nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Persebaya 1927 vs Persema, Perang Sentimen

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Sabtu 14 Mei 2011 03:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2011 05 13 49 457010 vD0mdetySO.jpg Foto: Dok. Okezone

MALANG - Perseteruan Persebaya 1927 versus Persema Malang, Minggu (15/5/2011), bakal membangkitkan sentimen lama Surabaya-Malang. Ketika tidak lagi searena dengan Arema FC, supporter Persebaya 1927 Bonekmania bakal melampiaskan sentimen mereka ke Persema Malang, tim sekota Arema.

Perseteruan Malang-Surabaya memang tak pernah padam. Bahkan saat Persebaya 1927 dengan Arema FC tak sekompetisi, rivalitas tak kunjung padam. Malah sentimen bukan lagi terbatas pada pendukung klub, tapi merembet ke aspek kedaerahan.

Nah, Persema yang menjadi seteru kali ini diprediksi tak luput dari ‘serbuan’ Bonekmania di Gelora 10 November. Kubu Laskar Ken Arok, julukan Persema, juga menyadari hal ini dan terlihat tak mempermasalahkan meledaknya sentimen lama tersebut.

“Malang dan Surabaya selalu bersaing kalau bicara sepakbola. Kebetulan sekarang Persema yang harus menghadapi Persebaya. Saya yakin sentimen itu masih ada dan Bonekmania akan memberikan tekanan luar biasa untuk tim ini,” papar Timo Scheunemann, sang juru taktik Persema Malang.

Timo mengaku timnya siap menghadapi tekanan tersebut sejauh masih dalam batas sportifitas. Ia menginginkan pertandingan berjalan fair dan lancar, baik di dalam maupun di luar lapangan. Maklum, persaingan Persema-Persebaya memanas karena kebetulan posisinya saling berebut puncak klasemen.

Pelatih berdarah Jerman ini pun mendeklarasikan timnya bakal tampil layaknya laga final di Tambaksari besok. “Masih ada pertandingan home di putaran kedua nanti. Tapi ini sangat penting dan boleh dianggap setara dengan pertandingan final,” lanjutnya.

Menyadari timnya bakal sulit sulit mengungguli agresifitas Andik Vermansyah dan kawan-kawan, Timo masih mentolerir hasil seri. Satu poin di kandang tim dengan domain supporter terbesar di pentas LPI menurutnya hasil yang sangat wajar.

Sudah memikul beban bermain di hadapan Bonekmania, Timo tak ingin menambahi beban dengan mematok target terlalu muluk. “Kita ingin bermain lepas dan tidak tertekan. Jadi tim harus terlepas dari beban berat, karena di lapangan nanti mereka sudah mendapatkan tekanan,” tandasnya.

Sementara, kapten tim Persema Bima Sakti mengakui Persema bakal membutuhkan kerja keras mengimbangi permainan Persebaya. Mengamati perkembangan Persebaya sejauh ini, menurutnya tim asuhan Aji Santoso bagus dalam menyerang maupun bertahan.

“Saya menilai kekuatan nanti setara dan kedua tim akan bekerja lebih keras. Persebaya mempunyai kekuatan yang merata dan sulit diantisipasi tim tamu. Tapi kita juga sudah menunjukkan mempunyai kualitas. Tanpa Irfan (Bachdim) pun saya yakin Persema masih tetap tangguh,” tutur sang kapten.

Hilangnya Irfan Bachdim yang terkena sanksi kartu merah bakal memaksa Timo membuat skenario baru. Yakni menduetkan Reza Mustofa dengan Han Sang Min. Duet ini pernah memberikan kontribusi sangat positif ketika Persema kehilangan Irfan Bachdim karena cedera.

(acf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini