Kontrol Harga Pemain

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Kamis 21 Juli 2011 01:53 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 21 49 482299 DXdQJYC6cK.jpg Logo LPI (Foto: ist)

SURABAYA - Harga pemain asing yang semakin melonjak tiap musimnya, menjadi keluhan Pelatih Persema Timo Scheunemann. Menurutnya paling realistis harga kontrak pemain impor per musimnya adalah Rp1 miliar.

Harga pemain menurutnya harus disesuaikan dengan pemasukan klub. Sedangkan di Indonesia sendiri tiap klub tidak sama dalam nominal penggalian dana. Jika harga pemain asing tak terkontrol, maka tim dengan pemasukan kecil bakal menjadi korban.

"Harga pemain asing tidak rasional jika di atas Rp1 miliar. Pemain lokal pun juga harus dikontrol. Kalau tim diproyeksikan mandiri, maka harga pemain juga harus diperhitungkan. Sebab tak mungkin klub belanja pemain dengan harga tinggi kalau kemampuan terbatas," katanya di Surabaya.

Ia mencontohkan Persema Malang yang tengah bernegosiasi dengan Jean Michael, pemain yang kini tampil di Liga China. Timo masih enggan memboyong pemain itu karena harga yang dipatok terlalu mahal, yakni di atas Rp1 miliar per musim.

Karena itulah dia masih mempertimbangkan opsi lain, walau sebenarnya Jean adalah pemain yang sangat diinginkan untuk putaran kedua LPI nanti. "Saya tak ingin memberatkan Persema, karena kontrak saya sendiri tak terlalu mahal," imbuh pelatih berdarah Jerman ini.

Dalam kesempatan itu Timo juga mematahkan spekulasi soal masa depan Irfan Bachdim yang disebut-sebut bakal hengkang dari Malang. Sejumlah klub besar telah menyatakan ketertarikannya memboyong pemain hasil naturalisasi itu. Namun sang pelatih memastikan strikernya tetap di Persema.

Timo mengakui Irfan banjir tawaran setelah selesainya putaran pertama Liga Primer Indonesia. Selain mempunyai kualitas di lapangan, Irfan juga mempunyai daya tarik di luar dunia sepakbola sehingga bisa mendongkrak popularitas klub.

"Irfan minggu lalu sudah mengatakan ke saya bahwa dia tetap bertahan di Persema hingga kontraknya selesai. Beberapa klub sudah menyatakan keinginan untuk mentansfer dia, tapi untuk sementara ini belum ada yang membuat Irfan tertarik," ujar Timo.

Soal rencana untuk putaran kedua LPI, Timo hanya akan merekrut satu pemain asing menyusul aturan hanya tiga pemain yang diperbolehkan. Soal posisi, dipastikan Laskar Ken Arok bakal memboyong seorang penyerang.

Ini berarti posisi Ngon Mamoun sebagai gelandang bakal dipatenkan, mengingat musim lalu ia berposisi sebagai striker. Dengan demikian pemain asing bakal merata di libi belakang (Seme Patrick), tengah (Ngon Mamoun), serta pemain yang nanti ditransfer.

"Persema juga tak akan melakukan seleksi. Setelah kita pertimbangkan, seleksi ternyata tidak akan efektif. Kita akan merekrut langsung pemain dari klub ISL (Indonesia Super League) maupun Divisi Utama. Incaran sudah ada," tandasnya.

(seb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini