MALANG - Mantan pelatih Arema Indonesia Robert Albert nampaknya tak perlu menunggu lama untuk menginjakkan kaki kembali di Malang. Bersama asistennya Liestiadi, meneer Belanda bakal kembali untuk melakoni Inter Island Cup (IIC) 2010 yang mulai bergulir 27 Agustus.
Duet Robert-Liestiadi bakal membawa PSM Makassar ke Malang untuk menghadapi Arema Indonesia dan Persipura Jayapura di Stadion Kanjuruhan. Di Malang sendiri, terutama bagi Aremania, sosok Robert masih dipandang sebagai pelatih yang paling berjasa setelah membawa Singo Edan juara Djarum Indonesia Super League (DISL) 2009-2010 dan final Piala Indonesia (PI) 2010.
Tapi ada juga supporter yang menganggap Robert mata duitan karena lebih memilih PSM Makassar yang menawarkan kontrak lebih tinggi. Terlepas dari itu, memang sangat menarik melihat kembalinya si meneer kendati dalam event pra musim. Bisa jadi pertemuan Arema-PSM bakal menjadi pembanding antara Robert dengan Miroslav Janu, suksesor Robert di Arema.
“Kita akan kembali ke Malang dengan klub berbeda. Bagi saya itu normal dan wajar bagi seorang pelatih atau pemain juga. Kita selalu berpindah klub dan suatu ketika juga harus menghadapi mantan klub kita. Saya justru senang kembali ke Malang dan melihat Aremania lagi,” ujar asisten pelatih PSM Liestiadi kala dihubungi.
Dirinya mengakui moment selama melatih Arema tak bisa dilupakan begitu saja. Malah menurutnya menjadi salah satu moment terbaik dalam karir kepelatihannya. Bagaimana tidak, di musim pertama bersama Robert, ia sudah mempersembahkan trofi juara untuk Arema.
Asisten yang juga penterjemah ini juga nyaris membawa Arema juara Piala Indonesia andai di final tak ditaklukkan Sriwijaya FC. “Tanpa kami, Arema tetaplah tim bagus dan saya yakin masih menjadi tim bergengsi di Indonesia. Pemain maupun supporternya luar biasa. Apalagi sekarang dilatih Miro yang juga sangat bagus. Jangan dilupakan juga Arema berhasil mempertahankan kekuatannya musim lalu,” tutur Liestiadi.
Pandangan positif dilontarkan arsitek Arema Miroslav Janu. Menurutnya Robert-Liestiadi sudah memberikan gelar juara bagi Arema, sehingga Aremania pantas menghargainya. Seirama dengan Liestiadi, kepindahan seorang pelatih bagi Miro sangat wajar dalam dunia sepakbola.
“Robert dan Liestiadi sudah bekerja keras selama di Arema dan membuahkan hasil. Jadi kita semua harus respek dengan apa yang dicapainya. Kalau sekarang dia berganti klub, ya memang begitulah dunia sepakbola,” kata Miro enteng.
(Achmad Firdaus)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.