nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dilema, 'Macan Putih' Hijrah ke LPI?

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Jum'at 08 Juli 2011 02:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2011 07 08 49 477293

KEDIRI - Masa depan klub Persik Kediri semakin tidak jelas. Setelah musim lalu terjerumus ke lembah degradasi, kini tim berjuluk Macan Putih kelimpungan setelah pemerintah melarang penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembiayaan klub.

Klub yang mengoleksi dua trofi juara tersebut kini berpikir keras untuk tetap menjaga eksistensi klub. Rencana membelah tim dijadikan opsi untuk menyiasati kondisi tersebut, yakni menempatkan satu tim di Divisi Utama dan lainnya di Liga Primer Indonesia (LPI).

Libido Persik untuk masuk ke LPI tak tertahankan melihat fakta klub ini mulai kesulitan keuangan. Apalagi semusim di Divisi Utama tak membuahkan hasil setelah tim asuhan Jaya Hartono gagal promosi kembali ke Indonesia Super League (ISL).

"Konsep itu paling masuk akal jika kita ingin Persik tetap bertahan. Kita kesulitan jika mendanai Persik Kediri tanpa ada bantuan APBD. Jadi pilihan masuk ke LPI adalah langkah yang realistis jika melihat kondisi sekarang," kata Ketua Umum Persik Samsul Ashar, Kamis (7/7/2011).

Persoalannya, jika memecah tim, persoalan dana tetap menjadi problem bagi Persik yang berlaga di Divisi Utama. Samsul pun hanya berharap PSSI mempunyai solusi untuk mengatasi masalah ini, sedangkan untuk menghidupi klub dari sponsor juga masih sulit karena hanya berlaga di Divisi Utama.

Sayang, dirinya tak menjelaskan alasan Persik tak sepenuhnya beralih ke LPI. Padahal memecah tim bukanlah satu-satunya solusi karena tim ungu tetap harus bekerja keras menghidupi tim yang berada di Divisi Utama.

Menurut sumber di internal Persik, keputusan memecah tim didasarkan kekhawatiran sanksi dari PSSI. Persik tak ingin mendapatkan sanksi jika sepenuhnya beralih ke LPI seperti yang telah dialami Persema Malang dan Persibo Bojonegoro.

"Paling tidak masih ada tim yang berlaga di bawah kompetisi PSSI, yakni Divisi Utama, walaupun di sisi lain Persik bertanding di LPI. Padahal memecah tim akan berpotensi mendatangkan reaksi keras dari Persikmania (supporter Persik Kediri)," kata sumber internal di Persik.

Ia mengakui, Persik dalam dilema besar sekarang ini. Jika tak ikut LPI, maka risikonya klub akan kekurangan dana dan bisa semakin merosot prestasinya. Sementara di sisi lain, tim yang juara Divisi Utama pada 2003 dan 2006 ini takut mendapatkan sanksi dari PSSI.

Sebenarnya sejak musim lalu, Persik sudah goyah di sisi finansial yang berimbas pada melemahnya kekuatan belanja pemain. Jaya Hartono hanya mampu menambal timnya dengan mayoritas pemain lokal yang minim pengalaman. Impian kembali ke ISL pun berantakan.

Malah santer terdengar kabar Jaya Hartono bakal meninggalkan Persik karena ketidakmampuan klub dalam pendanaan. Rumor yang berkembang di Kediri, Jaya merasa tak mampu mengangkat prestasi klub dengan modal yang sangat minim.

(far)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini