Fandi Eko Utomo, Titisan Sang Legenda

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Senin 25 Juli 2011 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 25 49 483771

SURABAYA - Turnamen Battle of The Fantastic Four yang dihelat pekan lalu, mungkin tak ubahnya pertandingan ujicoba. Namun jangan dikira pemain tampil setengah hati di event tersebut, seperti yang dirasakan Fandi Eko Utomo, striker Persebaya 1927.

 

Bagi pemain belia kelahiran 1991 ini, turnamen itu menjadi ajang menempa kemampuannya. Walau pun sebenarnya ia sudah berkalung gelar yang lebih bergengsi, yakni juara Indonesia Super League (ISL) U-21 bersama Persela Lamongan.

 

Ia juga menyabet predikat pemain terbaik di kompetisi tersebut. Namun rupanya itu belum menjadikan Fandi besar kepala. Ia merasa masih terlalu dini untuk berbangga diri, apalagi saat ini merupakan masa transisi saat dirinya akan menapak ke level senior.

 

"Saya senang sudah pernah juara dan jadi pemain terbaik. Tapi masih ada tantangan yang lebih besar, yakni masuk ke level senior. Saya tahu itu tahapan besar dan harus melalui proses yang tak mudah," katanya usai membawa Persebaya 1927 menjuarai Battle of The Fantastic Four.

 

Di turnamen tersebut, anak kandung legenda Persebaya Yusuf Ekodono ini cukup menyita perhatian penonton. Terutama kala menunjukkan permainan apiknya dan menggelontor Persibo Bojonegoro 3-0 di pertandingan kedua.

 

Satu gol, satu assist, serta mobilitas tinggi menjadi alasan pemain ini diminati sejumlah klub, termasuk Persebaya 1927 dan Persela Lamongan. Walau diminati dua klub profesional, Fandi ternyata masih mempertimbangkannya dengan cermat.

 

Ia percaya klub yang akan dipilihnya bakal berpengaruh terhadap karirnya di masa mendatang. "Sampai saat ini saya masih mempertimbangkan akan bermain di klub mana. Yang pasti saya ingin mendapat kesempatan lebih besar di tim senior," akunya.

 

Ia juga meminta advice dari sang ayah dalam menentukan karirnya. Pemilik tinggi badan 170 cm ini sangat yakin ayahnya sudah sangat paham dunia sepakbola, sehingga bisa menjadi guru sekaligus penasehat yang baik.

 

Asisten Pelatih Persebaya 1927 Ibnu Grahan juga merekomendasikan pemain ini agar direkrut secara permanen. Ibnu yakin Fandi mempunyai potensi menjadi pemain besar jika mendapat arahan bimbingan, dan kesempatan yang memadai.

 

"Dia salah satu talenta terbaik di tim internal Persebaya 1927. Sebuah kerugian besar jika klub ini tidak mengontraknya secara permanen. Apalagi si pemain juga senang berlatih dan bermain di sini. Saya yakin dengan bimbingan yang benar, dia akan menjadi pemain besar," demikian kekaguman Ibnu Grahan.

 

Mentalitas dan kerja keras, menurut Ibnu menjadikan sosok Fandi termasuk langka di antara talenta muda sekarang. Terlepas dari ayahnya yang juga seorang pesepakbola besar, pemain yang juga bisa berposisi gelandang serang itu juga dinilainya mempunyai kecerdasan yang memadai.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini