Jauhkan Timnas dari Koruptor & Pengemplang Pajak

Muchamad Syuhada, Jurnalis · Rabu 29 Desember 2010 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2010 12 29 51 408318 VEIL5rTzde.jpg Foto: Spanduk yang dibawa suporter Indonesia/Muchamad Syuhada (okezone)

JAKARTA – Suporter Timnas Indonesia sudah gerah dengan keterlibatan para politisi yang memasuki ranah sepakbola.

 

Seperti diketahui, kekalahan Garuda dari Malaysia pada pertemuan pertama di Stadion Nasional Bukit Jalil, 26 Desember silam, dihubungkan dengan banyaknya kegiatan PSSI yang sebenarnya tak ada berkaitan dengan kepentingan sepakbola.

 

Firman Utina dkk sempat mendapat undangan dari salah satu pimpinan partai politik serta acara Istighasah di sebuah pesantren di kawasan Jakarta Barat. Kegiatan-kegiatan inilah yang dianggap membuat para punggawa Alfred Riedl kelelahan.

 

Riedl sendiri sudah menyatakan keberatannya atas keterlibatan para tokoh politik di ranah sepakbola. Pecinta Tim Garuda pun tak mau kalah. Sebelum kick off final leg kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) nanti malam, spanduk berisi kecaman terhadap PSSI marak bertebaran.

 

Seorang suporter bernama Ali membawa spanduk bertuliskan “Jauhkan sepak bola kita dari pada koruptor dan pengemplang pajak”.

 

“Saya berharap agar ada pembenahan bagi sepakbola Indonesia. Tapi, bagaimana bisa kalau masih banyak koruptor yang terlibat di dalamnya,” kata Ali kepada okezone, Rabu (29/12/2010).

 

“Sebagai suporter, saya tidak suka sepakbola dipolitisasi terutama timnas. Kalau untuk level klub terserah, karena itu memang milik sebagian kalangan. Tapi, kalau timnas adalah milik seluruh masyarakat,” cetusnya.

 

“Saya melakukan tindakan ini atas nama pribadi, tidak ada menyuruh,” pungkas Ali, ketika ditanya siapa dalang dibalik aksinya ini.

(wei)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini