<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lebih Pilih Brasil, Timnas India Kena Kritik karena Ingin Kirim Tim Lapis Dua ke FIFA ASEAN Cup 2026</title><description>Dilema Sepak Bola India: Utamakan Duel Kontra Brasil atau Tampil di ASEAN Cup 2026?&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/08/12/51/3235644/lebih-pilih-brasil-timnas-india-kena-kritik-karena-ingin-kirim-tim-lapis-dua-ke-fifa-asean-cup-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/08/12/51/3235644/lebih-pilih-brasil-timnas-india-kena-kritik-karena-ingin-kirim-tim-lapis-dua-ke-fifa-asean-cup-2026"/><item><title>Lebih Pilih Brasil, Timnas India Kena Kritik karena Ingin Kirim Tim Lapis Dua ke FIFA ASEAN Cup 2026</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/08/12/51/3235644/lebih-pilih-brasil-timnas-india-kena-kritik-karena-ingin-kirim-tim-lapis-dua-ke-fifa-asean-cup-2026</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/08/12/51/3235644/lebih-pilih-brasil-timnas-india-kena-kritik-karena-ingin-kirim-tim-lapis-dua-ke-fifa-asean-cup-2026</guid><pubDate>Rabu 12 Agustus 2026 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Rivan Nasri Rachman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/12/51/3235644/timnas_india_bakal_lawan_brasil-v0of_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Timnas India Kena Kritik karena Ingin Kirim Tim Lapis Dua ke FIFA ASEAN Cup 2026. (Foto: Instagram/indianfootball)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/12/51/3235644/timnas_india_bakal_lawan_brasil-v0of_large.jpg</image><title>Timnas India Kena Kritik karena Ingin Kirim Tim Lapis Dua ke FIFA ASEAN Cup 2026. (Foto: Instagram/indianfootball)</title></images><description>ASOSIASI Sepak Bola India (AIFF) tengah berada di persimpangan jalan yang memicu perdebatan sengit di internal federasi. Agenda pertandingan persahabatan tingkat tinggi melawan raksasa dunia, Brasil, dikabarkan menjadi prioritas utama para petinggi AIFF meski berbenturan langsung dengan jadwal turnamen regional.&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil rapat Komite Eksekutif AIFF, federasi tampaknya lebih memilih menyambut kedatangan Timnas Brasil ketimbang menurunkan skuad utama di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Padahal, turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada 24 September hingga 4 Oktober 2026.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam undian grup, Timnas India yang berjuluk Blue Tigers tergabung di Grup A Premier Division bersama tuan rumah Timnas Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Undangan khusus ini juga turut melibatkan Pakistan sebagai salah satu tim tamu di luar kawasan regional.&#13;
&#13;
Namun, jadwal laga persahabatan melawan Brasil yang jatuh pada 3 Oktober justru bertabrakan langsung dengan agenda turnamen di Indonesia tersebut. Situasi inilah yang memaksa AIFF mempertimbangkan opsi untuk mengirimkan tim lapis kedua atau bahkan menarik diri sepenuhnya dari kompetisi.&#13;
&#13;
1. Potensi Kehilangan Pendapatan&#13;
&#13;
Rencana kontroversial tersebut langsung mendapat tentangan keras dari legenda sekaligus mantan kapten Timnas India, Bhaichung Bhutia, yang hadir dalam rapat penting tersebut. Menurutnya, keputusan mengesampingkan turnamen resmi demi sebuah laga uji coba adalah langkah yang keliru bagi perkembangan jangka panjang sepak bola nasional.&#13;
&#13;
&#13;
timnas vietnam vs timnas india foto ig @indianfootball&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka (AIFF) ingin (tim utama) bermain di laga Brasil, yang mana menurut saya itu bukan ide bagus. Pertandingannya bagus, tetapi waktunya tidak tepat. Mereka ingin mundur atau mengirim tim kedua ke FIFA ASEAN Cup, yang mana menurut saya itu adalah hal yang sepenuhnya salah,&amp;rdquo; ujar Bhutia, dikutip dari Sportstar, Rabu (12/8/2026).&#13;
&#13;
Bhutia menegaskan tampil di turnamen kompetitif seperti FIFA ASEAN Cup 2026 jauh lebih bernilai bagi perkembangan tim dibandingkan sekadar melakoni satu pertandingan persahabatan. Terlebih lagi, laporan dari Singapura menyebutkan bahwa setiap peserta berhak mendapatkan match fee atau uang partisipasi sekitar Rp1,19 miliar (USD 125.000) yang terancam melayang jika permohonan tim kedua ditolak FIFA.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, kedatangan Timnas Brasil yang kini menduduki peringkat kelima dunia dijadwalkan bertanding melawan India (peringkat 138 dunia) di Stadion Salt Lake, Kolkata. Kerja sama melalui MoU dengan Konfederasi Sepak Bola Brasil dan agensi Best11 ini melibatkan nilai proyek fantastis sekitar Rp60 miliar yang diharapkan tertutup dari sponsor.&#13;
&#13;
2. Tantangan Berat Sepak Bola India&#13;
&#13;
Kendati pihak federasi mengklaim tidak mengeluarkan anggaran langsung dan hanya menanggung dana talangan awal yang nantinya diganti pihak swasta, kekhawatiran finansial tetap mencuat. Bhutia menyoroti risiko besar tersebut mengingat kondisi finansial federasi saat ini masih mengalami defisit hingga sekira Rp14 miliar.&#13;
&#13;
&#13;
Timnas Thailand vs Timnas India&#13;
&#13;
&#13;
Kini, publik sepak bola India hanya bisa menanti kepastian resmi dari FIFA terkait status pengajuan skuad lapis kedua yang dikirimkan oleh AIFF. Di tengah ambisi besar mendatangkan juara dunia lima kali ke kandang sendiri, federasi harus memastikan langkah kontroversial ini tidak justru merugikan masa depan prestasi Garuda Biru.&#13;
</description><content:encoded>ASOSIASI Sepak Bola India (AIFF) tengah berada di persimpangan jalan yang memicu perdebatan sengit di internal federasi. Agenda pertandingan persahabatan tingkat tinggi melawan raksasa dunia, Brasil, dikabarkan menjadi prioritas utama para petinggi AIFF meski berbenturan langsung dengan jadwal turnamen regional.&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil rapat Komite Eksekutif AIFF, federasi tampaknya lebih memilih menyambut kedatangan Timnas Brasil ketimbang menurunkan skuad utama di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Padahal, turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada 24 September hingga 4 Oktober 2026.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam undian grup, Timnas India yang berjuluk Blue Tigers tergabung di Grup A Premier Division bersama tuan rumah Timnas Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Undangan khusus ini juga turut melibatkan Pakistan sebagai salah satu tim tamu di luar kawasan regional.&#13;
&#13;
Namun, jadwal laga persahabatan melawan Brasil yang jatuh pada 3 Oktober justru bertabrakan langsung dengan agenda turnamen di Indonesia tersebut. Situasi inilah yang memaksa AIFF mempertimbangkan opsi untuk mengirimkan tim lapis kedua atau bahkan menarik diri sepenuhnya dari kompetisi.&#13;
&#13;
1. Potensi Kehilangan Pendapatan&#13;
&#13;
Rencana kontroversial tersebut langsung mendapat tentangan keras dari legenda sekaligus mantan kapten Timnas India, Bhaichung Bhutia, yang hadir dalam rapat penting tersebut. Menurutnya, keputusan mengesampingkan turnamen resmi demi sebuah laga uji coba adalah langkah yang keliru bagi perkembangan jangka panjang sepak bola nasional.&#13;
&#13;
&#13;
timnas vietnam vs timnas india foto ig @indianfootball&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka (AIFF) ingin (tim utama) bermain di laga Brasil, yang mana menurut saya itu bukan ide bagus. Pertandingannya bagus, tetapi waktunya tidak tepat. Mereka ingin mundur atau mengirim tim kedua ke FIFA ASEAN Cup, yang mana menurut saya itu adalah hal yang sepenuhnya salah,&amp;rdquo; ujar Bhutia, dikutip dari Sportstar, Rabu (12/8/2026).&#13;
&#13;
Bhutia menegaskan tampil di turnamen kompetitif seperti FIFA ASEAN Cup 2026 jauh lebih bernilai bagi perkembangan tim dibandingkan sekadar melakoni satu pertandingan persahabatan. Terlebih lagi, laporan dari Singapura menyebutkan bahwa setiap peserta berhak mendapatkan match fee atau uang partisipasi sekitar Rp1,19 miliar (USD 125.000) yang terancam melayang jika permohonan tim kedua ditolak FIFA.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, kedatangan Timnas Brasil yang kini menduduki peringkat kelima dunia dijadwalkan bertanding melawan India (peringkat 138 dunia) di Stadion Salt Lake, Kolkata. Kerja sama melalui MoU dengan Konfederasi Sepak Bola Brasil dan agensi Best11 ini melibatkan nilai proyek fantastis sekitar Rp60 miliar yang diharapkan tertutup dari sponsor.&#13;
&#13;
2. Tantangan Berat Sepak Bola India&#13;
&#13;
Kendati pihak federasi mengklaim tidak mengeluarkan anggaran langsung dan hanya menanggung dana talangan awal yang nantinya diganti pihak swasta, kekhawatiran finansial tetap mencuat. Bhutia menyoroti risiko besar tersebut mengingat kondisi finansial federasi saat ini masih mengalami defisit hingga sekira Rp14 miliar.&#13;
&#13;
&#13;
Timnas Thailand vs Timnas India&#13;
&#13;
&#13;
Kini, publik sepak bola India hanya bisa menanti kepastian resmi dari FIFA terkait status pengajuan skuad lapis kedua yang dikirimkan oleh AIFF. Di tengah ambisi besar mendatangkan juara dunia lima kali ke kandang sendiri, federasi harus memastikan langkah kontroversial ini tidak justru merugikan masa depan prestasi Garuda Biru.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
