<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>The Jakmania Tegaskan Komitmen Kawal Kasus Penyerangan Bus Persib U-18, Pelaku Bakal Disanksi Berat!</title><description>The Jakmania berkomitmen mengawal kasus penyerangan bus Persib U-18.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/10/15/49/3248189/the-jakmania-tegaskan-komitmen-kawal-kasus-penyerangan-bus-persib-u-18-pelaku-bakal-disanksi-berat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/10/15/49/3248189/the-jakmania-tegaskan-komitmen-kawal-kasus-penyerangan-bus-persib-u-18-pelaku-bakal-disanksi-berat"/><item><title>The Jakmania Tegaskan Komitmen Kawal Kasus Penyerangan Bus Persib U-18, Pelaku Bakal Disanksi Berat!</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/10/15/49/3248189/the-jakmania-tegaskan-komitmen-kawal-kasus-penyerangan-bus-persib-u-18-pelaku-bakal-disanksi-berat</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/10/15/49/3248189/the-jakmania-tegaskan-komitmen-kawal-kasus-penyerangan-bus-persib-u-18-pelaku-bakal-disanksi-berat</guid><pubDate>Kamis 15 Oktober 2026 21:08 WIB</pubDate><dc:creator>Cikal Bintang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/15/49/3248189/the_jakmania_berkomitmen_mengawal_kasus_penyerangan_bus_persib_u_18-TjOe_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">The Jakmania berkomitmen mengawal kasus penyerangan bus Persib U-18 (Foto: Okezone/Cikal Bintang)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/15/49/3248189/the_jakmania_berkomitmen_mengawal_kasus_penyerangan_bus_persib_u_18-TjOe_large.jpg</image><title>The Jakmania berkomitmen mengawal kasus penyerangan bus Persib U-18 (Foto: Okezone/Cikal Bintang)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; The Jakmania berkomitmen mengawal kasus penyerangan rombongan bus Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18. Ketua Umum, Muhammad Aditya Putra, menegaskan bakal menjatuhkan sanksi untuk pelaku, terlepas hukuman dari pihak berwajib.&#13;
&#13;
Bus Persib U-18 diserang sejumlah oknum di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah pada Minggu 11 Oktober 2026 malam WIB. Insiden tersebut menyebabkan bus mengalami kerusakan, sejumlah koper milik rombongan dijarah, dan satu korban kekerasan fisik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Informasi awal menyebutkan bus Persib U-18 sedang dalam perjalanan pulang usai menghadapi Garuda United di Solo, Jawa Tengah dalam kompetisi EPA U-18. Rombongan tim kemudian bertemu dengan kelompok suporter rival di Rest Area KM 360 Batang.&#13;
&#13;
Bus Persib U-18 kemudian menjadi sasaran penyerangan sejumlah oknum suporter tersebut. Akibatnya, bus mengalami kerusakan serta sejumlah koper milik rombongan dijarah. Selain itu, media officer Persib Bandung untuk EPA, Pandu Persada, juga dikabarkan mengalami kekerasan fisik.&#13;
&#13;
1. Minta Maaf&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Aditya meminta maaf karena insiden tersebut terkait dengan The Jakmania. Ia menegaskan, selaku organisasi resmi pendukung Persija Jakarta, mereka berkomitmen mengawal kasus tersebut hingga tuntas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertama-tama&amp;nbsp;gua&amp;nbsp;ingin mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya untuk siapapun yang istilahnya terganggu atau marah dan sebagainya karena ulah dari teman-teman. Dan juga sekali lagi permohonan maaf untuk semua,&amp;quot; kata Aditya kepada awak media, termasuk Okezone, di Jakarta, Kamis (15/10/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk saat ini kami masih mengikuti pengembangan dari perkara ini. Karena setahu&amp;nbsp;gua&amp;nbsp;informasi yang&amp;nbsp;gua&amp;nbsp;dapat adalah ini masih dalam tahap penyelidikan, belum ada penetapan tersangka dan sebagainya. Dan&amp;nbsp;gua&amp;nbsp;rasa pengembangan ini masih sangat&amp;nbsp;gua&amp;nbsp;ikuti,&amp;quot; sambung pria berkacamata itu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebenarnya, pihak kepolisian telah menangkap salah satu pelaku berinisial BPA, yang merupakan warga Kota Bambu, Palmerah, Jakarta Barat. Aditya tak menutup kemungkinan ada tersangka lain.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena&amp;nbsp;gua&amp;nbsp;belum tahu nanti untuk ke depannya apakah akan bertambah lagi yang tersangka dan sebagainya. Jadi&amp;nbsp;gua&amp;nbsp;masih sangat menunggu, masih terus menunggu proses-prosesnya,&amp;quot; tutur Aditya.&#13;
&#13;
2. Cabut KTA&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sehubungan dengan itu, Aditya juga menegaskan pihaknya akan memberlakukan sanksi internal jika pelaku terbukti merupakan anggota resmi The Jakmania. Salah satunya adalah pencabutan Kartu Tanda Anggota (KTA).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau untuk anggota, ya pasti kami pencabutan KTA. Kalau untuk organisasi wilayahnya, ya kami bisa macam-macam sebenernya. Dari pembekuan, atau misalkan skorsing dan sebagainya,&amp;quot; ujar Aditya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi kami masih dalam penggodokan, karena kami masih menunggu dari pengembangan penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian, seperti itu,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; The Jakmania berkomitmen mengawal kasus penyerangan rombongan bus Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18. Ketua Umum, Muhammad Aditya Putra, menegaskan bakal menjatuhkan sanksi untuk pelaku, terlepas hukuman dari pihak berwajib.&#13;
&#13;
Bus Persib U-18 diserang sejumlah oknum di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah pada Minggu 11 Oktober 2026 malam WIB. Insiden tersebut menyebabkan bus mengalami kerusakan, sejumlah koper milik rombongan dijarah, dan satu korban kekerasan fisik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Informasi awal menyebutkan bus Persib U-18 sedang dalam perjalanan pulang usai menghadapi Garuda United di Solo, Jawa Tengah dalam kompetisi EPA U-18. Rombongan tim kemudian bertemu dengan kelompok suporter rival di Rest Area KM 360 Batang.&#13;
&#13;
Bus Persib U-18 kemudian menjadi sasaran penyerangan sejumlah oknum suporter tersebut. Akibatnya, bus mengalami kerusakan serta sejumlah koper milik rombongan dijarah. Selain itu, media officer Persib Bandung untuk EPA, Pandu Persada, juga dikabarkan mengalami kekerasan fisik.&#13;
&#13;
1. Minta Maaf&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Aditya meminta maaf karena insiden tersebut terkait dengan The Jakmania. Ia menegaskan, selaku organisasi resmi pendukung Persija Jakarta, mereka berkomitmen mengawal kasus tersebut hingga tuntas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertama-tama&amp;nbsp;gua&amp;nbsp;ingin mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya untuk siapapun yang istilahnya terganggu atau marah dan sebagainya karena ulah dari teman-teman. Dan juga sekali lagi permohonan maaf untuk semua,&amp;quot; kata Aditya kepada awak media, termasuk Okezone, di Jakarta, Kamis (15/10/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk saat ini kami masih mengikuti pengembangan dari perkara ini. Karena setahu&amp;nbsp;gua&amp;nbsp;informasi yang&amp;nbsp;gua&amp;nbsp;dapat adalah ini masih dalam tahap penyelidikan, belum ada penetapan tersangka dan sebagainya. Dan&amp;nbsp;gua&amp;nbsp;rasa pengembangan ini masih sangat&amp;nbsp;gua&amp;nbsp;ikuti,&amp;quot; sambung pria berkacamata itu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebenarnya, pihak kepolisian telah menangkap salah satu pelaku berinisial BPA, yang merupakan warga Kota Bambu, Palmerah, Jakarta Barat. Aditya tak menutup kemungkinan ada tersangka lain.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena&amp;nbsp;gua&amp;nbsp;belum tahu nanti untuk ke depannya apakah akan bertambah lagi yang tersangka dan sebagainya. Jadi&amp;nbsp;gua&amp;nbsp;masih sangat menunggu, masih terus menunggu proses-prosesnya,&amp;quot; tutur Aditya.&#13;
&#13;
2. Cabut KTA&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sehubungan dengan itu, Aditya juga menegaskan pihaknya akan memberlakukan sanksi internal jika pelaku terbukti merupakan anggota resmi The Jakmania. Salah satunya adalah pencabutan Kartu Tanda Anggota (KTA).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau untuk anggota, ya pasti kami pencabutan KTA. Kalau untuk organisasi wilayahnya, ya kami bisa macam-macam sebenernya. Dari pembekuan, atau misalkan skorsing dan sebagainya,&amp;quot; ujar Aditya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi kami masih dalam penggodokan, karena kami masih menunggu dari pengembangan penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian, seperti itu,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
