LYON - Juninho Pernambucano sedang dilanda kebimbangan. Playmaker Olympique Lyon ini bimbang antara memilih bertahan atau meninggalkan Lyon, di musim depan. Juninho frustasi setelah gagal memberikan Lyon trofi. Ini adalah kegagalannya meraih gelar sejak 1996.
Juninho sebenarnya sudah lama bimbang, antara bertahan atau pergi meninggalkan klub yang sudah membesarkan namanya tersebut. Pada awal musim ini, sempat terbesit dalam dirinya untuk pergi dari Stade Gerland. Juninho ingin melanjutkan karier di Liga Qatar.
"Terkadang bila saya berada di rumah, saya berkata dalam hati bahwa saya harus pergi. Sementara kadang hati saya berbisik untuk bertahan. Ini bukan masalah psikis. Saya masih punya sisa kontrak selama satu musim. Presiden sudah menyatakan saya bisa bertahan bila saya menghendakinya. Saya masih menunggu dan melihat," jelas Juninho dalam situs resminya, Senin (11/5/2009).
Setelah rekan senegaranya Fred, meninggalkan Lyon ke Fluminense di pertengahan musim, protes atas skuad Lyon yang selalu gagal menang terus berdatangan. Namun kekecewaan besar Juninho datang setelah gagal memberikan gelar di musim ini.
"Ini adalah pertama kalinya dalam karier saya sejak 1996, saya gagal mendapatkan gelar. Saya pernah membela Sport Recife, Vasco, OL dan Brasil. Semuanya selalu berhasil mendapat trofi. Kekecewaan terbesar ada di Liga Champions. Saya menembus tiga perempatfinal, namun tidak pernah menang," tutup pemilik tendangan bebas mematikan ini.
(Azwar Ferdian)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari