Solo, Kota Bersejarah buat PSSI

Achmad Firdaus, Jurnalis · Minggu 10 Juli 2011 01:38 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 10 51 477966 y39zZUhxcw.jpg Agum Gumelar (Foto: Daylife)

SOLO - Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar sumringah Kongres Luar Biasa PSSI akhirnya berjalan sukses di Solo, Kota yang disebutnya sebagai kota bersejarah buat PSSI.

Butuh waktu tiga kali kongres bagi PSSI untuk mengurai benang kusut organisasi sepakbola, pascalengsernya rezim Nurdin Halid. Setelah dua kali kongres gagal di Pekanbaru dan Jakarta, Kongres Luar Biasa akhirnya rampung di Solo, Sabtu (9/7/2011) malam.

Hajatan besar sepakbola di Solo kali ini memang bisa dibilang sukses besar, selain semaraknya sejumlah agenda di luar agenda kongres, seperti Kirab, pementasan wayang kulit hingga kehadiran putra-putri Solo yang terbukti cukup sukses membuat jalannya kongres lebih kondusif, jalanya kongres juga cukup lancar mulai dari pembukaan pukul 10:00 hingga 20:00 malam.

Maka dari itu, Agum pun merasa perlu mengucapkan terima kasih kepada Walikota Solo, Joko Widodo, Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo dan seluruh masyarakat Solo yang turut aktif dalam membantu kelancaran jalannya kongreslub.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak Walikota, Wakil Walikota dan seluruh masyarakat Solo atas sambutannya yang meriah," ujarnya.

"Sekali lagi, Kota Solo kembali menorehkan sejarah. PSSI didirikan di Kota Solo, Kongres pertama PSSI juga di sini dan sekarang Kongres Luar Biasa PSSI pertama juga berhasil di Kota Solo," sambungnya.

Tak lupa, Agum juga memberikan apresiasinya kepada seluruh elemen suporter yang datang ke Solo dan bersatu untuk mendukung suksesnya Kongres.

"Ucapan terima kasih juga saya alamatkan kepada seluruh suporter di Indonesia, terutama mereka yang telah datang ke Kota Solo, untuk memberikan support kepada kita semua agar supaya kongres ini bisa berjalan dengan baik. Terima kasih kepada Bonek, Aremania, Panser Biru, Jackmania, Viking, kepada tentunya Pasoepati dan semua suporter yang ada di Indonesia. Bersatulah wahai suporter Indonesia," pungkas Agum mengakhiri pidato.

(seb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini