Klub Tak Risaukan Nasib LPI

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2011 03:05 WIB
https: img.okezone.com content 2011 06 23 49 471598 ySYnwrMyqi.jpg Foto: Ist

BOJONEGORO - Masih simpang siurnya putaran kedua Liga Primer Indonesia (LPI) tak membuat klub patah semangat. Beberapa klub tetap menyatakan keseriusan mempertahankan keseimbangan tim, terlepas bagaimana kelanjutan kompetisi.

 

Persibo Bojonegoro salah satunya. Tim dengan julukan Laskar Angling Dharma tersebut mengaku tak risau dengan nasib LPI selanjutnya. Tim ini tetap memprioritaskan perbaikan kekuatan untuk menyambut kompetisi selanjutnya.

 

"Lanjut atau tidak sama sekali tak ada pengaruhnya. Sebab pastinya ada solusi bagaimana format kompetisi nanti. Kita tetap berjalan sesuai rencana dan menjalankan tim secara normal," tutur Ketua Umum Persibo Taufik Risnendar dihubungi kemarin.

 

Jelan berakhirnya putaran pertama LPI, Persibo sempat merekrut Luciano Leandro yang mendampingi pelatih lama Sartono Anwar. Bahkan hingga kini Luciano masih tetap berburu pemain ke Brasil untuk menambal kekuatan tim oranye.

 

Taufik pun meminta pemain tak patah semangat dengan kabar LPI putaran kedua bakal urung digelar. Dirinya meyakinkan bahwa Persibo tetap akan mengikuti kompetisi apa pun formatnya nanti.

 

Hal senada juga disampaikan Pelatih Persebaya 1927 Aji Santoso. Aji mengatakan tak ada perubahan besar pada timnya walau dirinya yakin putaran kedua LPI tak akan berlangsung. Aji pula yang pertama melontarkan bahwa putaran kedua tak akan pernah ada.

 

"Mungkin kompetisi akan berubah. Tapi tim kan tidak berubah dan harus tetap siap dengan kondisi apa pun. Program latihan maupun ujicoba akan tetap kita jalankan. Tak ada perubahan sama sekali," kata pelatih yang menyebut Persebaya 1927 sudah menjadi juara LPI.

 

Aji sendiri tak terlalu risau dengan kemungkinan berubahnya format kompetisi. Dia menyatakan Bajul Ijo siap mengarungi kompetisi dalam bentuk apa pun. Ia merasa kekuatan timnya sudah teruji dan tak ada yang patut dikhawatirkan.

 

Terpisah, salah satu penggagas LPI Saleh Ismail Mukadar menuturkan, nasib LPI nantinya akan ditentukan dalam Kongres PSSI. LPI sendiri menginginkan kompetisi dilebur dengan Indonesia Super League (ISL) tapi tetap menggunakan sistem yang dijalankan LPI.

 

"Kalau Komite Normalisasi melebur LPI dengan ISL, maka kompetisi LPI putaran kedua jelas akan berubah. Tapi kalau LPI tetap tidak diakomodir, ya berarti putaran kedua jalan terus sesuai program sebelumnya," jelas Saleh.

 

LPI sendiri tetap bersikukuh agar ISL nantinya menganut sistem yang dijalankan LPI. Sistem paling mendasar adalah membersihkan klub dari APBD serta pembagian hak siar sesuai aturan yang ada. Selain itu juga memperbaiki mutu pertandingan, terutama faktor wasit.

 

Pembebasan klub dari APBD, menurut Saleh menjadi agenda terpenting bagi semua klub profesional. "Klub harus mulai mandiri. Apalagi sekarang ada aturan dari Menteri Dalam Negeri yang tak memperbolehkan APBD. Ini sistem yang dijalankan LPI," tandasnya.

(wei)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini