nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Robben: Jangan Samakan Saya dengan Cruyff

Achmad Firdaus, Jurnalis · Senin 11 April 2011 22:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2011 04 11 50 444848 3HbSRsu4iN.jpg Foto: Arjen Robben/Getty Images

MUNICH - Meski rentan dibekap cedera, namun tidak ada yang meragukan talenta yang dimiliki seorang Arjen Robben. Winger Bayern Munich ini pun disebut-sebut sebagai calon pemain legendaris Belanda.

Dalam beberapa tahun terakhir, Robben memang sukses menampilkan performa mengesankan di tiap klub yang dibelanya, seperti Chelsea, Real Madrid dan kini Bayern Munich . Contoh terkini, musim lalu Robben sukses mengantar FC Hollywood merebut gelar ganda (Bundesliga & DFB Pokal) dan melaju hingga final Liga Champions, meski akhirnya harus menyerah di tangan wakil Italia, Inter Milan. Di timnas, Robben juga sukses membawa Der Oranje melangkah hingga final Pial Dunia 2010 (sebelum dihentikan Spanyol).

Menyikapi performa gemilang Robben, banyak analis menilai kualitas Robben layak disejajarkan dengan para pemain legendaris Belanda. Bahkan, tak jarang yang menyebut pemain berjuluk ‘Manusia Kaca’ ini memiliki kualitas setara legenda hidup Timnas Belanda, Johan Cruyff. Namun, Robben sendiri nampak masih malu-malu disetarakan dengan Cruyff yang sempat membawa Belanda menyabet trofi juara Eropa (Euro 1988).

“Saya tidak berpikir saya pantas disejajarkan dengan Cruyff. Dia adalah pemain legendaris Belanda, dia pemain yang luar biasa dan dia selalu dikenali kemanapun dia pergi di seluruh dunia ini. Jadi, rasanya saya tak pantas dibandingkan dengannya. Dia merupakan individu yang sangat spesial,” tutur Robben sebagaimana dikutip Goal, Senin (11/4/2011).

Dalam kesempatan ini, Robben juga menyempatkan memberikan komentarnya terkait atmosfer setiap kompetisi yang pernah dijajalnya. Diketahui, Robben sudah menjajal empat kompetisi elit Eropa seperti Belanda bersama PSV Eindhoven, Inggris (Chelsea), Spanyol (Madrid) dan kini bermain di Bundesliga bersama Bayern. Hanya atmosfer Serie A Italia yang belum dijajalnya.

“Setiap liga memiliki kultur yang berbeda, identitas dan tipe sepakbola tersendiri. Di Inggris sangat mengandalkan fisik, sementara skil dan teknik sangat mencolok di Spanyol, dimana setiap orang selalu ingin memainkan sepakbola indah. Sementara di Jerman, standarnya sangat tinggi. Fisik tim di sini sangat kuat, mereka juga sangat disiplin dan bermain dengan organisasi yang baik,” tandasnya.

(acf)

Berita Terkait

Bayern Munich 2010/2011

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini