nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tendangan Bebas, Kelemahan Sriwijaya

Arpan Rachman, Jurnalis · Sabtu 30 April 2011 01:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2011 04 30 49 451676 kwLPxg440C.jpg Foto: Ist

PALEMBANG - Rekor Sriwijaya FC agak tercoreng di akhir bulan April ini. Bila diarsir dalam grafik, tren seminggu tiga kali menang di kandang harus terhenti. Performa klub asal Kota Pempek itu kini terbalik menurun tajam karena akhirnya mengalami dua kali kekalahan dalam selang waktu empat hari.

 

Bermain dalam pertandingan lanjutan putaran kedua kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2010-11, pada 9 April Kayamba cs menggulung Persisam dengan skor 3-1. Berikutnya, 16 April, giliran Bontang FC ditaklukkan Gathuessi dan kawan-kawan, 4-1.

 

Di antara kedua partai tersebut, pada 13 April lalu, Sriwijaya memanggungkan laga serial ketiga Grup F AFC Cup 2011 di mana duet gelandang asal Korea Selatan, Kim Yong Hee dan Lim Joon Sik, harus absen lantaran tidak terdaftarkan. Hasilnya, supremasi kejayaan dipertahankan, 3-1 atas Song Lam Nghe An (Vietnam).

 

Tapi pekan ketiga, pada 22 April, meladeni Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Soreang, Jawa Barat, kesebelasan yang berpadu di bawah arahan pelatih Ivan Kolev harus menelan kekalahan tipis 0-1.

 

Grafik menanjak pun terbalik patah dalam kurva menukik tajam menurun ke titik paling rendah di bulan yang biasanya diawali dengan lelucon bohong ini. Saat melawat ke Vietnam, Song Lam membalas dendam dengan telak, mengalahkan Sriwijaya 0-4.

 

Peracik taktik asal Bulgaria, Ivan Kolev, memutar otak demi mencerdiki situasi yang mulai menekan ke arahnya sendiri sebagai penanggung jawab taktik di lapangan.

 

Sang pelatih mengambil kesimpulan, "Terutama pemain belakang, masih banyak kelemahan mengantisipasi eksekusi tendangan bebas. Baik yang bebas karena terjadinya pelanggaran atau sepak pojok."

 

"Tiga dari lima gol terakhir yang masuk ke gawang kita asalnya dari tendangan bebas dan tendangan penjuru. Bola silang jadi harus jangan banyak lagi masuk ke dalam kotak penalti," kata Kolev.

 

Pelatih yang rambutnya jambul itu tentu mencatat rekor Sriwijaya per April, berikut: 3 menang dan 2 kalah, selisih gol 10-8, dapat poin 9. Rata-rata 2 gol tercipta dalam satu pertandingan menunjukkan lini depan klub berlogo Rajawali Ampera itu masih gatal ingin menang dan haus gol.

(wei)

Berita Terkait

Liga Super Indonesia 2010/2011

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini