<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Misteri Siulan di Santiago Bernabeu: Marc Cucurella Kebingungan di Laga Real Madrid vs RB Leipzig</title><description>Dugaan Salah Sasaran di Bernabeu: Mengapa Marc Cucurella Dihujani Siulan Penonton?&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/10/22/261/3249613/misteri-siulan-di-santiago-bernabeu-marc-cucurella-kebingungan-di-laga-real-madrid-vs-rb-leipzig</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/10/22/261/3249613/misteri-siulan-di-santiago-bernabeu-marc-cucurella-kebingungan-di-laga-real-madrid-vs-rb-leipzig"/><item><title>Misteri Siulan di Santiago Bernabeu: Marc Cucurella Kebingungan di Laga Real Madrid vs RB Leipzig</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/10/22/261/3249613/misteri-siulan-di-santiago-bernabeu-marc-cucurella-kebingungan-di-laga-real-madrid-vs-rb-leipzig</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/10/22/261/3249613/misteri-siulan-di-santiago-bernabeu-marc-cucurella-kebingungan-di-laga-real-madrid-vs-rb-leipzig</guid><pubDate>Kamis 22 Oktober 2026 18:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rivan Nasri Rachman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/22/261/3249613/marc_cucurella-V08P_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemain Real Madrid, Marc Cucurella. (Foto: Instagram/cucurella3)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/22/261/3249613/marc_cucurella-V08P_large.jpg</image><title>Pemain Real Madrid, Marc Cucurella. (Foto: Instagram/cucurella3)</title></images><description>MADRID &amp;ndash; Atmosfer aneh menyelimuti Stadion Santiago Bernabeu saat Real Madrid membantai RB Leipzig 4-1 pada laga ketiga fase liga Liga Champions 2026-2027, pada Kamis (22/10/2026) dini hari WIB. Fokus perhatian mendadak teralihkan ketika bintang Madrid, Marc Cucurella masuk menggantikan Carreras di menit ke-70.&#13;
&#13;
Bukannya sambutan hangat, bek kiri tersebut justru disambut gelombang siulan dan teriakan ejekan setiap kali menguasai bola. Fenomena ini sempat memicu kebingungan besar di kalangan publik penikmat sepak bola.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Banyak yang mengira pendukung tuan rumah sengaja menyerang sang pemain di markas mereka sendiri. Namun, media Spanyol, Marca belakangan membongkar fakta unik di balik insiden penuh kontroversi tersebut.&#13;
&#13;
1. Suporter Jerman di Tribun Bernabeu&#13;
&#13;
Berdasarkan skenario keamanan awal, sekira 2.000 pendukung Leipzig seharusnya ditempatkan secara terisolasi di tribun utara lantai atas. Sayangnya, kondisi nyata di lapangan jauh dari perkiraan panitia pelaksana.&#13;
&#13;
&#13;
Marc Cucurella. (Foto: Instagram/realmadrid)&#13;
&#13;
&#13;
Ratusan pendukung tim tamu memanfaatkan pasar tiket tidak resmi dan berbagai jalur lain untuk menyusup. Mereka menyebar dan berbaur langsung di tengah-tengah ribuan suporter Real Madrid.&#13;
&#13;
Akibatnya, gema siulan terdengar merata dari segala penjuru stadion. Hal ini menciptakan ilusi seolah-olah publik Madrid sendiri yang mengejek Cucurella.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Dendam yang Belum Padam&#13;
&#13;
Niat sebenarnya dari gelombang ejekan tersebut murni berasal dari para pendukung Leipzig. Mereka rupanya masih menyimpan kekecewaan mendalam atas insiden pahit di perempatfinal Piala Eropa 2024.&#13;
&#13;
Kala itu, tembakan Jamal Musiala mengenai tangan Cucurella di kotak penalti saat babak perpanjangan waktu, tetapi wasit dan VAR tidak menganggapnya sebagai pelanggaran. Lebih menyakitkan lagi, UEFA beberapa bulan kemudian secara resmi mengakui, &amp;quot;Situasi handball tersebut seharusnya berbuah hukuman penalti bagi Jerman.&amp;quot;&#13;
&#13;
&#13;
Marc Cucurella. (Foto: Instagram/cucurella3)&#13;
&#13;
&#13;
Meski sempat memicu suasana tegang, reaksi pendukung Real Madrid akhirnya melunak setelah memahami situasi ganjil yang menimpa Cucurella.&#13;
&#13;
Sebagai bentuk dukungan moral, mayoritas publik Bernabeu memberikan tepuk tangan riuh setiap kali sang bek menyentuh bola untuk meredam siulan suporter lawan.&#13;
</description><content:encoded>MADRID &amp;ndash; Atmosfer aneh menyelimuti Stadion Santiago Bernabeu saat Real Madrid membantai RB Leipzig 4-1 pada laga ketiga fase liga Liga Champions 2026-2027, pada Kamis (22/10/2026) dini hari WIB. Fokus perhatian mendadak teralihkan ketika bintang Madrid, Marc Cucurella masuk menggantikan Carreras di menit ke-70.&#13;
&#13;
Bukannya sambutan hangat, bek kiri tersebut justru disambut gelombang siulan dan teriakan ejekan setiap kali menguasai bola. Fenomena ini sempat memicu kebingungan besar di kalangan publik penikmat sepak bola.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Banyak yang mengira pendukung tuan rumah sengaja menyerang sang pemain di markas mereka sendiri. Namun, media Spanyol, Marca belakangan membongkar fakta unik di balik insiden penuh kontroversi tersebut.&#13;
&#13;
1. Suporter Jerman di Tribun Bernabeu&#13;
&#13;
Berdasarkan skenario keamanan awal, sekira 2.000 pendukung Leipzig seharusnya ditempatkan secara terisolasi di tribun utara lantai atas. Sayangnya, kondisi nyata di lapangan jauh dari perkiraan panitia pelaksana.&#13;
&#13;
&#13;
Marc Cucurella. (Foto: Instagram/realmadrid)&#13;
&#13;
&#13;
Ratusan pendukung tim tamu memanfaatkan pasar tiket tidak resmi dan berbagai jalur lain untuk menyusup. Mereka menyebar dan berbaur langsung di tengah-tengah ribuan suporter Real Madrid.&#13;
&#13;
Akibatnya, gema siulan terdengar merata dari segala penjuru stadion. Hal ini menciptakan ilusi seolah-olah publik Madrid sendiri yang mengejek Cucurella.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Dendam yang Belum Padam&#13;
&#13;
Niat sebenarnya dari gelombang ejekan tersebut murni berasal dari para pendukung Leipzig. Mereka rupanya masih menyimpan kekecewaan mendalam atas insiden pahit di perempatfinal Piala Eropa 2024.&#13;
&#13;
Kala itu, tembakan Jamal Musiala mengenai tangan Cucurella di kotak penalti saat babak perpanjangan waktu, tetapi wasit dan VAR tidak menganggapnya sebagai pelanggaran. Lebih menyakitkan lagi, UEFA beberapa bulan kemudian secara resmi mengakui, &amp;quot;Situasi handball tersebut seharusnya berbuah hukuman penalti bagi Jerman.&amp;quot;&#13;
&#13;
&#13;
Marc Cucurella. (Foto: Instagram/cucurella3)&#13;
&#13;
&#13;
Meski sempat memicu suasana tegang, reaksi pendukung Real Madrid akhirnya melunak setelah memahami situasi ganjil yang menimpa Cucurella.&#13;
&#13;
Sebagai bentuk dukungan moral, mayoritas publik Bernabeu memberikan tepuk tangan riuh setiap kali sang bek menyentuh bola untuk meredam siulan suporter lawan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
