<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Si Jalak Harupat Dipilih Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026 ketimbang Stadion GBLA</title><description>Stadion si Jalak Harupat lebih dipilih sebagai venue FIFA ASEAN Cup 2026 ketimbang Gelora Bandung Lautan Api.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/09/24/51/3243947/alasan-si-jalak-harupat-dipilih-jadi-venue-fifa-asean-cup-2026-ketimbang-stadion-gbla</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/09/24/51/3243947/alasan-si-jalak-harupat-dipilih-jadi-venue-fifa-asean-cup-2026-ketimbang-stadion-gbla"/><item><title>Alasan Si Jalak Harupat Dipilih Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026 ketimbang Stadion GBLA</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/09/24/51/3243947/alasan-si-jalak-harupat-dipilih-jadi-venue-fifa-asean-cup-2026-ketimbang-stadion-gbla</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/09/24/51/3243947/alasan-si-jalak-harupat-dipilih-jadi-venue-fifa-asean-cup-2026-ketimbang-stadion-gbla</guid><pubDate>Kamis 24 September 2026 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Agi Ilman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/24/51/3243947/stadion_si_jalak_harupat_lebih_dipilih_sebagai_venue_fifa_asean_cup_2026_ketimbang_gelora_bandung_lautan_api-z8p9_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkap alasan Stadion si Jalak Harupat lebih dipilih sebagai venue FIFA ASEAN Cup 2026 ketimbang GBLA (Foto: Okezone/Agi Ilman)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/24/51/3243947/stadion_si_jalak_harupat_lebih_dipilih_sebagai_venue_fifa_asean_cup_2026_ketimbang_gelora_bandung_lautan_api-z8p9_large.jpeg</image><title>Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkap alasan Stadion si Jalak Harupat lebih dipilih sebagai venue FIFA ASEAN Cup 2026 ketimbang GBLA (Foto: Okezone/Agi Ilman)</title></images><description>BANDUNG &amp;ndash; Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkap alasan pemilihan Stadion si Jalak Harupat (SJH) sebagai venue FIFA ASEAN Cup 2026 ketimbang Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Ia menegaskan kewenangan itu tidak ada di federasi.&#13;
&#13;
Indonesia akan menjadi tuan rumah Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026. Grup A digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Sementara, Grup B dimainkan di SJH, Bandung, Jawa Barat.&#13;
&#13;
1. Penilaian FIFA&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Erick menjelaskan, pemilihan stadion berkaitan dengan kesiapan fasilitas dan penilaian dari FIFA. Menurutnya, SJH telah memiliki pengalaman menggelar sejumlah ajang internasional, salah satunya Piala Dunia U-17 2023.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan itu penilainya tidak dari kami, tapi dari FIFA,&amp;rdquo; kata Erick saat meninjau SJH di Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, pria yang juga Menpora RI itu menilai SJH telah memiliki fasilitas berstandar internasional. Salah satu aspek yang menjadi perhatiannya adalah kondisi ruang ganti pemain yang tersedia di stadion.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena kalau kita lihat ruang ganti ada empat dalam kondisi yang baik. Nah, ini yang kami akan terus jaga,&amp;rdquo;&amp;nbsp;tegas Erick.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Kelanjutan&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Erick menegaskan, pembangunan dan pengembangan stadion oleh pemerintah pusat maupun daerah perlu dibarengi dengan keberlanjutan pemanfaatannya. Dengan begitu, fasilitas yang telah dibangun dapat terus mendukung perkembangan sepakbola nasional.&#13;
&#13;
Erick membuka peluang Stadion si Jalak Harupat kembali menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan internasional. Setengah berkelakar, ia berharap masyarakat tidak kaget jika hal itu terjadi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bagaimana ketika pemerintah pusat atau pemerintah daerah berinvestasi di sepakbola atau di stadion ini, ya perlu ada kelanjutan daripada programnya atau pertandingan-pertandingannya,&amp;rdquo; kata Erick.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Makanya kami hadir di sini. Jadi jangan kaget kalau ada event-event internasional dibawa ke sini lagi,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>BANDUNG &amp;ndash; Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkap alasan pemilihan Stadion si Jalak Harupat (SJH) sebagai venue FIFA ASEAN Cup 2026 ketimbang Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Ia menegaskan kewenangan itu tidak ada di federasi.&#13;
&#13;
Indonesia akan menjadi tuan rumah Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026. Grup A digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Sementara, Grup B dimainkan di SJH, Bandung, Jawa Barat.&#13;
&#13;
1. Penilaian FIFA&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Erick menjelaskan, pemilihan stadion berkaitan dengan kesiapan fasilitas dan penilaian dari FIFA. Menurutnya, SJH telah memiliki pengalaman menggelar sejumlah ajang internasional, salah satunya Piala Dunia U-17 2023.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan itu penilainya tidak dari kami, tapi dari FIFA,&amp;rdquo; kata Erick saat meninjau SJH di Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, pria yang juga Menpora RI itu menilai SJH telah memiliki fasilitas berstandar internasional. Salah satu aspek yang menjadi perhatiannya adalah kondisi ruang ganti pemain yang tersedia di stadion.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena kalau kita lihat ruang ganti ada empat dalam kondisi yang baik. Nah, ini yang kami akan terus jaga,&amp;rdquo;&amp;nbsp;tegas Erick.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Kelanjutan&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Erick menegaskan, pembangunan dan pengembangan stadion oleh pemerintah pusat maupun daerah perlu dibarengi dengan keberlanjutan pemanfaatannya. Dengan begitu, fasilitas yang telah dibangun dapat terus mendukung perkembangan sepakbola nasional.&#13;
&#13;
Erick membuka peluang Stadion si Jalak Harupat kembali menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan internasional. Setengah berkelakar, ia berharap masyarakat tidak kaget jika hal itu terjadi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bagaimana ketika pemerintah pusat atau pemerintah daerah berinvestasi di sepakbola atau di stadion ini, ya perlu ada kelanjutan daripada programnya atau pertandingan-pertandingannya,&amp;rdquo; kata Erick.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Makanya kami hadir di sini. Jadi jangan kaget kalau ada event-event internasional dibawa ke sini lagi,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
