<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Gaungkan Wacana Pengurangan Poin bagi Klub yang Suporternya Berulah</title><description>Erick Thohir menegaskan wacana pengurangan poin bagi klub yang suporternya berulah segera diterapkan.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/10/29/49/3250934/erick-thohir-gaungkan-wacana-pengurangan-poin-bagi-klub-yang-suporternya-berulah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/10/29/49/3250934/erick-thohir-gaungkan-wacana-pengurangan-poin-bagi-klub-yang-suporternya-berulah"/><item><title>Erick Thohir Gaungkan Wacana Pengurangan Poin bagi Klub yang Suporternya Berulah</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/10/29/49/3250934/erick-thohir-gaungkan-wacana-pengurangan-poin-bagi-klub-yang-suporternya-berulah</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/10/29/49/3250934/erick-thohir-gaungkan-wacana-pengurangan-poin-bagi-klub-yang-suporternya-berulah</guid><pubDate>Kamis 29 Oktober 2026 16:27 WIB</pubDate><dc:creator>Cikal Bintang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/29/49/3250934/erick_thohir_gaungkan_lagi_wacana_pengurangan_poin_bagi_klub_yang_suporternya_berulah_okezone-T1Kt_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir gaungkan lagi wacana pengurangan poin bagi klub yang suporternya berulah. (Foto: Andri Bagus/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/29/49/3250934/erick_thohir_gaungkan_lagi_wacana_pengurangan_poin_bagi_klub_yang_suporternya_berulah_okezone-T1Kt_large.jpg</image><title>Erick Thohir gaungkan lagi wacana pengurangan poin bagi klub yang suporternya berulah. (Foto: Andri Bagus/Okezone)</title></images><description>KETUA Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap rentetan kerusuhan suporter yang terjadi di Super League 2026-2027. Ia meminta operator kompetisi, I.League, bersama manajemen klub mengambil tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran sesuai regulasi yang berlaku.&#13;
&#13;
Pernyataan itu disampaikan Erick Thohir menyusul sejumlah insiden yang mencoreng kompetisi sepakbola Indonesia. Salah satunya adalah kericuhan di Banten International Stadium (BIS) saat Persita Tangerang menghadapi Persija Jakarta, yang berlanjut dengan insiden penyerangan suporter setelah pertandingan.&#13;
&#13;
&#13;
Kerusuhan suporter terjadi di laga Persita vs Persija. (Foto: Andri Bagus/Okezone))&#13;
&#13;
&#13;
1. Minta Operator Kompetisi dan Klub Bikin Tindakan Tegas&#13;
&#13;
Erick Thohir menegaskan PSSI telah meminta operator kompetisi dan klub untuk menindak tegas setiap pelanggaran. Menurutnya, seluruh pihak harus mematuhi aturan yang berlaku tanpa mencari pembenaran atas tindakan anarkis.&#13;
&#13;
&amp;quot;Posisi kami PSSI jelas bahwa kami meminta liga dan klub-klub untuk bertindak tegas. Itu ada aturan mainnya semua, enggak usah diputar-putar,&amp;quot; kata Erick kepada awak media, termasuk Okezone.&#13;
&#13;
Sebagai langkah pencegahan, pembatasan kehadiran suporter tim tamu telah diterapkan dalam sejumlah pertandingan yang dinilai berisiko tinggi. Erick Thohir menilai kebijakan tersebut diperlukan untuk mencegah terulangnya insiden yang dapat membahayakan keselamatan suporter.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika ada pertandingan tandang, tentu kalau ada hal-hal yang tidak baik, saya rasa liga dan klub sudah mengambil kebijakan. Ada beberapa klub yang tidak boleh away untuk lawan tertentu,&amp;quot; tutur pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu.&#13;
&#13;
Erick Thohir&amp;nbsp;juga mengingatkan klub dan suporter agar memahami dampak buruk dari tindakan kekerasan dalam sepakbola. Ia&amp;nbsp;menegaskan keselamatan suporter harus menjadi perhatian bersama agar setiap orang dapat menyaksikan pertandingan dan kembali ke rumah dengan aman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Klub-klub sendiri menyadari bahwa ini sebuah kegiatan yang tidak baik buat bangsa kita ketika ada suporter yang tidak bisa pulang ke rumah dengan selamat, ya,&amp;quot; kata Erick Thohir.&#13;
&#13;
Terkait penanganan kerusuhan, Erick Thohir menjelaskan insiden di dalam dan di luar stadion memiliki mekanisme penindakan yang berbeda. Untuk tindakan kriminal di luar stadion, ia mengapresiasi langkah kepolisian yang dinilai cepat mengungkap sejumlah kasus dan menangkap para pelaku.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di luar lapangan tentu saya apresiasi oleh pihak kepolisian yang cepat menuntaskan beberapa isu kriminalitas dengan cepat. Ya, bahkan ada yang 1x24 jam langsung ditangkap,&amp;quot; jelas Erick Thohir,&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Erick Thohir juga mengungkapkan telah mengadakan pertemuan tertutup dengan Kapolri untuk membahas penanganan tindak kriminal yang berkaitan dengan suporter. Ia&amp;nbsp;menyebut komitmen kerja sama antara PSSI dan kepolisian akan diumumkan dalam waktu satu hingga dua pekan berikutnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertemuan saya dengan bapak Kapolri juga kemarin secara tertutup, ya mungkin satu-dua minggu lagi kita akan umumkan bahwa komitmen Kapolri dengan PSSI juga solid bagaimana menindak para kriminal itu,&amp;quot; ungkap Erick Thohir.&#13;
&#13;
Sementara itu, PSSI menyiapkan langkah tegas terhadap pelanggaran yang terjadi di dalam pertandingan, termasuk kemungkinan menjatuhkan sanksi kepada klub. Erick menegaskan pengalaman Tragedi Kanjuruhan harus menjadi pelajaran agar keselamatan penonton tidak lagi diabaikan.&#13;
&#13;
2. Wacana Pengurangan Poin&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Erick Thohir menyebut pengurangan poin juga dapat diterapkan apabila situasi keamanan dan hubungan antarsuporter tidak dapat dijaga. Kebijakan mengenai kehadiran suporter tim tamu pun dapat diperketat demi mencegah terulangnya kerusuhan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau di dalam pertandingan sendiri kita sudah pernah mengalami peristiwa Kanjuruhan, saya rasa tidak bisa ditoleransi. Ya, kami PSSI keras, tidak hanya tentu klubnya ditindaklanjuti, tetapi juga suporter,&amp;quot; ujar mantan Presiden Inter Milan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahkan juga pengurangan poin yang memang harus dijalankan kalau memang kondisi ini tidak bisa dijaga keharmonisan seperti yang kita harapkan,&amp;quot; tutup Erick Thohir.&#13;
</description><content:encoded>KETUA Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap rentetan kerusuhan suporter yang terjadi di Super League 2026-2027. Ia meminta operator kompetisi, I.League, bersama manajemen klub mengambil tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran sesuai regulasi yang berlaku.&#13;
&#13;
Pernyataan itu disampaikan Erick Thohir menyusul sejumlah insiden yang mencoreng kompetisi sepakbola Indonesia. Salah satunya adalah kericuhan di Banten International Stadium (BIS) saat Persita Tangerang menghadapi Persija Jakarta, yang berlanjut dengan insiden penyerangan suporter setelah pertandingan.&#13;
&#13;
&#13;
Kerusuhan suporter terjadi di laga Persita vs Persija. (Foto: Andri Bagus/Okezone))&#13;
&#13;
&#13;
1. Minta Operator Kompetisi dan Klub Bikin Tindakan Tegas&#13;
&#13;
Erick Thohir menegaskan PSSI telah meminta operator kompetisi dan klub untuk menindak tegas setiap pelanggaran. Menurutnya, seluruh pihak harus mematuhi aturan yang berlaku tanpa mencari pembenaran atas tindakan anarkis.&#13;
&#13;
&amp;quot;Posisi kami PSSI jelas bahwa kami meminta liga dan klub-klub untuk bertindak tegas. Itu ada aturan mainnya semua, enggak usah diputar-putar,&amp;quot; kata Erick kepada awak media, termasuk Okezone.&#13;
&#13;
Sebagai langkah pencegahan, pembatasan kehadiran suporter tim tamu telah diterapkan dalam sejumlah pertandingan yang dinilai berisiko tinggi. Erick Thohir menilai kebijakan tersebut diperlukan untuk mencegah terulangnya insiden yang dapat membahayakan keselamatan suporter.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika ada pertandingan tandang, tentu kalau ada hal-hal yang tidak baik, saya rasa liga dan klub sudah mengambil kebijakan. Ada beberapa klub yang tidak boleh away untuk lawan tertentu,&amp;quot; tutur pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu.&#13;
&#13;
Erick Thohir&amp;nbsp;juga mengingatkan klub dan suporter agar memahami dampak buruk dari tindakan kekerasan dalam sepakbola. Ia&amp;nbsp;menegaskan keselamatan suporter harus menjadi perhatian bersama agar setiap orang dapat menyaksikan pertandingan dan kembali ke rumah dengan aman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Klub-klub sendiri menyadari bahwa ini sebuah kegiatan yang tidak baik buat bangsa kita ketika ada suporter yang tidak bisa pulang ke rumah dengan selamat, ya,&amp;quot; kata Erick Thohir.&#13;
&#13;
Terkait penanganan kerusuhan, Erick Thohir menjelaskan insiden di dalam dan di luar stadion memiliki mekanisme penindakan yang berbeda. Untuk tindakan kriminal di luar stadion, ia mengapresiasi langkah kepolisian yang dinilai cepat mengungkap sejumlah kasus dan menangkap para pelaku.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di luar lapangan tentu saya apresiasi oleh pihak kepolisian yang cepat menuntaskan beberapa isu kriminalitas dengan cepat. Ya, bahkan ada yang 1x24 jam langsung ditangkap,&amp;quot; jelas Erick Thohir,&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Erick Thohir juga mengungkapkan telah mengadakan pertemuan tertutup dengan Kapolri untuk membahas penanganan tindak kriminal yang berkaitan dengan suporter. Ia&amp;nbsp;menyebut komitmen kerja sama antara PSSI dan kepolisian akan diumumkan dalam waktu satu hingga dua pekan berikutnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertemuan saya dengan bapak Kapolri juga kemarin secara tertutup, ya mungkin satu-dua minggu lagi kita akan umumkan bahwa komitmen Kapolri dengan PSSI juga solid bagaimana menindak para kriminal itu,&amp;quot; ungkap Erick Thohir.&#13;
&#13;
Sementara itu, PSSI menyiapkan langkah tegas terhadap pelanggaran yang terjadi di dalam pertandingan, termasuk kemungkinan menjatuhkan sanksi kepada klub. Erick menegaskan pengalaman Tragedi Kanjuruhan harus menjadi pelajaran agar keselamatan penonton tidak lagi diabaikan.&#13;
&#13;
2. Wacana Pengurangan Poin&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Erick Thohir menyebut pengurangan poin juga dapat diterapkan apabila situasi keamanan dan hubungan antarsuporter tidak dapat dijaga. Kebijakan mengenai kehadiran suporter tim tamu pun dapat diperketat demi mencegah terulangnya kerusuhan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau di dalam pertandingan sendiri kita sudah pernah mengalami peristiwa Kanjuruhan, saya rasa tidak bisa ditoleransi. Ya, kami PSSI keras, tidak hanya tentu klubnya ditindaklanjuti, tetapi juga suporter,&amp;quot; ujar mantan Presiden Inter Milan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahkan juga pengurangan poin yang memang harus dijalankan kalau memang kondisi ini tidak bisa dijaga keharmonisan seperti yang kita harapkan,&amp;quot; tutup Erick Thohir.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
