Persebaya 1927 Takluk

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Selasa 19 Juli 2011 20:59 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 19 49 481809 izKAO9oMaT.jpg

SURABAYA - Persebaya 1927 dipaksa menyerah di tangan Bali Devata pada pertandingan Battle of The Fantastic Four di Gelora 10 November, Selasa (19/7/2011) malam. Satu gol hasil tandukan Ilija Spasojevic di menit 50 sudah cukup untuk mempermalukan tuan rumah.

Kemenangan 1-0 cukup mengejutkan 5000 Bonekmania yang mendukung langsung tim kesayangannya. Faktor persiapan jelang turnamen yang sangat mepet, tampaknya menjadi kendala besar bagi Andik Vermansyah dkk.

Pelatih Persebaya 1927 Aji Santoso mengakui permainan timnya sangat jauh dari harapan. Gencar di menit-menit awal, pasukan Bajul Ijo selanjutnya kehabisan napas dan tak mampu mengimbangi permainan Bali Devata yang pernah mengalahkan Persebaya 1927 2-1 di putaran pertama LPI.

"Kondisi pemain belum sepenuhnya mapan. Saya tidak bisa berharap banyak dengan kondisi yang demikian. Bali Devata lebih efektif karena mereka bisa menurunkan semua pemain asingnya," tutur Asisten Pelatih Persebaya 1927 Ibnu Grahan.

Pada laga itu, Persebaya tak didampingi pelatih Aji Santoso yang sedang berada di Jakarta. Persebaya sendiri menganggap pertandingan tersebut sebagai latihan fisik setelah lama libur.

Di kubu Bali Devata, arsitek Petar Segri mengacungi jempol tim asuhannya walau hanya menang tipis satu gol. Ia sebelumnya sudah memprediksi pertandingan bakal berat karena tuan rumah adalah tim bagus walau minim persiapan.

"Persebaya tim bagus, punya supporter yang brilian dan kami senang menghadapi tim seperti ini. Kami datang ingin bermain sebaik-baiknya dan pemain telah menunjukkan itu. Kita memang mencoba bermain simpel tapi efektif," kata Petar.

Di hadapan sekitar 5000 Bonekmania, Persebaya 1927 menampilkan permainan lebih rancak dibanding Bali Devata. Dari skema permainan maupun ketenangan, terlihat jelas tuan rumah lebih matang dibanding sang tamu.

Andik Vermansyah menjadi sosok sentral bagi Bajul Ijo karena determinasi dan skill yang menawan dalam memporakporandakan pertahanan lawan. Hanya ketidakberuntungan saja yang membuat pemain mungil itu tak bisa menjaringkan bola di awal pertandingan.

Bali Devata sendiri bermain terlalu jauh, sehingga bola sulit mencapai Ilija Spasojevic yang berfungsi sebagai target man. Skor 0-0 hingga babak pertama usai sebenarnya kurang mewakili permainan agresif Persebaya 1927.

Kondisi fisik tampaknya menjadi masalah bagi tuan rumah. Di babak kedua, permainan anak asuh Aji Santoso menurun drastis. Itu dibayar mahal dengan gol Ilija Spasojevic menit 50 via tandukan yang membelokkan umpan gelandang Korsel Jun Hee Bok.

Persebaya sendiri bukannya tanpa peluang. Beberapa kali Andik Vermansyah mengancam gawang Komang Arya, namun tak pernah menemui sasaran. Permainan apik Komang membuat pemain depan Bajul Ijo frustrasi.

Susunan pemain:

Persebaya 1927:

Endra Prasetya (gk), Mat Halil, Khusnul Yuli, Johan Ibo, Fastabiqul K, Taufiq, Lucky Wahyu, Rendi Irawan, Arief Ariantp, Andik Vermansyah, Made Wirahadi. 

Bali Devata :

Komang Arya (gk), Ketut Mahendra, Nengah Sulendra, Sun Hee Bok, Bosco Cabral, Gede Wiliantara, Raphael Maitimo, Mulky Alifa, Ilija Spasojevic, Made Aryadana, Edy Supriono.

(far)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini