Balotelli & Cassano Saja Tidak Cukup

Rejdo Prahananda, Jurnalis · Kamis 06 Januari 2011 04:00 WIB
https: img.okezone.com content 2011 01 06 51 410898 ePjoWC6oce.jpg Foto: Roberto Baggio bermimpi suatu saat nanti bisa menjadi pelatih Italia yang sukses mengalahkan Brasil di final Piala Dunia (AP Photo)

ROMA – Aksi eksplosif Mario Balotelli dan Antonio Cassano di klubnya masing-masing, jelas mendapat perhatian serius dari legenda Italia Roberto Baggio. Cassano, meski terlibat perselisihan dengan Presiden Sampdoria Riccardo Garrone, Peter Pan tetap menjadi senjata andalan Sampdoria. Tercatat, sampai pertengahan musim ini Cassano telah membukukan empat gol dari tujuh pertandingan.

 

Sedangkan Balotelli menjadi idola baru publik Manchester City. Agresifitasnya di mulut gawang, membuat striker berdarah Ghana itu kerap kali membantu City Memperoleh kemenangan. Terakhir, eks-bintang Inter Milan mencetak hattrick ke gawang Aston Villa.

 

Kendati timnas Italia dilengkapi pemain dengan insting gol yang luar biasa ganasnya, Baggio tidak menjamin dua ujung tombak itu mampu membawa kejayaan Gli Azzurri di kompetisi Internasional. “Hari ini, sepakbola Italia telah membuktikan, perjuangan keras mengelola bakat sendiri membuahkan permainan fantasis seperti Cassano dan Balotelli,” kata Baggio di Goal, Kamis (6/1/2011).

 

Sayangnya, kedua bomber itu memiliki tabiat yang tidak terpuji. Baik di dalam maupun luar lapangan. “Saya tidak menghakimi mereka, saya hanya berkata bakat saja tidak cukup. Kami membutuhkan antusiasme dan pemahaman mendalam, bahwa mereka harus menanamkan arti penting sebuah kata maaf,” petuah Baggio kepada dua pemain yang terkenal bengal itu, menekankan arti penting sportifitas di segala aspek kehidupan.

 

Beralih ke persoalan lain, terbayang di benak Baggio suatu saat nanti ia menyandang status sebagai pelatih timnas Italia. “Saya selalu bermimpi bisa bermain di final Piala Dunia melawan Brasil dan mengalahkan mereka. Impian ini selalu terbayang di benak ini hingga saya berhenti bermain."

 

"Meski kalah di final PD 1994 saya tidak pernah melupakan mimpi itu. Sekarang, bisakah saya menjadi pelatih Italia yang mampu mengalahkan Brasil di final PD. Anda tidak pernah tahu apa yang terjadi dalam sepakbola,” pungkas mantan pemain Brescia itu.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini