<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Adu Skuad Termahal Timnas Indonesia dengan Bangladesh, bak Bumi dan Langit?</title><description>Adu Skuad Termahal Timnas Indonesia dengan Bangladesh, bak Bumi dan Langit?&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/10/01/51/3245327/adu-skuad-termahal-timnas-indonesia-dengan-bangladesh-bak-bumi-dan-langit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/10/01/51/3245327/adu-skuad-termahal-timnas-indonesia-dengan-bangladesh-bak-bumi-dan-langit"/><item><title>Adu Skuad Termahal Timnas Indonesia dengan Bangladesh, bak Bumi dan Langit?</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/10/01/51/3245327/adu-skuad-termahal-timnas-indonesia-dengan-bangladesh-bak-bumi-dan-langit</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/10/01/51/3245327/adu-skuad-termahal-timnas-indonesia-dengan-bangladesh-bak-bumi-dan-langit</guid><pubDate>Kamis 01 Oktober 2026 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Rivan Nasri Rachman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/01/51/3245327/timnas_indonesia-IHZ8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Timnas Indonesia siap lawan Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/01/51/3245327/timnas_indonesia-IHZ8_large.jpg</image><title>Timnas Indonesia siap lawan Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)</title></images><description>JELANG laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, duel menarik tersaji antara Timnas Indonesia vs Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026) pukul 19.30 WIB. Pertandingan ini bukan sekadar soal perebutan tiket ke final, tetapi juga memperlihatkan perbandingan kekuatan nilai skuad yang sangat jomplang.&#13;
&#13;
Skuad Garuda datang dengan status mentereng sebagai pemilik nilai pasar tertinggi di turnamen ini. Berdasarkan data dari Transfermarkt, total nilai pasar skuad asuhan John Herdman mencapai Rp396,9 miliar.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dominasi nilai pasar Timnas Indonesia sebagian besar disokong oleh para pemain abroad yang berkarier di kompetisi top Eropa. Nama-nama beken seperti Kevin Diks, Emil Audero, Calvin Verdonk, hingga Maarten Paes menjadi motor penggerak tingginya valuasi skuad Merah Putih.&#13;
&#13;
Bahkan, potensi nilai pasar Timnas Indonesia sejatinya bisa melambung lebih tinggi jika kapten tim, Jay Idzes, tidak harus absen akibat cedera. Di kubu seberang, Bangladesh hadir dengan total nilai skuad mencaai Rp116,2 miliar, itu berart hanya sekira sepertiga dari total nilai keseluruhan Timnas Indonesia.&#13;
&#13;
&#13;
Susunan pemain Timnas Indonesia vs Timnas Malaysia (Foto: Okezone/Isra Triansyah)&#13;
&#13;
&#13;
1. Kekuatan Individu&#13;
&#13;
Kendati perbandingan nilainya ibarat bumi dan langit, Bangladesh tetap memiliki amunisi yang patut diwaspadai. Tim berjuluk Harimau Bengal ini diperkuat oleh lima pemain yang merumput di luar negeri, termasuk gelandang andalan mereka yang membela klub Inggris Sheffield United, Hamza Choudhury.&#13;
&#13;
Hamza Choudhury dinobatkan sebagai pemain termahal di kubu Bangladesh dengan taksiran nilai pasar mencapai Rp69,53 miliar. Sayangnya, kesenjangan nilai pasar antar-pemain di skuad Bangladesh terlihat cukup timpang jika dibandingkan dengan pemain kedua mereka, seperti Rakib Hossain dan Mohammad Ridoy.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Timnas Indonesia Incar Kemenangan&#13;
&#13;
Mewahnya komposisi Skuad Garuda yang dihuni pemain jebolan liga top Jerman, Belanda, hingga Italia turut memantik pengakuan dari pelatih Bangladesh, Thomas Dooley. Ia secara terbuka memuji kualitas Timnas Indonesia yang dinilai jauh lebih kuat dan berbeda dibandingkan pertemuan-pertemuan kedua tim di masa lalu.&#13;
&#13;
&#13;
Timnas Bangladesh (Foto: FIFA)&#13;
&#13;
&#13;
Dari segi kepentingan di lapangan, kedua tim membawa misi yang bertolak belakang. Bangladesh sudah dipastikan tersingkir setelah menelan dua kekalahan beruntun, sementara Timnas Indonesia memburu kemenangan demi menjaga asa lolos ke final dengan syarat Malaysia tertahan oleh Singapura.&#13;
&#13;
Secara atas kertas maupun valuasi pasar, Timnas Indonesia jelas diunggulkan untuk memenangkan laga. Kendati demikian, perjuangan di atas lapangan hijau tetap menuntut konsentrasi penuh dari skuad Garuda untuk mengamankan hasil manis di kandang sendiri.&#13;
</description><content:encoded>JELANG laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, duel menarik tersaji antara Timnas Indonesia vs Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026) pukul 19.30 WIB. Pertandingan ini bukan sekadar soal perebutan tiket ke final, tetapi juga memperlihatkan perbandingan kekuatan nilai skuad yang sangat jomplang.&#13;
&#13;
Skuad Garuda datang dengan status mentereng sebagai pemilik nilai pasar tertinggi di turnamen ini. Berdasarkan data dari Transfermarkt, total nilai pasar skuad asuhan John Herdman mencapai Rp396,9 miliar.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dominasi nilai pasar Timnas Indonesia sebagian besar disokong oleh para pemain abroad yang berkarier di kompetisi top Eropa. Nama-nama beken seperti Kevin Diks, Emil Audero, Calvin Verdonk, hingga Maarten Paes menjadi motor penggerak tingginya valuasi skuad Merah Putih.&#13;
&#13;
Bahkan, potensi nilai pasar Timnas Indonesia sejatinya bisa melambung lebih tinggi jika kapten tim, Jay Idzes, tidak harus absen akibat cedera. Di kubu seberang, Bangladesh hadir dengan total nilai skuad mencaai Rp116,2 miliar, itu berart hanya sekira sepertiga dari total nilai keseluruhan Timnas Indonesia.&#13;
&#13;
&#13;
Susunan pemain Timnas Indonesia vs Timnas Malaysia (Foto: Okezone/Isra Triansyah)&#13;
&#13;
&#13;
1. Kekuatan Individu&#13;
&#13;
Kendati perbandingan nilainya ibarat bumi dan langit, Bangladesh tetap memiliki amunisi yang patut diwaspadai. Tim berjuluk Harimau Bengal ini diperkuat oleh lima pemain yang merumput di luar negeri, termasuk gelandang andalan mereka yang membela klub Inggris Sheffield United, Hamza Choudhury.&#13;
&#13;
Hamza Choudhury dinobatkan sebagai pemain termahal di kubu Bangladesh dengan taksiran nilai pasar mencapai Rp69,53 miliar. Sayangnya, kesenjangan nilai pasar antar-pemain di skuad Bangladesh terlihat cukup timpang jika dibandingkan dengan pemain kedua mereka, seperti Rakib Hossain dan Mohammad Ridoy.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Timnas Indonesia Incar Kemenangan&#13;
&#13;
Mewahnya komposisi Skuad Garuda yang dihuni pemain jebolan liga top Jerman, Belanda, hingga Italia turut memantik pengakuan dari pelatih Bangladesh, Thomas Dooley. Ia secara terbuka memuji kualitas Timnas Indonesia yang dinilai jauh lebih kuat dan berbeda dibandingkan pertemuan-pertemuan kedua tim di masa lalu.&#13;
&#13;
&#13;
Timnas Bangladesh (Foto: FIFA)&#13;
&#13;
&#13;
Dari segi kepentingan di lapangan, kedua tim membawa misi yang bertolak belakang. Bangladesh sudah dipastikan tersingkir setelah menelan dua kekalahan beruntun, sementara Timnas Indonesia memburu kemenangan demi menjaga asa lolos ke final dengan syarat Malaysia tertahan oleh Singapura.&#13;
&#13;
Secara atas kertas maupun valuasi pasar, Timnas Indonesia jelas diunggulkan untuk memenangkan laga. Kendati demikian, perjuangan di atas lapangan hijau tetap menuntut konsentrasi penuh dari skuad Garuda untuk mengamankan hasil manis di kandang sendiri.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
