Persebaya Tekuk Persibo

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Kamis 21 Juli 2011 21:24 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 21 49 482761

SURABAYA - Persebaya 1927 tampaknya tidak mau menuai malu lagi di pertandingan kedua Battle of The Fantastic Four, tadi malam. Di hadapan Bonekmania, Bajul Ijo sukses menekuk Persibo Bojonegoro dengan skor mewah 3-0 (1-0).

Arif Ariyanto memborong dua gol tuan rumah pada menit 19 dan 65. Striker muda Fandi Eko Utomo melengkapi kemenangan tuan rumah dengan gol apiknya. Kemenangan ini membuka kans Persebaya 1927 untuk menjuarai turnamen empat tim tersebut.

Syaratnya, Persebaya harus menang atas Persema Malang di laga terakhir. Jika mampu menggaet poin sempurna di laga Sabtu nanti, maka siapa yang bakal menjuarai turnamen bakal ditentukan produktifitas gol.

Asisten Pelatih Persebaya 1927 Ibnu Grahan yang menurunkan sebagian besar pemain muda, jauh lebih trengginas dibanding Laskar Angling Dharma. Sebenarnya kualitas Rendi Irawan dkk tak berbeda dengan saat dikalahkan Bali DEvata di laga pertama lalu.

Hanya saja kualitas lawa yang membedakan. Persibo tampil buruk, terutama di sektor pertahanan dan penjaga gawang. Itu diperparah dengan lemahnya finishing, hingga sejumlah peluang gagal dioptimalkan.

"Dari kualitas permainan sebenarnya belum begitu bagus. Namun anak-anak menunjukkan semangat luar biasa. Mereka tidak mau kalah lagi seperti di pertandingan sebelumnya. Jadi menurut saya ini hasil yang bagus untuk pemain muda," kata Ibnu Grahan selepas laga.

Secara umum, Persebaya 1927 jauh lebih bagus dibanding lawan. Ketenangan sekaligus kesabaran dalam menyusun permainan menjadi kunci utama, selain semangat juang tinggi di depan Bonekmania. Permainan Arif Ariyanto juga menjadi perhatian tersendiri.

Mengganti peran Andik Vermansyah yang cedera, ia menjadi momok pertahanan tim asuhan Sartono Anwar. Kolaborasi Arif, Taufik, Rendi Irawan, serta Fandi Eko Utomo berjalan mendekati sempurna. Nyaris tak terlihat kesan canggung walau mereka adalah pemain-pemain belia.

Yang terpenting adalah mereka paham benar bagaimana menaklukkan buruknya komunikasi di pertahanan Persibo. Laga tersebut sekaligus menjadi pembelajaran bagi Persibo soal sejauh mana kekuatan lokal mereka dibanding tim Liga Primer Indonesia (LPI) Jawa Timur lainnya.

Pelatih Sartono Anwar sendiri tak banyak bicara soal kekalahan timnya di laga kedua tadi malam. Ia hanya mengatakan timnya mengalami penurunan karena harus menerapkan sistem rotasi. "Lawan bermain lebih baik, sedangkan kita tidak tampil maksimal," cetusnya.

(msy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini