<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Timnas Indonesia Gugur Lebih Cepat di Piala AFF 2026, John Herdman Layak Dipecat?</title><description>Timnas Indonesia Gugur Lebih Cepat di Piala AFF 2026, John Herdman Layak Dipecat?&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/08/11/51/3235354/timnas-indonesia-gugur-lebih-cepat-di-piala-aff-2026-john-herdman-layak-dipecat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/08/11/51/3235354/timnas-indonesia-gugur-lebih-cepat-di-piala-aff-2026-john-herdman-layak-dipecat"/><item><title>Timnas Indonesia Gugur Lebih Cepat di Piala AFF 2026, John Herdman Layak Dipecat?</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/08/11/51/3235354/timnas-indonesia-gugur-lebih-cepat-di-piala-aff-2026-john-herdman-layak-dipecat</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/08/11/51/3235354/timnas-indonesia-gugur-lebih-cepat-di-piala-aff-2026-john-herdman-layak-dipecat</guid><pubDate>Selasa 11 Agustus 2026 04:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rivan Nasri Rachman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/11/51/3235354/john_herdman-D8C5_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/11/51/3235354/john_herdman-D8C5_large.jpg</image><title>Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (Foto: PSSI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kegagalan Timnas Indonesia menembus fase gugur Piala AFF 2026 kembali menyulut gelombang desakan agar PSSI segera mengakhiri kerja sama dengan juru taktik asal Inggris, John Herdman. Kendati wacana pergantian pelatih hingga munculnya pendorong untuk mengembalikan nakhoda lama kian nyaring di media sosial, pengamat sepak bola nasional, Abdul Haris, menilai federasi tidak boleh mengambil langkah emosional.&#13;
&#13;
Pria yang akrab disapa Bung Ais tersebut menekankan agar PSSI mengedepankan rasionalitas ketimbang langsung memutus kontrak sang pelatih.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;PSSI sebaiknya tidak terburu-buru memecat Herdman. Ada opsi yang lebih rasional, yaitu melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan satu kesempatan terakhir dengan target yang sangat jelas,&amp;rdquo; ujar Bung Ais di program Morning Zone, Selasa (11/8/2026),&#13;
&#13;
1. Evaluasi Taktis&#13;
&#13;
Menurut Bung Ais, kekecewaan publik sangat beralasan lantaran kelemahan mendasar Timnas Indonesia seperti ketiadaan skema alternatif (plan B), kelambatan merespons taktik lawan, hingga ketidaksiapan mental saat tertekan kembali terulang. Meski demikian, memecat nakhoda tim secara mendadak akan berbenturan dengan efisiensi anggaran federasi akibat klausul pesangon yang terikat pada kontrak jangka panjang sang pelatih.&#13;
&#13;
Atas dasar pertimbangan finansial dan teknis tersebut, Bung Ais menyarankan PSSI untuk menjadikan kejuaraan FIFA ASEAN Cup 2026 mendatang sebagai ajang pembuktian pamungkas bagi Herdman. Agenda resmi FIFA tersebut dinilai menjadi parameter yang jauh lebih adil karena seluruh amunisi terbaik Indonesia, termasuk para pemain diaspora yang berkarier di Eropa, dipastikan dapat dipanggil membela Skuad Garuda.&#13;
&#13;
&#13;
John Herdman Okezone&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kesempatan tersebut dapat diberikan di turnamen FIFA ASEAN Cup berikutnya. Jika skuad terbaik tersedia, maka kualitas sebenarnya dari Herdman sebagai pelatih dapat dinilai dengan lebih objektif tanpa ada lagi alasan keterbatasan komposisi pemain,&amp;rdquo; sambung Bung Ais.&#13;
&#13;
2. Target Juara&#13;
&#13;
Namun, pemberian kesempatan kedua ini ditegaskan Bung Ais wajib disertai tenggat dan tolok ukur prestasi yang mutlak. PSSI diminta mematok target tertinggi tanpa toleransi kelonggaran adaptasi lagi bagi jajaran kepelatihan, mengingat Herdman seharusnya sudah memetakan peta kekuatan rival di Asia Tenggara seperti Vietnam, Thailand, hingga Malaysia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Targetnya harus jelas, yakni menjadi juara. Jika target tersebut kembali gagal dicapai dan persoalan taktis yang sama masih muncul, PSSI harus berani mengambil keputusan tegas untuk mengakhiri kerja sama,&amp;rdquo; tegas Bung Ais.&#13;
&#13;
Jika skenario terburuk kembali terjadi, Bung Ais mendorong federasi untuk tidak alergi memalingkan pandangan ke juru taktik lokal yang jauh lebih memahami psikologis pemain dan kultur kompetisi nasional. Selain itu, figur pelatih asing yang sudah teruji rekam jejaknya di panggung Super League, seperti Bernardo Tavares atau Bojan Hodak, dipandang sebagai alternatif ideal yang tidak membutuhkan waktu adaptasi panjang.&#13;
&#13;
&#13;
John Herdman&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, Bung Ais mengingatkan bahwa pembenahan terbesar sejatinya harus datang dari kesadaran taktis Herdman sendiri untuk terus mengasah fleksibilitas strategi dan keberanian membaca dinamika pertandingan. Pengalaman minim Herdman sebagai mantan pemain profesional dinilai bukan rintangan utama selama ia mampu belajar dari evaluasi menyeluruh, sebagaimana yang dibuktikan oleh pelatih kelas dunia seperti Jose Mourinho.&#13;
&#13;
Sebagai penutup analisisnya, Bung Ais meminta federasi untuk bersikap objektif dengan mengukur tolok ukur keberhasilan secara utuh, mulai dari kualitas permainan hingga perkembangan mentalitas tim di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Evaluasi harus melihat proses, performa, kualitas permainan, dan hasil secara bersamaan. Pertanyaan utamanya adalah apakah John Herdman mampu membuktikan bahwa kegagalan di Piala AFF 2026 adalah kesalahan yang bisa diperbaiki, atau justru menunjukkan ia memang bukan figur yang tepat untuk Timnas Indonesia,&amp;rdquo; pungkas Bung Ais.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kegagalan Timnas Indonesia menembus fase gugur Piala AFF 2026 kembali menyulut gelombang desakan agar PSSI segera mengakhiri kerja sama dengan juru taktik asal Inggris, John Herdman. Kendati wacana pergantian pelatih hingga munculnya pendorong untuk mengembalikan nakhoda lama kian nyaring di media sosial, pengamat sepak bola nasional, Abdul Haris, menilai federasi tidak boleh mengambil langkah emosional.&#13;
&#13;
Pria yang akrab disapa Bung Ais tersebut menekankan agar PSSI mengedepankan rasionalitas ketimbang langsung memutus kontrak sang pelatih.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;PSSI sebaiknya tidak terburu-buru memecat Herdman. Ada opsi yang lebih rasional, yaitu melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan satu kesempatan terakhir dengan target yang sangat jelas,&amp;rdquo; ujar Bung Ais di program Morning Zone, Selasa (11/8/2026),&#13;
&#13;
1. Evaluasi Taktis&#13;
&#13;
Menurut Bung Ais, kekecewaan publik sangat beralasan lantaran kelemahan mendasar Timnas Indonesia seperti ketiadaan skema alternatif (plan B), kelambatan merespons taktik lawan, hingga ketidaksiapan mental saat tertekan kembali terulang. Meski demikian, memecat nakhoda tim secara mendadak akan berbenturan dengan efisiensi anggaran federasi akibat klausul pesangon yang terikat pada kontrak jangka panjang sang pelatih.&#13;
&#13;
Atas dasar pertimbangan finansial dan teknis tersebut, Bung Ais menyarankan PSSI untuk menjadikan kejuaraan FIFA ASEAN Cup 2026 mendatang sebagai ajang pembuktian pamungkas bagi Herdman. Agenda resmi FIFA tersebut dinilai menjadi parameter yang jauh lebih adil karena seluruh amunisi terbaik Indonesia, termasuk para pemain diaspora yang berkarier di Eropa, dipastikan dapat dipanggil membela Skuad Garuda.&#13;
&#13;
&#13;
John Herdman Okezone&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kesempatan tersebut dapat diberikan di turnamen FIFA ASEAN Cup berikutnya. Jika skuad terbaik tersedia, maka kualitas sebenarnya dari Herdman sebagai pelatih dapat dinilai dengan lebih objektif tanpa ada lagi alasan keterbatasan komposisi pemain,&amp;rdquo; sambung Bung Ais.&#13;
&#13;
2. Target Juara&#13;
&#13;
Namun, pemberian kesempatan kedua ini ditegaskan Bung Ais wajib disertai tenggat dan tolok ukur prestasi yang mutlak. PSSI diminta mematok target tertinggi tanpa toleransi kelonggaran adaptasi lagi bagi jajaran kepelatihan, mengingat Herdman seharusnya sudah memetakan peta kekuatan rival di Asia Tenggara seperti Vietnam, Thailand, hingga Malaysia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Targetnya harus jelas, yakni menjadi juara. Jika target tersebut kembali gagal dicapai dan persoalan taktis yang sama masih muncul, PSSI harus berani mengambil keputusan tegas untuk mengakhiri kerja sama,&amp;rdquo; tegas Bung Ais.&#13;
&#13;
Jika skenario terburuk kembali terjadi, Bung Ais mendorong federasi untuk tidak alergi memalingkan pandangan ke juru taktik lokal yang jauh lebih memahami psikologis pemain dan kultur kompetisi nasional. Selain itu, figur pelatih asing yang sudah teruji rekam jejaknya di panggung Super League, seperti Bernardo Tavares atau Bojan Hodak, dipandang sebagai alternatif ideal yang tidak membutuhkan waktu adaptasi panjang.&#13;
&#13;
&#13;
John Herdman&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, Bung Ais mengingatkan bahwa pembenahan terbesar sejatinya harus datang dari kesadaran taktis Herdman sendiri untuk terus mengasah fleksibilitas strategi dan keberanian membaca dinamika pertandingan. Pengalaman minim Herdman sebagai mantan pemain profesional dinilai bukan rintangan utama selama ia mampu belajar dari evaluasi menyeluruh, sebagaimana yang dibuktikan oleh pelatih kelas dunia seperti Jose Mourinho.&#13;
&#13;
Sebagai penutup analisisnya, Bung Ais meminta federasi untuk bersikap objektif dengan mengukur tolok ukur keberhasilan secara utuh, mulai dari kualitas permainan hingga perkembangan mentalitas tim di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Evaluasi harus melihat proses, performa, kualitas permainan, dan hasil secara bersamaan. Pertanyaan utamanya adalah apakah John Herdman mampu membuktikan bahwa kegagalan di Piala AFF 2026 adalah kesalahan yang bisa diperbaiki, atau justru menunjukkan ia memang bukan figur yang tepat untuk Timnas Indonesia,&amp;rdquo; pungkas Bung Ais.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
