Para punggawa Arema Indonesia saat merayakan kemenangan ISL 2009-10 / Foto: Koran SI
SURABAYA - Sebagai pemilik gelar juara Djarum Indonesia Super League (DISL) 2009-2010, Arema Indonesia ketiban tiket otomatis ke Liga Champion Asia (LCA). Untuk kesekian kali tim berlogo kepala Singa bakal mencicipi kekuatan klub-klub terbaik di Asia.
Arema menyimpan kebanggaan tersendiri karena mewakili Indonesia di liga antar klub paling bergengsi di Benua Asia. Harapan besar tertumpu di pundak pelatih Miroslav Janu untuk mencetak sukses lebih tinggi dibanding keikutsertaan sebelumnya.
Selain manajemen sibuk menyiapkan dana, perekrutan pemain pun terlihat cukup serius untuk tiga liga sekaligus, dua domestik dan LCA. Cukup? Miro menjawab belum. Diakuinya, klub Indonesia dalam posisi sulit untuk bisa bersaing dengan klub-klub lain, tak cukup hanya bermodal tim mentereng.
"Klub dari Indonesia menghadapi problem sendiri ketika melakukan pertandingan
away. Apalagi jika jarak tempuh jauh seperti di Jepang, China atau Australia. Biasanya tim hanya menginap dua atau tiga hari dan nyaris tak punya waktu untuk
recovery dan konsentrasi ke pertandingan," kisah Miro.
Jarak dan waktu tempuh yang demikian jauh menurutnya sudah menguras fisik pemain. Kurangnya recovery sebelum pertandingan membuat performa tim jauh di bawah normal. Ia membandingkan dengan klub-klub negara lain yang bertanding di Indonesia. Mereka bahkan sudah sampai di Indonesia paling lambat tiga hari sebelum pertandingan.
Pelatih yang sudah lancar berbahasa Indonesia itu tidak menyalahkan lemahnya pendanaan klub-klub di Indonesia saat berlaga ke LCA. "Memang kemampuan klub Indonesia masih seperti ini. Masih sulit bersaing dengan klub-klub asing yang pendanaan dan persiapannya lebih bagus. Tapi kita tetap akan melakukan sebaik mungkin sesuai kemampuan kita," tambah Miro yang pernah mengawal tim Arema di LCA 2007.
Situasi semakin sulit karena nyatanya secara kualitas klub-klub Indonesia masih kalah walaupun bertanding di kandang sendiri. Fakta yang ada, klub-klub Indonesia masih sebatas 'setor nyawa' saat melakoni laga away di LCA. Berkaca dari situlah Miro belum berselera menyimpan angan menjulang di liga yang satu itu.
Ia sekaligus berharap manajemen maupun supporter Aremania tidak terburu berbesar kepala karena mendapat jatah bermain di LCA. Rencananya, karena berlaga di level Asia, manajemen sendiri menambah pendanaan Arema musim mendatang hingga Rp30 miliar.
"Rancangan kebutuhan memang segitu. Termasuk untuk kebutuhan LCA. Semoga dana itu nantinya memenuhi kebutuhan tim secara maksimal," harap manajemen Arema melalui Direktur Bisnis Siti Nurzanah.
(Defanie Arianti)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.