Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Misi Berat Persebaya di Papua

Kukuh Setiawan (Koran Sindo) , Jurnalis-Minggu, 05 Desember 2010 |02:06 WIB
Misi Berat Persebaya di Papua
A
A
A

SURABAYA - Setelah menuntaskan tiga laga kandang, Persebaya Surabaya bakal menghadapi partai keras. Yakni partai away menghadapi tuan rumah Perseru Serui pada Minggu (5/12) dan Persidafon Dafonsoro empat hari kemudian.

Atmosfir sepakbola di Papua memang dikenal sulit bagi tim-tim Jawa, termasuk Persebaya. Kubu Bajul Ijo mengakui terlalu muluk jika menargetkan poin penuh di kedua partai itu. Sangat wajar jika target realistis hanya menahan tuan rumah.

Asisten pelatih Persebaya Bambang Sumantri menuturkan timnya optimistis bisa merebut minimal satu poin menghadapi Perserui dan Persidafon. Dengan catatan, permainan Kuncoro dkk mengalami peningkatan setelah bermain kurang memuaskan di tiga partai kandang.

“Peningkatan permainan harus dilakukan jika ingin mendapatkan poin. Semoga strategi yang kita usung berjalan dengan baik dan pemain tidak minder dengan kekuatan lawan,” ujar Bambang. Dirinya memaklumi pemain baru merasakan pertandingan tandang untuk pertama kalinya.

Itu bukan perkara mudah, karena di kandang saja tim berlogo ikan dan buaya masih kesulitan menemukan permainan terbaik. Kekalahan 0-1 atas PSBI Blitar di Gelora 10 November masih menghantui Persebaya dan diharapkan tak meruntuhkan mental pemain.

Secara garis besar tak ada perubahan pada komposisi pemain. Duo Charles Orock dan Cornelis Kaimu masih dipandang sebagai juru dobrak terbaik. Mereka akan didukung pemain super senior Kuncoro yang sekaligus ditugasi sebagai kapten.

Sisi keuntungan Persebaya adalah kemenangan 3-1 atas Persekam Metro FC di Gelora 10 November. Staf pelatih pun berharap kemenangan itu bisa menjadi pelecut untuk bermain bagus di partai tandang. “Kemenangan itu sangat berarti bagi kami,” cetus Bambang.

Sementara itu, dari Semarang, Persebaya versi Liga Primer Indonesia (LPI) mencatat hasil memuaskan di pertandingan pra musim LPI. Dari dua laga, tim asuhan Aji santoso menculang kemenangan beruntun. Setelah menggulingkan Semarang FC 1-0, kemarin Persebaya LPI menggilas Bali Dewata FC 3-0 di tempat sama, Stadion Jatidiri.

Kemenangan Persebaya LPI ditentukan I Made Wirahadi (’17), serta gol ganda Andik Vermansyah (’34 dan ’82). Kendati masih diliputi rendahnya produktifitas, pelatih Aji Santoso cukup optimistis timnya bakal berkembang lagi.

Sayang Aji sendiri dibayangi sanksi dari AFC, setelah PSSI merekomendasikan Aji sebagai pelatih ‘pembelot’ karena ikutserta di LPI. Sanksinya bisa saja pencabutan lisensi kepelatihan. Aji pun masih belum banyak berkomentar.

“Soal pertandingan, memang masih banyak kelemahan dan saya akan terus benahi. Saya yakin kualitas anak-anak masih bisa ditingkatkan. Untuk kabar soal PSSI yang akan melaporkan saya ke AFC, saya belum bisa bicara sekarang,” ujarnya.

(Achmad Firdaus)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement