<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Gentar Dibebani Target Menang Besar atas Bangladesh, John Herdman Anggap Tekanan sebagai Hak Istimewa</title><description>John Herdman mengungkapkan, tekanan dalam pertandingan sepak bola merupakan sebuah keistimewaan.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/10/01/51/3245237/tak-gentar-dibebani-target-menang-besar-atas-bangladesh-john-herdman-anggap-tekanan-sebagai-hak-istimewa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/10/01/51/3245237/tak-gentar-dibebani-target-menang-besar-atas-bangladesh-john-herdman-anggap-tekanan-sebagai-hak-istimewa"/><item><title>Tak Gentar Dibebani Target Menang Besar atas Bangladesh, John Herdman Anggap Tekanan sebagai Hak Istimewa</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/10/01/51/3245237/tak-gentar-dibebani-target-menang-besar-atas-bangladesh-john-herdman-anggap-tekanan-sebagai-hak-istimewa</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/10/01/51/3245237/tak-gentar-dibebani-target-menang-besar-atas-bangladesh-john-herdman-anggap-tekanan-sebagai-hak-istimewa</guid><pubDate>Kamis 01 Oktober 2026 09:06 WIB</pubDate><dc:creator>Niko Prayoga </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/01/51/3245237/john_herdman-lz9a_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tak Gentar Dibebani Target Menang Besar atas Bangladesh, John Herdman Anggap Tekanan sebagai Hak Istimewa (Niko Prayoga)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/01/51/3245237/john_herdman-lz9a_large.jpeg</image><title>Tak Gentar Dibebani Target Menang Besar atas Bangladesh, John Herdman Anggap Tekanan sebagai Hak Istimewa (Niko Prayoga)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan tim asuhannya tidak terbebani dengan tekanan jelang laga terakhir babak grup FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Bangladesh. John Herdman justru menganggap tekanan itu sebagai hak istimewa bagi Skuad Garuda.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pertandingan penentuan itu bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Kamis (1/10/2026). Timnas Indonesia tak hanya dituntut memenangi pertandingan, tapi juga harus bisa menang dengan skor besar. Hal ini lantaran Skuat Garuda berada di posisi 2 klasemen sementara Grup A. Meski memiliki 4 poin sama seperti Timnas Malaysia, Timnas Indonesia kalah selisih gol.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Tak Tertekan&#13;
&#13;
John Herdman mengungkapkan, tekanan dalam pertandingan sepak bola merupakan sebuah keistimewaan. Terlebih, banyak pemain yang sebelumnya sudah terbiasa bertanding di kompetisi Eropa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tekanan bagi tim ini adalah sebuah hak istimewa. Itulah yang mereka lakukan setiap minggu. Mereka bermain di depan penonton besar dan momen-momen besar, kompetisi Eropa. Maksud saya, itulah keindahan dari tim ini. Mereka pernah berada di sana, mereka pernah mengalaminya. Seperti yang saya katakan, mereka beradaptasi dengan kondisi yang ada,&amp;quot; ujar Herdman di Jakarta, kemarin malam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
John Herdman&#13;
&#13;
&#13;
Pelatih asal Inggris tersebut menambahkan, masa transisi dan adaptasi gaya permainan yang diusungnya bersama Timnas Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Pendekatan taktis yang fleksibel menjadi kunci utama dalam menjaga ritme permainan di atas lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka masih beradaptasi dengan kondisi di sini. Itu adalah bagian besar dari evolusi tim ini. Saya terus mengatakan bahwa kami bisa bertahan dalam pertandingan. Kami bisa membawa identitas menyerang. Kami bisa membawa identitas agresif untuk periode tertentu,&amp;quot; tutur John Herdman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lalu kami harus menurunkan tempo karena para pemain harus menurunkan beban, dan kemudian kami harus menyerang lagi. Itulah yang sedang kami pelajari. Hanya ritme konstan bermain di Indonesia, gaya yang lebih agresif dan berani menekan ke depan,&amp;quot; tambah Herdman.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Incar Banyak Gol&#13;
&#13;
Situasi di babak penyisihan kelompok mendesak Indonesia untuk meraih hasil maksimal. Skuad Garuda wajib mengunci kemenangan dengan selisih gol lebih banyak untuk mengamankan posisi klasemen, terlebih setelah pada pertandingan sebelumnya Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Malaysia.&#13;
&#13;
Menurut Herdman, meraih kemenangan tidak hanya berfokus pada bertahan agar tidak kebobolan, tetapi juga bagaimana tim berani tampil menyerang dan memanfaatkan peluang secara maksimal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya pikir itulah bagian yang menyenangkan. Maksud saya, Anda lebih memilih memasuki pertandingan dengan pola pikir mencetak gol atau tidak kebobolan? Jadi, saya pikir ada kesempatan besar bagi kami. Kami tahu apa yang harus kami lakukan, takdir ada di tangan kami sendiri. Jika saya seorang pesepak bola, saya ingin berada di ruang ganti yang bertekad mencetak gol terbanyak. Itulah inti dari permainan ini, dan itulah yang paling dinikmati para pemain,&amp;quot; jelas dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia juga meminta para pemain untuk mempertahankan kedisiplinan serta fokus tinggi yang sempat ditunjukkan pada laga sebelumnya, terutama saat mengawal lini pertahanan di menit-menit krusial.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Seperti yang saya katakan kepada para pemain, jika mereka membawa intensitas yang mereka tunjukkan untuk menjaga gawang tetap tidak kebobolan di 60 menit terakhir pertandingan itu, 20 menit terakhir, mereka berjuang habis-habisan untuk negara mereka di garis pertahanan di dalam kotak penalti jika mereka membawa fokus intensitas itu ke bagian mencetak gol, bagian menyerang kami cukup bagus. Kami cukup berbakat untuk menyelesaikan tugas ini,&amp;quot; pungkas Herdman.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan tim asuhannya tidak terbebani dengan tekanan jelang laga terakhir babak grup FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Bangladesh. John Herdman justru menganggap tekanan itu sebagai hak istimewa bagi Skuad Garuda.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pertandingan penentuan itu bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Kamis (1/10/2026). Timnas Indonesia tak hanya dituntut memenangi pertandingan, tapi juga harus bisa menang dengan skor besar. Hal ini lantaran Skuat Garuda berada di posisi 2 klasemen sementara Grup A. Meski memiliki 4 poin sama seperti Timnas Malaysia, Timnas Indonesia kalah selisih gol.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Tak Tertekan&#13;
&#13;
John Herdman mengungkapkan, tekanan dalam pertandingan sepak bola merupakan sebuah keistimewaan. Terlebih, banyak pemain yang sebelumnya sudah terbiasa bertanding di kompetisi Eropa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tekanan bagi tim ini adalah sebuah hak istimewa. Itulah yang mereka lakukan setiap minggu. Mereka bermain di depan penonton besar dan momen-momen besar, kompetisi Eropa. Maksud saya, itulah keindahan dari tim ini. Mereka pernah berada di sana, mereka pernah mengalaminya. Seperti yang saya katakan, mereka beradaptasi dengan kondisi yang ada,&amp;quot; ujar Herdman di Jakarta, kemarin malam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
John Herdman&#13;
&#13;
&#13;
Pelatih asal Inggris tersebut menambahkan, masa transisi dan adaptasi gaya permainan yang diusungnya bersama Timnas Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Pendekatan taktis yang fleksibel menjadi kunci utama dalam menjaga ritme permainan di atas lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka masih beradaptasi dengan kondisi di sini. Itu adalah bagian besar dari evolusi tim ini. Saya terus mengatakan bahwa kami bisa bertahan dalam pertandingan. Kami bisa membawa identitas menyerang. Kami bisa membawa identitas agresif untuk periode tertentu,&amp;quot; tutur John Herdman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lalu kami harus menurunkan tempo karena para pemain harus menurunkan beban, dan kemudian kami harus menyerang lagi. Itulah yang sedang kami pelajari. Hanya ritme konstan bermain di Indonesia, gaya yang lebih agresif dan berani menekan ke depan,&amp;quot; tambah Herdman.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Incar Banyak Gol&#13;
&#13;
Situasi di babak penyisihan kelompok mendesak Indonesia untuk meraih hasil maksimal. Skuad Garuda wajib mengunci kemenangan dengan selisih gol lebih banyak untuk mengamankan posisi klasemen, terlebih setelah pada pertandingan sebelumnya Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Malaysia.&#13;
&#13;
Menurut Herdman, meraih kemenangan tidak hanya berfokus pada bertahan agar tidak kebobolan, tetapi juga bagaimana tim berani tampil menyerang dan memanfaatkan peluang secara maksimal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya pikir itulah bagian yang menyenangkan. Maksud saya, Anda lebih memilih memasuki pertandingan dengan pola pikir mencetak gol atau tidak kebobolan? Jadi, saya pikir ada kesempatan besar bagi kami. Kami tahu apa yang harus kami lakukan, takdir ada di tangan kami sendiri. Jika saya seorang pesepak bola, saya ingin berada di ruang ganti yang bertekad mencetak gol terbanyak. Itulah inti dari permainan ini, dan itulah yang paling dinikmati para pemain,&amp;quot; jelas dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia juga meminta para pemain untuk mempertahankan kedisiplinan serta fokus tinggi yang sempat ditunjukkan pada laga sebelumnya, terutama saat mengawal lini pertahanan di menit-menit krusial.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Seperti yang saya katakan kepada para pemain, jika mereka membawa intensitas yang mereka tunjukkan untuk menjaga gawang tetap tidak kebobolan di 60 menit terakhir pertandingan itu, 20 menit terakhir, mereka berjuang habis-habisan untuk negara mereka di garis pertahanan di dalam kotak penalti jika mereka membawa fokus intensitas itu ke bagian mencetak gol, bagian menyerang kami cukup bagus. Kami cukup berbakat untuk menyelesaikan tugas ini,&amp;quot; pungkas Herdman.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
