu adalah Persebaya baru yang dibentuk secara instant. Jadi kami tak khawatir soal sejarah, karena tetap milik kami,” tandas Saleh.

 

Sementara, kubu Persebaya Divisi Utama malah belum berpikir soal isu merger tim karena masih terbelit masalah pembayaran gaji pemain. Sekretaris Persebaya Divisi Utama Wastomi Suheri enggan menanggapi isu merger tersebut dan menyerahkan ke Wisnu Wardhana.

 

“Saya bahkan belum tahu apakah musim depan tim ini tetap berjalan. Semua keputusan ada di tangan Wisnu Wardhana. Masalah gaji pemain saja belum selesai,” katanya singkat. Sedangkan Wisnu sendiri semakin sulit dihubungi sejak mendapat ancaman gugatan dari pemain.

 

Persebaya Divisi Utama sendiri belum ada rencana untuk kompetisi musim depan. Selain masih bermasalah dengan pemain, Wisnu sendiri belum ada upaya atau persiapan untuk menghidupi timnya. Merekam perjalanan musim lalu, tim ini sudah kembang-kempis dengan banyaknya hutang yang menumpuk.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini