<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Radja Nainggolan, Eks Pemain AS Roma yang Menyesal Tak Bela Indonesia</title><description>Kini, Radja Nainggolan mengaku memiliki pandangan berbeda mengenai kariernya di level internasional.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/10/13/51/3247640/kisah-radja-nainggolan-eks-pemain-as-roma-yang-menyesal-tak-bela-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/10/13/51/3247640/kisah-radja-nainggolan-eks-pemain-as-roma-yang-menyesal-tak-bela-indonesia"/><item><title>Kisah Radja Nainggolan, Eks Pemain AS Roma yang Menyesal Tak Bela Indonesia</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/10/13/51/3247640/kisah-radja-nainggolan-eks-pemain-as-roma-yang-menyesal-tak-bela-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/10/13/51/3247640/kisah-radja-nainggolan-eks-pemain-as-roma-yang-menyesal-tak-bela-indonesia</guid><pubDate>Selasa 13 Oktober 2026 18:26 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/13/51/3247640/radja_nainggolan-VZFQ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kisah Radja Nainggolan, Eks Pemain AS Roma yang Menyesal Tak Bela Indonesia (Dok UEFA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/13/51/3247640/radja_nainggolan-VZFQ_large.jpg</image><title>Kisah Radja Nainggolan, Eks Pemain AS Roma yang Menyesal Tak Bela Indonesia (Dok UEFA)</title></images><description>JAKARTA - Kisah Radja Nainggolan, eks pemain AS Roma yang menyesal tidak membela Timnas Indonesia menarik diulas. Radja mengakui penyesalan itu ketika dirinya sudah mendekati akhir karier sepak bolanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Karier Radja Nainggolan&#13;
&#13;
Radja Nainggolan merupakan pesepakbola yang memiliki darah Indonesia dan Belgia. Ia memiliki darah Indonesia dari sang ayah, sedangkan ibunya dari Belgia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Nama Radja Nainggolan mulai bersinar ketika membela klub Serie B Liga Italia, Piacenza. Di klub yang juga pernah diperkuat Filipo Inzaghi itu ia mendapatkan jam terbang hingga dilirik Timnas Belgia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pelatih sementara Timnas Belgia saat itu, Frank Vercauteren, memanggil Radja Nainggolan untuk memperkuat Timnas Belgia dan debut pada 29 Mei 2009.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Radja Nainggolan (HLN)&#13;
&#13;
&#13;
Sejalan dengan itu, Radja Nainggolan terus berkembang dengan pindah ke klub Serie A Liga Italia Cagliari pada 2010. Ia berhasil bermain konsisten di Cagliari selama 4 tahun kemudian pindah ke AS Roma.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selang 4 tahun kemudian, ia pindah ke Inter Milan pada 2018. Namun, performanya perlahan mulai menurun hingga semasa membela Inter Milan ia sering dipinjamkan ke Cagliari. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, karier internasionalnya bersama Timnas Belgia mulai tersendat saat ditangani Roberto Martinez pada 2016. Padahal, saat itu Radja Nainggolan berada dalam usia matang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, tak dipungkiri, saat itu Timnas Belgia tengah memasuki generasi emas dengan sederet pemain bintang, seperti Thibaut Courtois, Kevin De Bruyne, Eden Hazard, Marouane Fellaini, hingga Romelu Lukaku.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Menyesal Tak Bela Timnas&#13;
&#13;
Kini, Radja Nainggolan mengaku memiliki pandangan berbeda mengenai kariernya di level internasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat muda, saya tidak memikirkan hal itu (membela Timnas Indonesia). Namun, sekarang di usia 38 tahun saya melihat banyak hal berbeda,&amp;rdquo; kata Radja Nainggolan, melansir Nieuwsblad, Selasa (13/10/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia mengaku, seandanya memilih skuad Garuda, kariernya di level internasional bisa lebih panjang hingga belasan tahun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terlebih setelah memilih Timnas Belgia dan bermain di bawah Roberto Martinez. Mungkin jika saya memilih Indonesia, saya bisa 15 tahun membela tim nasional mereka,&amp;rdquo; ujar Radja Nainggolan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Radja Nainggolan menilai masyarakat Indonesia sangat antusias dengan sepak bola. Bajhkan, stadion penuh sesak oleh puluhan ribu penonton ketika Timnas Indonesia bermain.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masih hangat dalam ingatan ketika 70 orang memadati stadion ketika Timnas Indonesia melawan Vietnam dan Irak. Begitu fanatiknya orang di sana. Uang juga bertebaran,&amp;rdquo; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, nasi sudah menjadi bubur. Radja Nainggolan sudah tak bisa lagi membela Timnas Indonesia. Ia hanya berkesempatan membela klub Liga 1, Bhayangkara FC, di paruh kedua musim 2023-2024.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kisah Radja Nainggolan, eks pemain AS Roma yang menyesal tidak membela Timnas Indonesia menarik diulas. Radja mengakui penyesalan itu ketika dirinya sudah mendekati akhir karier sepak bolanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Karier Radja Nainggolan&#13;
&#13;
Radja Nainggolan merupakan pesepakbola yang memiliki darah Indonesia dan Belgia. Ia memiliki darah Indonesia dari sang ayah, sedangkan ibunya dari Belgia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Nama Radja Nainggolan mulai bersinar ketika membela klub Serie B Liga Italia, Piacenza. Di klub yang juga pernah diperkuat Filipo Inzaghi itu ia mendapatkan jam terbang hingga dilirik Timnas Belgia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pelatih sementara Timnas Belgia saat itu, Frank Vercauteren, memanggil Radja Nainggolan untuk memperkuat Timnas Belgia dan debut pada 29 Mei 2009.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Radja Nainggolan (HLN)&#13;
&#13;
&#13;
Sejalan dengan itu, Radja Nainggolan terus berkembang dengan pindah ke klub Serie A Liga Italia Cagliari pada 2010. Ia berhasil bermain konsisten di Cagliari selama 4 tahun kemudian pindah ke AS Roma.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selang 4 tahun kemudian, ia pindah ke Inter Milan pada 2018. Namun, performanya perlahan mulai menurun hingga semasa membela Inter Milan ia sering dipinjamkan ke Cagliari. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, karier internasionalnya bersama Timnas Belgia mulai tersendat saat ditangani Roberto Martinez pada 2016. Padahal, saat itu Radja Nainggolan berada dalam usia matang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, tak dipungkiri, saat itu Timnas Belgia tengah memasuki generasi emas dengan sederet pemain bintang, seperti Thibaut Courtois, Kevin De Bruyne, Eden Hazard, Marouane Fellaini, hingga Romelu Lukaku.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Menyesal Tak Bela Timnas&#13;
&#13;
Kini, Radja Nainggolan mengaku memiliki pandangan berbeda mengenai kariernya di level internasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat muda, saya tidak memikirkan hal itu (membela Timnas Indonesia). Namun, sekarang di usia 38 tahun saya melihat banyak hal berbeda,&amp;rdquo; kata Radja Nainggolan, melansir Nieuwsblad, Selasa (13/10/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia mengaku, seandanya memilih skuad Garuda, kariernya di level internasional bisa lebih panjang hingga belasan tahun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terlebih setelah memilih Timnas Belgia dan bermain di bawah Roberto Martinez. Mungkin jika saya memilih Indonesia, saya bisa 15 tahun membela tim nasional mereka,&amp;rdquo; ujar Radja Nainggolan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Radja Nainggolan menilai masyarakat Indonesia sangat antusias dengan sepak bola. Bajhkan, stadion penuh sesak oleh puluhan ribu penonton ketika Timnas Indonesia bermain.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masih hangat dalam ingatan ketika 70 orang memadati stadion ketika Timnas Indonesia melawan Vietnam dan Irak. Begitu fanatiknya orang di sana. Uang juga bertebaran,&amp;rdquo; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, nasi sudah menjadi bubur. Radja Nainggolan sudah tak bisa lagi membela Timnas Indonesia. Ia hanya berkesempatan membela klub Liga 1, Bhayangkara FC, di paruh kedua musim 2023-2024.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
