<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hajime Moriyasu Targetkan Jepang Juara Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Wajib Waspada</title><description>Hajime Moriyasu ingin mempersembahkan gelar juara Piala Asia 2027 sebagai kado perpisahan dengan Timnas Jepang.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/07/25/51/3232287/hajime-moriyasu-targetkan-jepang-juara-piala-asia-2027-timnas-indonesia-wajib-waspada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/07/25/51/3232287/hajime-moriyasu-targetkan-jepang-juara-piala-asia-2027-timnas-indonesia-wajib-waspada"/><item><title>Hajime Moriyasu Targetkan Jepang Juara Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Wajib Waspada</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/07/25/51/3232287/hajime-moriyasu-targetkan-jepang-juara-piala-asia-2027-timnas-indonesia-wajib-waspada</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/07/25/51/3232287/hajime-moriyasu-targetkan-jepang-juara-piala-asia-2027-timnas-indonesia-wajib-waspada</guid><pubDate>Sabtu 25 Juli 2026 15:30 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/25/51/3232287/hajime_moriyasu_ingin_mempersembahkan_gelar_juara_piala_asia_2027_sebagai_kado_perpisahan_dengan_timnas_jepang-J724_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hajime Moriyasu ingin mempersembahkan gelar juara Piala Asia 2027 sebagai kado perpisahan dengan Timnas Jepang (Foto: Okezone/Cikal Bintang)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/25/51/3232287/hajime_moriyasu_ingin_mempersembahkan_gelar_juara_piala_asia_2027_sebagai_kado_perpisahan_dengan_timnas_jepang-J724_large.jpg</image><title>Hajime Moriyasu ingin mempersembahkan gelar juara Piala Asia 2027 sebagai kado perpisahan dengan Timnas Jepang (Foto: Okezone/Cikal Bintang)</title></images><description>HAJIME Moriyasu menargetkan gelar juara Piala Asia 2027 sebagai persembahan terakhirnya selaku pelatih Timnas Jepang. Selain itu, titel tersebut diyakini bisa membantu negaranya terus berkembang.&#13;
&#13;
Seperti dikabarkan, Moriyasu resmi memperpanjang kontrak selama enam bulan. Asosiasi Sepakbola Jepang (JFA) memberi durasi singkat karena kerja sama awalnya berakhir usai Piala Dunia 2026.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Alhasil, Moriyasu akan memimpin Timnas Jepang untuk terakhir kalinya di Piala Asia 2027 yang akan digelar di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari. Setelah itu, posisinya digantikan Go Oiwa.&#13;
&#13;
1. Pola Pikir yang Sama&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berbicara untuk pertama kalinya sejak perpanjangan kontrak singkat itu, Moriyasu langsung mematok target tinggi. Ia mengaku akan tetap bekerja dengan pola pikir yang sama seperti biasanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Entah itu empat tahun, dua tahun, setahun, atau enam bulan, pola pikir saya akan tetap sama dengan tujuan utama, Jepang juara Piala Dunia 2050,&amp;rdquo; tegas Moriyasu, disitat dari The Straits Times, Sabtu (25/7/2026).&#13;
&#13;
Lebih lanjut, pria berusia 57 tahun tersebut berharap bisa membangun skuad yang mumpuni di Piala Asia 2027. Gelar juara dinilai akan bagus demi perkembangan Samurai Biru mencapai tujuan utamanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya ingin membawa masa lalu, masa kini, dan masa depan secara bersama-sama, sembari membuat pilihan-pilihan terbaik untuk tim,&amp;rdquo; papar Moriyasu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini adalah keseimbangan yang sulit (diciptakan) tetapi saya bermaksud memilih pemain-pemain dan membangun skuad yang fokus (untuk) menjuarai turnamen, didasarkan pada keyakinan dengan menjadi juara, akan membantu sepakbola Jepang terus tumbuh,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
2. Piala Asia 2027&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jepang memang sudah lama tidak menjuarai Piala Asia meski mengoleksi gelar tebanyak yakni empat kali. Gelar terakhir didapat pada Piala Asia 2011 dengan mengalahkan Timnas Australia di final.&#13;
&#13;
Sementara, selama era kepemimpinan Moriyasu sejak Juli 2018, Jepang hanya bisa jadi runner up pada Piala Asia 2019. Pada edisi terakhir atau 2023, Ayase Ueda dan kawan-kawan kandas di perempatfinal.&#13;
&#13;
Di Piala Asia 2027, Jepang tergabung di Grup F bersama Timnas Qatar, Timnas Thailand, dan Timnas Indonesia. Mereka akan menghadapi Skuad Garuda pada laga pertama yakni 11 Januari 2027.&#13;
</description><content:encoded>HAJIME Moriyasu menargetkan gelar juara Piala Asia 2027 sebagai persembahan terakhirnya selaku pelatih Timnas Jepang. Selain itu, titel tersebut diyakini bisa membantu negaranya terus berkembang.&#13;
&#13;
Seperti dikabarkan, Moriyasu resmi memperpanjang kontrak selama enam bulan. Asosiasi Sepakbola Jepang (JFA) memberi durasi singkat karena kerja sama awalnya berakhir usai Piala Dunia 2026.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Alhasil, Moriyasu akan memimpin Timnas Jepang untuk terakhir kalinya di Piala Asia 2027 yang akan digelar di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari. Setelah itu, posisinya digantikan Go Oiwa.&#13;
&#13;
1. Pola Pikir yang Sama&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berbicara untuk pertama kalinya sejak perpanjangan kontrak singkat itu, Moriyasu langsung mematok target tinggi. Ia mengaku akan tetap bekerja dengan pola pikir yang sama seperti biasanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Entah itu empat tahun, dua tahun, setahun, atau enam bulan, pola pikir saya akan tetap sama dengan tujuan utama, Jepang juara Piala Dunia 2050,&amp;rdquo; tegas Moriyasu, disitat dari The Straits Times, Sabtu (25/7/2026).&#13;
&#13;
Lebih lanjut, pria berusia 57 tahun tersebut berharap bisa membangun skuad yang mumpuni di Piala Asia 2027. Gelar juara dinilai akan bagus demi perkembangan Samurai Biru mencapai tujuan utamanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya ingin membawa masa lalu, masa kini, dan masa depan secara bersama-sama, sembari membuat pilihan-pilihan terbaik untuk tim,&amp;rdquo; papar Moriyasu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini adalah keseimbangan yang sulit (diciptakan) tetapi saya bermaksud memilih pemain-pemain dan membangun skuad yang fokus (untuk) menjuarai turnamen, didasarkan pada keyakinan dengan menjadi juara, akan membantu sepakbola Jepang terus tumbuh,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
2. Piala Asia 2027&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jepang memang sudah lama tidak menjuarai Piala Asia meski mengoleksi gelar tebanyak yakni empat kali. Gelar terakhir didapat pada Piala Asia 2011 dengan mengalahkan Timnas Australia di final.&#13;
&#13;
Sementara, selama era kepemimpinan Moriyasu sejak Juli 2018, Jepang hanya bisa jadi runner up pada Piala Asia 2019. Pada edisi terakhir atau 2023, Ayase Ueda dan kawan-kawan kandas di perempatfinal.&#13;
&#13;
Di Piala Asia 2027, Jepang tergabung di Grup F bersama Timnas Qatar, Timnas Thailand, dan Timnas Indonesia. Mereka akan menghadapi Skuad Garuda pada laga pertama yakni 11 Januari 2027.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
