nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saling Buru Legalitas di Arema

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Jum'at 24 Juni 2011 03:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2011 06 24 49 472081 UuUz649QKP.jpg Foto: Selebrasi para pemain Arema/Koran SI

MALANG - Dua kubu yang bersengketa di Arema FC kini saling memburu legalitas. Kubu Eddy Rumpoko dan M Nur telah mendatangi kantor notaris untuk mematenkan posisi Eddy sebagai Pembina Yayasan Arema. Demikian pula kubu Rendra Kresna-Bambang Winarno.

Informasi yang masuk ke redaksi, kubu Eddy-Nur telah mendatangi salah satu notaris ternama di Malang, yakni Benedictus Bosu. Sedangkan hingga saat ini kubu Rendra-Bambang juga masih dalam proses di notaris untuk melegalkan posisi Rendra Kresna dan Iwan Kurniawan sebagai pembina.

Sumber di internal Arema mengungkapkan, kedua kubu hingga kini sama-sama belum mengantongi 'paten' dari notaris. "Notaris tentunya juga berpikir bahwa masih ada sengketa di Arema. Jadi agak susah membuat produk hukum," ujar sumber tersebut.

Kubu Eddy Rumpoko melalui Andi Darussalam Tabusala menegaskan akta notaris tak lama lagi akan keluar. "Tidak ada masalah. Kita sudah mendatangi notaris dan akan membuat surat terkait kepengurusan di Arema. Susunan pengurus juga tak ada masalah," ujar pria yang disapa ADS saat dihubungi.

Berdasar informasi dari ADS, nantinya pembina yayasan dipegang Eddy Rumpoko dan Lucky Adrianda Zaenal. Sedangkan M Nur yang dulunya ketua yayasan, bakal beralih ke posisi direktur.  Rencananya tokok PSSI Togar Manahan Nero juga masuk ke tubuh Arema.

Sementara, kubu Rendra-Bambang masih belum rela manajemen Singo Edan beralih begitu saja. Bambang Winarno masih tetap menganggap penunjukkan Eddy Rumpoko sebagai Pembina Yayasan Arema tak sesuai aturan yang ada.

"Keputusan itu tetap ilegal dan dibuat-buat. Seharusnya pembina ditunjuk pengawas," cetus Bambang yang berposisi sebagai Pengawas Yayasan Arema. Sedangkan penunjukan Eddy Rumpoko memakai dalih posisi pengawas sedang kosong.

Kini sengketa di Arema pun semakin jelas dan diprediksi bakal kian meruncing setelah Rendra Kresna pulang dari ibadah umrah. Rendra dan Bambang menjadi pihak yang tersingkir setelah M Nur dan Eddy Rumpoko berkolaborasi menguasai manajemen Arema.

Jika kubu Rendra-Bambang tetap berupaya mempertahankan posisinya, maka persoalan bisa berlarut apalagi pertarungan berpotensi melebar ke jalur hukum. Rendra Kresna yang bupati Malang juga kadung merogoh kocek pribadi untuk melunasi tanggungan gaji pemain.

(acf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini