<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sekjen PSSI Kecam Penyerangan Bus Persib U-18: Tidak Masuk Akal!</title><description>PSSI mengecam keras aksi penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/10/14/49/3247584/sekjen-pssi-kecam-penyerangan-bus-persib-u-18-tidak-masuk-akal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/10/14/49/3247584/sekjen-pssi-kecam-penyerangan-bus-persib-u-18-tidak-masuk-akal"/><item><title>Sekjen PSSI Kecam Penyerangan Bus Persib U-18: Tidak Masuk Akal!</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/10/14/49/3247584/sekjen-pssi-kecam-penyerangan-bus-persib-u-18-tidak-masuk-akal</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/10/14/49/3247584/sekjen-pssi-kecam-penyerangan-bus-persib-u-18-tidak-masuk-akal</guid><pubDate>Rabu 14 Oktober 2026 01:35 WIB</pubDate><dc:creator>Cikal Bintang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/13/49/3247584/pssi_mengecam_keras_aksi_penyerangan_terhadap_rombongan_tim_elite_pro_academy-ncAR_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">PSSI mengecam keras aksi penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/13/49/3247584/pssi_mengecam_keras_aksi_penyerangan_terhadap_rombongan_tim_elite_pro_academy-ncAR_large.jpeg</image><title>PSSI mengecam keras aksi penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 (Foto: PSSI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PSSI mengecam keras aksi penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu 11 Oktober 2026 malam WIB. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Yunus Nusi menilai insiden itu tidak masuk akal.&#13;
&#13;
Insiden penyerangan dilaporkan menyebabkan seorang personel media Persib mengalami kekerasan fisik, bus mengalami kerusakan, serta sejumlah koper milik ofisial dan pemain diduga dijarah. Yunus, menyayangkan tindakan kekerasan yang menyasar rombongan pemain muda tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Keselamatan Jadi Prioritas Utama&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pria asal Gorontalo itu menegaskan, keselamatan seluruh insan sepakbola, mulai dari pemain, ofisial, pekerja media, perangkat pertandingan hingga suporter, harus menjadi prioritas utama. Yunus mengungkapkan, hal ini sejalan dengan komitmen Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;PSSI menegaskan keselamatan seluruh insan sepakbola, termasuk suporter tim nasional maupun klub, harus menjadi prioritas. Sejalan dengan komitmen bersama FIFA, setiap orang yang datang untuk menonton sepakbola harus dapat pulang ke rumah dengan selamat,&amp;rdquo; kata Yunus, dalam keterangan resmi PSSI, Rabu (14/10/2026).&#13;
&#13;
Yunus menilai penyerangan terhadap rombongan Persib U-18 sebagai tindakan yang sulit diterima akal sehat. Pasalnya, insiden tersebut menimpa para pemain muda yang tidak seharusnya menjadi sasaran rivalitas antarsuporter.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;PSSI sangat prihatin dan ini sesuatu hal yang sulit masuk di nalar akal sehat karena kejadian ini pertama menimpa anak-anak pemain muda, yaitu Elite Pro Akademi Persib Bandung. Anak-anak ini tidak tahu apa-apa tentang rivalitas,&amp;rdquo; tutur Yunus.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka murni bermain bola dengan semangat untuk kepentingan pribadi, kepentingan klub, dan kepentingan sepakbola nasional yang seharusnya dihargai oleh siapa pun, walaupun itu suporter lawan,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
2. Koordinasi&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
PSSI menyatakan akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Yunus juga mengecam keras tindakan para pelaku yang diduga melakukan kekerasan dan perusakan terhadap rombongan tim EPA Persib U-18.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sangat menyayangkan. Ini sudah tidak masuk akal, apa yang dilakukan oleh mereka-mereka ini dengan begitu ganasnya melakukan tindakan kriminal. PSSI akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap, mencari, menangkap, serta memberikan sanksi yang seberat-beratnya,&amp;rdquo; ujar Yunus.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Yunus, sepakbola seharusnya menjadi ruang yang aman bagi semua pihak tanpa memandang klub yang didukung. Setiap orang yang terlibat dalam kegiatan sepakbola maupun datang menyaksikan pertandingan harus dapat menjalankan aktivitasnya dan kembali ke rumah dengan selamat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau seperti ini ulah-ulah suporter, tidak akan ada damai di sepakbola kita. Bayangkan saja, anak-anak Elite Pro Akademi yang masih usia dini dibuat seperti ini oleh suporter. Kami sangat menyayangkan. Sampai kapan ini akan berakhir kalau kita tidak saling sadar? Untuk apa kita melakukan hal-hal seperti itu?&amp;rdquo; semburnya.&#13;
&#13;
3. Tindakan Tegas&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain meminta kepolisian mengusut kasus tersebut, PSSI juga mendorong operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru atau I.League, dan klub terkait mengambil tindakan tegas. Pengusutan diharapkan dapat mengungkap kronologi kejadian, mengidentifikasi pelaku, serta memastikan dugaan tindak pidana diproses sesuai hukum yang berlaku.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami juga berharap, ya, harus diakui rivalitas itu hanya 45 kali 2, itu pun cukup hanya ada di pemain. Suporter, ya, menang bersyukur, kalah harus diterima, dan tidak ada rivalitas yang ekstrem seperti ini,&amp;rdquo; kata Yunus.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami sangat menyayangkan hal ini terjadi. Sekali lagi kami mohon kepada pihak kepolisian untuk memberikan hukuman yang berat, menangkap mereka-mereka ini, dan memberikan hukuman yang seberat-beratnya,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PSSI mengecam keras aksi penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu 11 Oktober 2026 malam WIB. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Yunus Nusi menilai insiden itu tidak masuk akal.&#13;
&#13;
Insiden penyerangan dilaporkan menyebabkan seorang personel media Persib mengalami kekerasan fisik, bus mengalami kerusakan, serta sejumlah koper milik ofisial dan pemain diduga dijarah. Yunus, menyayangkan tindakan kekerasan yang menyasar rombongan pemain muda tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Keselamatan Jadi Prioritas Utama&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pria asal Gorontalo itu menegaskan, keselamatan seluruh insan sepakbola, mulai dari pemain, ofisial, pekerja media, perangkat pertandingan hingga suporter, harus menjadi prioritas utama. Yunus mengungkapkan, hal ini sejalan dengan komitmen Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;PSSI menegaskan keselamatan seluruh insan sepakbola, termasuk suporter tim nasional maupun klub, harus menjadi prioritas. Sejalan dengan komitmen bersama FIFA, setiap orang yang datang untuk menonton sepakbola harus dapat pulang ke rumah dengan selamat,&amp;rdquo; kata Yunus, dalam keterangan resmi PSSI, Rabu (14/10/2026).&#13;
&#13;
Yunus menilai penyerangan terhadap rombongan Persib U-18 sebagai tindakan yang sulit diterima akal sehat. Pasalnya, insiden tersebut menimpa para pemain muda yang tidak seharusnya menjadi sasaran rivalitas antarsuporter.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;PSSI sangat prihatin dan ini sesuatu hal yang sulit masuk di nalar akal sehat karena kejadian ini pertama menimpa anak-anak pemain muda, yaitu Elite Pro Akademi Persib Bandung. Anak-anak ini tidak tahu apa-apa tentang rivalitas,&amp;rdquo; tutur Yunus.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka murni bermain bola dengan semangat untuk kepentingan pribadi, kepentingan klub, dan kepentingan sepakbola nasional yang seharusnya dihargai oleh siapa pun, walaupun itu suporter lawan,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
2. Koordinasi&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
PSSI menyatakan akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Yunus juga mengecam keras tindakan para pelaku yang diduga melakukan kekerasan dan perusakan terhadap rombongan tim EPA Persib U-18.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sangat menyayangkan. Ini sudah tidak masuk akal, apa yang dilakukan oleh mereka-mereka ini dengan begitu ganasnya melakukan tindakan kriminal. PSSI akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap, mencari, menangkap, serta memberikan sanksi yang seberat-beratnya,&amp;rdquo; ujar Yunus.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Yunus, sepakbola seharusnya menjadi ruang yang aman bagi semua pihak tanpa memandang klub yang didukung. Setiap orang yang terlibat dalam kegiatan sepakbola maupun datang menyaksikan pertandingan harus dapat menjalankan aktivitasnya dan kembali ke rumah dengan selamat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau seperti ini ulah-ulah suporter, tidak akan ada damai di sepakbola kita. Bayangkan saja, anak-anak Elite Pro Akademi yang masih usia dini dibuat seperti ini oleh suporter. Kami sangat menyayangkan. Sampai kapan ini akan berakhir kalau kita tidak saling sadar? Untuk apa kita melakukan hal-hal seperti itu?&amp;rdquo; semburnya.&#13;
&#13;
3. Tindakan Tegas&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain meminta kepolisian mengusut kasus tersebut, PSSI juga mendorong operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru atau I.League, dan klub terkait mengambil tindakan tegas. Pengusutan diharapkan dapat mengungkap kronologi kejadian, mengidentifikasi pelaku, serta memastikan dugaan tindak pidana diproses sesuai hukum yang berlaku.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami juga berharap, ya, harus diakui rivalitas itu hanya 45 kali 2, itu pun cukup hanya ada di pemain. Suporter, ya, menang bersyukur, kalah harus diterima, dan tidak ada rivalitas yang ekstrem seperti ini,&amp;rdquo; kata Yunus.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami sangat menyayangkan hal ini terjadi. Sekali lagi kami mohon kepada pihak kepolisian untuk memberikan hukuman yang berat, menangkap mereka-mereka ini, dan memberikan hukuman yang seberat-beratnya,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
