<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>28 Klub Indonesia Masih Tunggak Gaji Pemain, Totalnya Capai Rp14,8 Miliar</title><description>Kasus tersebut melibatkan klub dari Liga 1 Indonesia atau Super League hingga Liga 4.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/09/01/49/3239398/28-klub-indonesia-masih-tunggak-gaji-pemain-totalnya-capai-rp14-8-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/09/01/49/3239398/28-klub-indonesia-masih-tunggak-gaji-pemain-totalnya-capai-rp14-8-miliar"/><item><title>28 Klub Indonesia Masih Tunggak Gaji Pemain, Totalnya Capai Rp14,8 Miliar</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/09/01/49/3239398/28-klub-indonesia-masih-tunggak-gaji-pemain-totalnya-capai-rp14-8-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/09/01/49/3239398/28-klub-indonesia-masih-tunggak-gaji-pemain-totalnya-capai-rp14-8-miliar</guid><pubDate>Selasa 01 September 2026 09:20 WIB</pubDate><dc:creator>Cikal Bintang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/01/49/3239398/legal_appi_mohammad_agus_riza_hufaida-jAE7_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">28 Klub Indonesia Masih Tunggak Gaji Pemain, Totalnya Capai Rp14,8 Miliar (Cikal Bintang)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/01/49/3239398/legal_appi_mohammad_agus_riza_hufaida-jAE7_large.jpg</image><title>28 Klub Indonesia Masih Tunggak Gaji Pemain, Totalnya Capai Rp14,8 Miliar (Cikal Bintang)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) mencatat tunggakan gaji pemain masih terjadi di sepak bola Indonesia. Sebanyak 28 klub dari berbagai kasta kompetisi dilaporkan masih memiliki tunggakan gaji dengan total nilai mencapai Rp14,8 miliar.&#13;
&#13;
1. 28 Klub Tunggak Gaji Pemain&#13;
&#13;
Kasus tersebut melibatkan klub dari Liga 1 Indonesia atau Super League hingga Liga 4. Total terdapat 303 pemain yang haknya masih berkaitan dengan laporan maupun putusan yang belum dilaksanakan.&#13;
&#13;
Legal APPI, Mohammad Agus Riza Hufaida, menyebutkan banyak klub bermasalah dengan tunggakan gaji. Klub itu di antaranya PSM Makassar, Semen Padang, PSMS Medan, Persiku Kudus, PSIS Semarang, RANS FC, Sriwijaya FC, dan Persikota Tangerang.&#13;
&#13;
Kemudian ada Persinab Sang Maestro, Persipa Pati, Persitara Jakarta Utara, Persibo Bojonegoro, Persekat Tegal, Persiwa Wamena, Persid Jember, PS Siak, Bantul United, PSM Madiun, Depok Raya FC, Kalteng Putra, Pakuan City, Persewar Waropen, Persikab Kabupaten Bandung, PSGJ Cirebon, Persikabo 1973, dan terakhir Waanal Brother FC.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini pada saat ini di APPI, total kasus yang ada di kita, baik dari laporan maupun sampai putusan NDRC tapi belum dilaksanakan, itu total ada 28 klub. Ya, dengan total 303 pemain. Itu dari Liga 1 sampai Liga 4 dengan total nilai keseluruhan Rp14 miliar 800 juta sekian,&amp;quot; kata Riza dalam acara diskusi di Kantor I.League, Jakarta, Senin (31/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
Legal APPI Mohammad Agus Riza Hufaida (Cikal Bintang)&#13;
&#13;
&#13;
Riza berharap seluruh persoalan mengenai tunggakan gaji pemain dapat segera diselesaikan oleh klub terkait. Menurutnya, pembayaran tersebut merupakan hak yang seharusnya diterima para pesepak bola profesional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hak pemain ini, ya kalau ada hadis yang bilang bahwa bayarlah upah pekerja sebelum keringatnya kering,&amp;quot; ucap Riza.&#13;
&#13;
APPI juga berharap masalah serupa tidak kembali terjadi pada kompetisi musim mendatang, khususnya di kasta tertinggi. Riza menilai persoalan tunggakan gaji seharusnya menjadi perhatian serius seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan liga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan kita berharap benar-benar berharap musim depan paling tidak Liga 1 itu sudah tidak ada lagi masalah gaji. Ini menurut saya,&amp;quot; tutur Riza.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Cegah Tunggak Gaji&#13;
&#13;
Riza menilai klub yang masih memiliki persoalan terkait pemenuhan hak pemain semestinya mendapatkan tindakan tegas. Menurutnya, salah satu langkah pencegahan dapat dilakukan melalui penerapan standar yang lebih ketat dalam proses lisensi klub.&#13;
&#13;
&amp;quot;Soal bagaimana kemudian tidak ada permasalahan gaji, sebenarnya mungkin beberapa tahun sebelumnya kami sudah berulang kali menyampaikan mitigasi-mitigasinya, termasuk soal zero tolerance terkait dengan klub lisensi tadi,&amp;quot; ucap Riza.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada musim sebelumnya, APPI mencatat masih terdapat tiga klub di kasta tertinggi yang memiliki persoalan tunggakan gaji pemain. Ketiga klub tersebut adalah PSBS Biak, PSM Makassar, dan Semen Padang.&#13;
&#13;
Riza secara khusus menyoroti persoalan yang terjadi di PSBS Biak. Menurutnya, masalah pembayaran hak pemain di klub tersebut sebenarnya telah muncul sekitar empat bulan sebelum kompetisi musim lalu berakhir.&#13;
&#13;
Hingga saat ini, Riza menyebut hak para pemain PSBS masih belum diselesaikan. Kondisi tersebut dinilainya bertentangan dengan upaya bersama untuk meningkatkan kualitas kompetisi sepak bola Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita mau ngomong membawa liga naik kelas, tapi masalah dasar terkait dengan haknya pemain itu masih menjadi problem. Harusnya udah kita tinggalkan di beberapa tahun lalu. Dan ini harus ke depan sudah harus nggak boleh lah, minimal Liga 1, jangan sampai terjadi gitu ya. Ini yang paling penting sebenarnya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) mencatat tunggakan gaji pemain masih terjadi di sepak bola Indonesia. Sebanyak 28 klub dari berbagai kasta kompetisi dilaporkan masih memiliki tunggakan gaji dengan total nilai mencapai Rp14,8 miliar.&#13;
&#13;
1. 28 Klub Tunggak Gaji Pemain&#13;
&#13;
Kasus tersebut melibatkan klub dari Liga 1 Indonesia atau Super League hingga Liga 4. Total terdapat 303 pemain yang haknya masih berkaitan dengan laporan maupun putusan yang belum dilaksanakan.&#13;
&#13;
Legal APPI, Mohammad Agus Riza Hufaida, menyebutkan banyak klub bermasalah dengan tunggakan gaji. Klub itu di antaranya PSM Makassar, Semen Padang, PSMS Medan, Persiku Kudus, PSIS Semarang, RANS FC, Sriwijaya FC, dan Persikota Tangerang.&#13;
&#13;
Kemudian ada Persinab Sang Maestro, Persipa Pati, Persitara Jakarta Utara, Persibo Bojonegoro, Persekat Tegal, Persiwa Wamena, Persid Jember, PS Siak, Bantul United, PSM Madiun, Depok Raya FC, Kalteng Putra, Pakuan City, Persewar Waropen, Persikab Kabupaten Bandung, PSGJ Cirebon, Persikabo 1973, dan terakhir Waanal Brother FC.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini pada saat ini di APPI, total kasus yang ada di kita, baik dari laporan maupun sampai putusan NDRC tapi belum dilaksanakan, itu total ada 28 klub. Ya, dengan total 303 pemain. Itu dari Liga 1 sampai Liga 4 dengan total nilai keseluruhan Rp14 miliar 800 juta sekian,&amp;quot; kata Riza dalam acara diskusi di Kantor I.League, Jakarta, Senin (31/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
Legal APPI Mohammad Agus Riza Hufaida (Cikal Bintang)&#13;
&#13;
&#13;
Riza berharap seluruh persoalan mengenai tunggakan gaji pemain dapat segera diselesaikan oleh klub terkait. Menurutnya, pembayaran tersebut merupakan hak yang seharusnya diterima para pesepak bola profesional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hak pemain ini, ya kalau ada hadis yang bilang bahwa bayarlah upah pekerja sebelum keringatnya kering,&amp;quot; ucap Riza.&#13;
&#13;
APPI juga berharap masalah serupa tidak kembali terjadi pada kompetisi musim mendatang, khususnya di kasta tertinggi. Riza menilai persoalan tunggakan gaji seharusnya menjadi perhatian serius seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan liga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan kita berharap benar-benar berharap musim depan paling tidak Liga 1 itu sudah tidak ada lagi masalah gaji. Ini menurut saya,&amp;quot; tutur Riza.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Cegah Tunggak Gaji&#13;
&#13;
Riza menilai klub yang masih memiliki persoalan terkait pemenuhan hak pemain semestinya mendapatkan tindakan tegas. Menurutnya, salah satu langkah pencegahan dapat dilakukan melalui penerapan standar yang lebih ketat dalam proses lisensi klub.&#13;
&#13;
&amp;quot;Soal bagaimana kemudian tidak ada permasalahan gaji, sebenarnya mungkin beberapa tahun sebelumnya kami sudah berulang kali menyampaikan mitigasi-mitigasinya, termasuk soal zero tolerance terkait dengan klub lisensi tadi,&amp;quot; ucap Riza.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada musim sebelumnya, APPI mencatat masih terdapat tiga klub di kasta tertinggi yang memiliki persoalan tunggakan gaji pemain. Ketiga klub tersebut adalah PSBS Biak, PSM Makassar, dan Semen Padang.&#13;
&#13;
Riza secara khusus menyoroti persoalan yang terjadi di PSBS Biak. Menurutnya, masalah pembayaran hak pemain di klub tersebut sebenarnya telah muncul sekitar empat bulan sebelum kompetisi musim lalu berakhir.&#13;
&#13;
Hingga saat ini, Riza menyebut hak para pemain PSBS masih belum diselesaikan. Kondisi tersebut dinilainya bertentangan dengan upaya bersama untuk meningkatkan kualitas kompetisi sepak bola Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita mau ngomong membawa liga naik kelas, tapi masalah dasar terkait dengan haknya pemain itu masih menjadi problem. Harusnya udah kita tinggalkan di beberapa tahun lalu. Dan ini harus ke depan sudah harus nggak boleh lah, minimal Liga 1, jangan sampai terjadi gitu ya. Ini yang paling penting sebenarnya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
