nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saleh Konsentrasi Ke Klub

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Sabtu 16 Juli 2011 01:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2011 07 16 49 480480

SURABAYA - Setelah Djohar Arifin Husin terpilih sebagai Ketua Umum PSSI, Saleh Ismail Mukadar disebut-sebut bakal menduduki posisi penting. Namun nyatanya hingga kini Saleh belum mendapatkan kepercayaan untuk duduk dalam kepengurusan PSSI yang baru.

Saleh sempat disebut-sebut menjadi kandidat kuat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI. Bos Persebaya 1927 tersebut juga telah mengatakan siap dan bersedia menanggalkan jabatannya sebagai anggota DPRD Jawa Timur. Tapi nyatanya posisi Sekjen PSSI tak diberikan kepadanya.

“Bagi saya posisi di PSSI tidak penting. Kalau ada orang yang lebih mampu mengemban tugas, kenapa kita harus ngotot. Kalau saya diberi kepercayaan, ya saya lakukan sebaik-baiknya. Kalau tidak, berarti ada orang lain yang lebih mumpuni,” kata Saleh kemarin.

Baginya, yang terpenting adalah tetap bisa berjuang untuk kemajuan sepakbola Indonesia. Ia mengaku sudah sangat bersyukur karena pada akhirnya benar-benar terjadi perubahan di tubuh PSSI yang sekian lama tak pernah mengalami kemajuan.

Jika tak mendapatkan kepercayaan di PSSI, maka Saleh bakal meneruskan karirnya sebagai wakil rakyat. Sekaligus, berkonsentrasi menangani tim Persebaya 1927 yang berlaga di Liga Primer Indonesia. Toh, baginya, tak menjadi pengurus PSSI bukan berarti tak bisa menyumbangkan pemikiran di sepakbola.

Ia juga menilai menjadi pengurus PSSI bakal kurang etis dengan posisinya sebagai komisaris di Persebaya 1927. Dirinya tak mau posisinya dijadikan kambing hitam jika suatu saat klubnya meraih prestasi, seperti yang santer terdengar di masa kekuasaan Nurdin Halid.

“Kasihan Bonek kalau diolok-olok supporter karena dianggap juara dengan campur tangan pengurus di PSSI. Kalau risikonya begitu, lebih baik saya tak menjadi apa-apa, baik executive committee (Exco), Sekjen, atau BLI,” tambahnya.

Saleh selama ini sebagat penentang sejati status quo era Nurdin Halid. Pria yang menjabar Komisaris Utama Persebaya 1927 ini selalu berseberangan dengan pengurus PSSI saat itu, yang klimaksnya membawa Persebaya 1927 ke kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI).

Lantas, bagaimana kelanjutan LPI sendiri? Ia mengatakan putaran kedua LPI sejauh ini masih sesuai rencana dan bakal digulirkan selepas Hari Raya Idul Fitri nanti. Namun ia tak menampik PSSI masih menggodok kemungkinan menyatukan kompetisi ISL dan LPI.

Jika digabungkan, ia menilai sejumlah klub lebih baik di-merger agar lebih efisien. Sebab di satu daerah ada lebih dari satu klub, misalnya Medan Chiefs dengan Bintang Medan atau persipura dengan Cenderawasih Papua. Namun merger tim harus proporsional dan butuh persiapan.

Bagaimana dengan Persebaya 1927 dan Persebaya Divisi Utama? “Kalau itu tak mungkin di-merger karena hanya Perserbaya 1927 yang legal. Sedangkan persebaya yang satunya itu hanya mengada-ada. Yang di-merger hanya antara dua tim yang benar-benar legal,” cetusnya.

(msy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini