nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesta Akbar di Benua Hitam

Azwar Ferdian, Jurnalis · Senin 04 Januari 2010 13:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2010 01 04 51 290672 Ci5NXk3NUR.jpg Foto: Daylife

UNTUK kali pertama Badan Sepakbola Dunia (FIFA), akhirnya sepakat memutuskan perhelatan Piala Dunia 2010 di benua Afrika. Afrika Selatan didaulat menjadi tuan rumah even sepakbola terbesar sejagat ini.

Afrika benua terbesar kedua dunia dengan populasi penduduk kedua terbanyak setelah Asia. Dengan luas wilayah 30.224.050 km persegi, termasuk pulau-pulau yang berdekatan, Afrika meliputi 20,3 persen dari seluruh total daratan Bumi. Dengan 800 juta penduduk di 54 negara, benua ini merupakan tempat bagi sepertujuh populasi dunia.

Afrika adalah benua termiskin di dunia dan identik dengan perang sipil, kelaparan, hingga perbudakan manusia. Tak heran bila bangsa-bangsa Afrika dianggap sebagai bangsa kelas dua.

Keputusan FIFA menunjuk Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia bukanlah sebuah kebijakan tanpa alasan. FIFA menganggap Afrika termasuk salah satu produsen terbaik pemain sepakbola kelas dunia. Dan FIFA ingin level benua hitam sejajar dengan Eropa, Amerika, ataupun Asia yang sudah pernah menjajal menjadi tuan rumah. Korea Selatan bersama Jepang sukses menjadi penyelanggara Piala Dunia 2002.

Afrika Selatan harus bersaing dengan empat negara Afrika yang menjadi calon tuan rumah yaitu Mesir, Libia, Maroko dan Tunisia. Namun, pada 14 Mei 2004, Tunisia mundur setelah tidak diperbolehkan menjadi tuan rumah bersama dengan Libia.

Akhirnya, pada 15 Mei 2004, Komite Eksekutif Federation Internationale de Football Association di Zurich memilih dengan hasil 14 suara berbanding 10 untuk kemenangan Afrika Selatan atas Maroko. Mesir tidak mendapatkan suara. Libya didiskualifikasi dari pemilihan setelah negara tersebut menyatakan hanya mau menjadi tuan rumah bersama dengan Tunisia.

Kehormatan menjadi penyelenggara Piala Dunia disambut antusias pemerintah Afsel, dan langsung menyiapkan segala sesuatunya baik sarana utama maupun infrastruktur pendukung lainnya.

Afsel menyiapkan 10 stadion utama tempat penyelenggaraan pertandingan yang terbagi dalam sembilan kota besar. Johannesburg sebagai ibukota negara punya dua venue yaitu Stadion FNB dan Stadion Ellis Park. Kota Durban dengan stadion Stadion Moses Mabidha. Stadion Green Point (Cape Town), Stadion Loftus Versfeld (Pretoria). Stadion Neslon Mandela Bay (Port Elizabeth), Stadion Free State (Bloemfontein), Peter Mokaba (Polokwane), Stadion Mbombela (Nelspruit) dan Stadion Royal Bafokeng (Rustenburg).

Seluruh stadion tersebut akan menggelar 64 pertandingan dari babak penyisihan grup hingga babak pamungkas. Namun Stadion Soccer City Johannesburg akan menjadi arena pembukaan sekaligus penutupan. Sebanyak 32 kontestan Piala Dunia sudah terpilih. Negara peserta tersebut juga sudah diundi dan dikelompokkan delapan grup.

Afrika Selatan sebagai tuan rumah, harus tergabung di Grup A bersama Meksiko Uruguay dan Prancis. Afsel sedikit tidak beruntung dengan pembagian ini. Pasalnya, tiga kontestan lain adalah tim yang punya tradisi bagus di Piala Dunia. Uruguay dan Prancis pernah menjadi juara, sementara Meksiko langganan lolos ke babak selanjutnya.

Afsel akan berharap pada dukungan dari publik sendiri serta gengsi berlebih sebagai tuan rumah, bukan tidak mungkin Afsel bisa membalikan keadaan dan lolos dari putaran grup.

Argentina yang terseok di babak kualifikasi, menghuni Grup B. Tim Tango akan bertarung dengan Nigeria, Korea Selatan dan tim dari negeri para dewa, Yunani. Argentina memang diunggulkan di grup ini. Tapi bila pelatih Diego Armando Maradona gagal memperbaiki kinerja tim, maka Nigeria dan Yunani atau bahkan Korsel, menjadi tim yang melaju ke babak 16 besar.

Inggris mendapat kemudahan dengan hanya tergabung di Grup C yang relatif lebih ringan. The Three Lions akan dijajal Amerika Serikat, Slovenia dan Aljazair. Di atas kertas, pasukan Fabio Capello tersebut bisa dengan mudah melewati pesaingnya.

Hanya permasalahan yang tersisa adalah laga-laga babak fase gugur, di mana Inggris berpotensi langsung bersua unggulan lainnya. Sebagai pendamping Inggris, AS lebih unggul dari Slovenia dan Aljazair.

Jerman belum bisa bernafas lega setelah tergabung bersama Australia, Serbia dan Ghana di Grup D. Australia semakin matang setelah merapat ke zona Asia dengan tempaan lawan-lawan sepadan, tidak seperti di zona Oceania. Serbia perpeluang menjadi sandungan Tim Panser setelah melewati babak kualifikasi Piala Dunia dengan gemilang. Ghana yang bermain di benua sendiri, jelas punya motivasi lebih untuk berbuat banyak kali ini.

Belanda akan mendapat saingan dari Tim Dinamit Denmark, Samurai Asia Jepang, dan petarung Afrika, Kamerun pada laga Grup E. Secara matematis, Tim Oranye bisa mengatasi perlawanan tiga pesaingnya, atau minimal mendapat angka penuh melawan wakil Asia dan Afrika tersebut. Melawan Denmark yang terkenal tangguh, Belanda bisa bermain aman dan tiket lolos ke 16 besar sudah di tangan.

Italia sebagai juara bertahan, masuk dalam Grup F bersama Paraguay, Selandia Baru dan Slovakia. Ancaman terbesar skuad Azzurri ini akan datang dari wakil Amerika Latin, Paraguay. Sementara Slovakia bisa jadi kuda hitam dan Selandia Baru tampaknya hanya akan menjadi tim penghibur semata.

Grup G menjadi grup paling berat di Piala Dunia kali ini. Juara dunia lima kali Brasil, tergabung dengan Tim Samba Eropa, Portugal, Pantai Gading yang sedang naik daun dan negara sosialis, Korea Utara. Korut mungkin bisa sedikit dipinggirkan lebih dulu, untuk memberi jalan pada Brasil, Portugal dan Pantai Gading. Satu tiket kemungkinan besar menjadi milik Brasil, dan satu tiket lainnya menjadi rebutan Pantai Gading dan Portugal.

Juara Euro 2008 Spanyol, tergabung dalam grup terakhir atau Grup H bersama Swiss, Honduras dan Chili. Spanyol punya kenangan manis dengan Swiss merengkuh gelar Euro 2008. Sebagai pendamping Spanyol, Swiss dan Chili bisa bersaing ketat. Sementara Honduras, asal tidak menelan banyak kebobolan rasanya sudah menjadi prestasi yang bagus buat wakil zona Concacaf ini.

Semua hanya akan ditentukan di atas lapangan, yang kick-off pertamanya akan berlangsung pada 11 Juni 2010, di Johannesburg dengan mempertemukan tuan rumah Afrika Selatan melawan  tim Sombrero, Meksiko.

Mari kita tunggu apakah tim papan atas dunia akan melenggang mudah atau laga final mempertemukan tim lapis kedua.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini