<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gagal Jaga Keamanan saat Jamu Persija Jakarta, Panpel Persita Tangerang Dijatuhi Denda Rp40 Juta</title><description>Gagal Jaga Keamanan saat Jamu Persija Jakarta, Panpel Persita Tangerang Dijatuhi Denda Rp40 Juta&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/10/21/49/3249377/gagal-jaga-keamanan-saat-jamu-persija-jakarta-panpel-persita-tangerang-dijatuhi-denda-rp40-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/10/21/49/3249377/gagal-jaga-keamanan-saat-jamu-persija-jakarta-panpel-persita-tangerang-dijatuhi-denda-rp40-juta"/><item><title>Gagal Jaga Keamanan saat Jamu Persija Jakarta, Panpel Persita Tangerang Dijatuhi Denda Rp40 Juta</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/10/21/49/3249377/gagal-jaga-keamanan-saat-jamu-persija-jakarta-panpel-persita-tangerang-dijatuhi-denda-rp40-juta</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/10/21/49/3249377/gagal-jaga-keamanan-saat-jamu-persija-jakarta-panpel-persita-tangerang-dijatuhi-denda-rp40-juta</guid><pubDate>Rabu 21 Oktober 2026 19:26 WIB</pubDate><dc:creator>Cikal Bintang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/21/49/3249377/persita_tangerang_vs_persija_jakarta-ACI7_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kerusuhan di laga Persita vs Persija. (Foto: Andri Bagus/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/21/49/3249377/persita_tangerang_vs_persija_jakarta-ACI7_large.jpg</image><title>Kerusuhan di laga Persita vs Persija. (Foto: Andri Bagus/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persita Tangerang resmi diganjar sanksi denda sebesar Rp40 juta oleh Komite Disiplin (Komdis) imbas kericuhan penonton pada laga pekan kelima Super League 2026-2027 kontra Persija Jakarta. Sanksi berat tersebut dijatuhkan lantaran pihak panpel dinilai lalai dalam menjalankan kewajiban menjaga keamanan serta ketertiban di area stadion.&#13;
&#13;
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (I.League), Ferry Paulus, mengonfirmasi keputusan Komdis tersebut dalam konferensi pers di Kantor I.League pada Rabu (21/10/2026). Dia menjelaskan, kelalaian panpel dalam mengantisipasi gangguan keamanan menjadi dasar penjatuhan sanksi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Panitia pelaksana pertandingan Persita ya di kompetisi Super League, diputuskan oleh Komdis pelanggaran sebesar denda Rp40 juta, di mana pelanggaran gagal menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban, keamanan, dan seterusnya,&amp;quot; kata Ferry saat menjelaskan keputusan Komdis dalam konferensi pers, Rabu (21/10/2026).&#13;
&#13;
Ferry mengungkapkan, kericuhan yang terjadi di tribune penonton sebenarnya dipicu persoalan sepele terkait spanduk. Meski demikian, insiden tersebut berdampak besar hingga membuat pertandingan harus dihentikan sementara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertandingan sebenarnya berjalan dengan lancar, baik. Tetapi terhenti di babak kedua karena memang ada keributan yang sebenarnya sepele persoalannya, hanya persoalan spanduk,&amp;rdquo; tutur Ferry.&#13;
&#13;
&#13;
Persita vs Persija (Andri Bagus)&#13;
&#13;
&#13;
1. Kronologi Insiden&#13;
&#13;
Kericuhan terjadi saat Persita menjamu Persija di Banten International Stadium (BIS), Serang, pada Sabtu (17/10/2026) lalu. Situasi memanas sejak jeda babak pertama dan membuat wasit bersama match commissioner menunda dimulainya babak kedua selama sekitar 31 menit.&#13;
&#13;
Pertandingan yang semestinya kembali bergulir pada pukul 20.00 WIB baru dilanjutkan pada pukul 20.31 WIB. Insiden tersebut menambah catatan buruk keamanan sepak bola nasional dalam dua pekan terakhir, setelah sebelumnya terjadi penyerangan terhadap bus tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 yang melibatkan oknum suporter Persija.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain panpel Persita, Komdis juga menjatuhkan sanksi kepada Persija dan pendukungnya. Persija dikenai denda klub sebesar Rp30 juta serta larangan kehadiran suporter dalam enam pertandingan tandang selama setengah musim kompetisi.&#13;
&#13;
2. Hukuman Tambahan&#13;
&#13;
Sementara itu, suporter Persija dijatuhi denda Rp60 juta akibat tiga kali penyalaan petasan dan pelemparan satu flare. Sanksi tersebut menambah konsekuensi dari pertandingan yang juga berakhir dengan kekalahan Persija dari Persita 2-3 setelah tuan rumah mencetak gol penentu pada menit kritis menit ke-90+5.&#13;
&#13;
&#13;
Persita Tangerang vs Persija Jakarta. (Foto: Instagram/persita.official)&#13;
&#13;
&#13;
I.League menaruh perhatian serius terhadap insiden tersebut di tengah upaya melonggarkan aturan kehadiran suporter tandang. Ferry menegaskan, kejadian ini harus menjadi evaluasi bagi seluruh klub dan penyelenggara agar pengawasan keamanan pertandingan diperketat demi mencegah kericuhan serupa terulang.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persita Tangerang resmi diganjar sanksi denda sebesar Rp40 juta oleh Komite Disiplin (Komdis) imbas kericuhan penonton pada laga pekan kelima Super League 2026-2027 kontra Persija Jakarta. Sanksi berat tersebut dijatuhkan lantaran pihak panpel dinilai lalai dalam menjalankan kewajiban menjaga keamanan serta ketertiban di area stadion.&#13;
&#13;
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (I.League), Ferry Paulus, mengonfirmasi keputusan Komdis tersebut dalam konferensi pers di Kantor I.League pada Rabu (21/10/2026). Dia menjelaskan, kelalaian panpel dalam mengantisipasi gangguan keamanan menjadi dasar penjatuhan sanksi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Panitia pelaksana pertandingan Persita ya di kompetisi Super League, diputuskan oleh Komdis pelanggaran sebesar denda Rp40 juta, di mana pelanggaran gagal menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban, keamanan, dan seterusnya,&amp;quot; kata Ferry saat menjelaskan keputusan Komdis dalam konferensi pers, Rabu (21/10/2026).&#13;
&#13;
Ferry mengungkapkan, kericuhan yang terjadi di tribune penonton sebenarnya dipicu persoalan sepele terkait spanduk. Meski demikian, insiden tersebut berdampak besar hingga membuat pertandingan harus dihentikan sementara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertandingan sebenarnya berjalan dengan lancar, baik. Tetapi terhenti di babak kedua karena memang ada keributan yang sebenarnya sepele persoalannya, hanya persoalan spanduk,&amp;rdquo; tutur Ferry.&#13;
&#13;
&#13;
Persita vs Persija (Andri Bagus)&#13;
&#13;
&#13;
1. Kronologi Insiden&#13;
&#13;
Kericuhan terjadi saat Persita menjamu Persija di Banten International Stadium (BIS), Serang, pada Sabtu (17/10/2026) lalu. Situasi memanas sejak jeda babak pertama dan membuat wasit bersama match commissioner menunda dimulainya babak kedua selama sekitar 31 menit.&#13;
&#13;
Pertandingan yang semestinya kembali bergulir pada pukul 20.00 WIB baru dilanjutkan pada pukul 20.31 WIB. Insiden tersebut menambah catatan buruk keamanan sepak bola nasional dalam dua pekan terakhir, setelah sebelumnya terjadi penyerangan terhadap bus tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 yang melibatkan oknum suporter Persija.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain panpel Persita, Komdis juga menjatuhkan sanksi kepada Persija dan pendukungnya. Persija dikenai denda klub sebesar Rp30 juta serta larangan kehadiran suporter dalam enam pertandingan tandang selama setengah musim kompetisi.&#13;
&#13;
2. Hukuman Tambahan&#13;
&#13;
Sementara itu, suporter Persija dijatuhi denda Rp60 juta akibat tiga kali penyalaan petasan dan pelemparan satu flare. Sanksi tersebut menambah konsekuensi dari pertandingan yang juga berakhir dengan kekalahan Persija dari Persita 2-3 setelah tuan rumah mencetak gol penentu pada menit kritis menit ke-90+5.&#13;
&#13;
&#13;
Persita Tangerang vs Persija Jakarta. (Foto: Instagram/persita.official)&#13;
&#13;
&#13;
I.League menaruh perhatian serius terhadap insiden tersebut di tengah upaya melonggarkan aturan kehadiran suporter tandang. Ferry menegaskan, kejadian ini harus menjadi evaluasi bagi seluruh klub dan penyelenggara agar pengawasan keamanan pertandingan diperketat demi mencegah kericuhan serupa terulang.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
