<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Persebaya Surabaya Miliki Senjata Rahasia untuk Bersinar di Super League 2026-2027</title><description>Persebaya Surabaya Miliki Senjata Rahasia untuk Bersinar di Super League 2026-2027&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/07/11/49/3229357/persebaya-surabaya-miliki-senjata-rahasia-untuk-bersinar-di-super-league-2026-2027</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/07/11/49/3229357/persebaya-surabaya-miliki-senjata-rahasia-untuk-bersinar-di-super-league-2026-2027"/><item><title>Persebaya Surabaya Miliki Senjata Rahasia untuk Bersinar di Super League 2026-2027</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/07/11/49/3229357/persebaya-surabaya-miliki-senjata-rahasia-untuk-bersinar-di-super-league-2026-2027</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/07/11/49/3229357/persebaya-surabaya-miliki-senjata-rahasia-untuk-bersinar-di-super-league-2026-2027</guid><pubDate>Sabtu 11 Juli 2026 04:01 WIB</pubDate><dc:creator>Andri Bagus Syaeful </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/10/49/3229357/persebaya_surabaya-tevM_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Persebaya Surabaya siap bertarung memperebutkan gelar juara di Super League 2026-2027. (Foto: Instagram/officialpersebaya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/10/49/3229357/persebaya_surabaya-tevM_large.jpg</image><title>Persebaya Surabaya siap bertarung memperebutkan gelar juara di Super League 2026-2027. (Foto: Instagram/officialpersebaya)</title></images><description>SURABAYA - Manajemen Persebaya Surabaya menunjukkan keseriusan luar biasa dalam mempersiapkan skuad menjelang bergulirnya Super League 2026-2027. Demi mendongkrak performa tim, seluruh penggawa Bajol Ijo diwajibkan menjalani serangkaian measurement test berbasis data digital mutakhir untuk memetakan kondisi fisik secara detail.&#13;
&#13;
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Persebaya bersama DBL Indonesia melalui DBL dan Persebaya Academy dalam pengembangan sports science yang lebih modern dan terukur. Program itu berbeda dari pengukuran fisik pada umumnya, kali ini Persebaya menggunakan serangkaian perangkat VALD Performance.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelatih fisik Persebaya, Diogo Carvalho, menjelaskan bahwa teknologi tersebut memberikan gambaran yang jauh lebih akurat mengenai kondisi fisik setiap pemain. Jadi, tim kepelatihan sangat terbantu dalam membangun kekuatan tim.&#13;
&#13;
&amp;quot;Melalui sistem ini kami dapat mengukur berbagai aspek kemampuan fisik pemain, terutama kekuatan otot dan daya ledak. Kami mengevaluasi kekuatan otot abduktor, otot paha depan, kemampuan lompatan vertikal dan horizontal, serta kondisi hamstring,&amp;quot; kata Diogo diliansir dari laman Persebaya, Sabtu (11/7/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari data tersebut kami bisa mengetahui apakah ada ketidakseimbangan antara sisi kanan dan kiri tubuh pemain yang perlu mendapat perhatian khusus,&amp;quot; tambah pelatih asal Portugal tersebut,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
1. Investasi Jangka Panjang&#13;
&#13;
Sementara itu CEO Persebaya, Azrul Ananda, menegaskan bahwa penguatan sports science menjadi salah satu fokus klub dalam membangun fondasi jangka panjang. Jadi, timnya sangat memperhatikan aspek tersebut karena sangat penting dalam era sepak bola modern.&#13;
&#13;
&#13;
Yuran Fernandes. (Foto: Instagram/officialpersebaya)&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sejak tahun lalu kami sudah membangun gym dan terus melengkapinya. Kemudian sejak awal tahun Persebaya Academy bersama DBL Indonesia sudah investasi perangkat sports science seperti VALD Performance ini,&amp;quot; jelas Azrul.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tentu harapannya ini semua bisa membantu Persebaya meraih target tertinggi musim ini. Paling tidak, akan menjadi fondasi yang lebih baik dan konsisten untuk Persebaya dalam jangka menengah dan panjang,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Perlu diketahui, VALD Performance banyak dipakai klub-klub elite dunia untuk memantau kondisi dan performa atlet secara detail. Di Liga Inggris, perangkat tersebut telah menjadi bagian penting dalam sistem pemantauan fisik di mayoritas klub.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemanfaatan VALD Performance di Indonesia masih tergolong baru. Ditandai dengan PSSI yang baru memperkenalkannya secara lebih luas melalui Medical Workshop yang digelar tahun ini sebagai bagian dari pengembangan sports science sepak bola nasional.&#13;
&#13;
Sebenarnya, Persebaya bersama DBL Indonesia sendiri sudah lebih dulu berinvestasi pada perangkat tersebut sejak tahun lalu. Alat tersebut dihadirkan sebagai bukti nyata klub dalam membangun fondasi pembinaan dan peningkatan performa pemain berbasis data.&#13;
&#13;
2. Detail Perangkat dan Metode Pengujian&#13;
&#13;
Berikut nama perangkat dan jenis tes yang dilakukan dengan teknologi VALD Performance:&#13;
&#13;
1.⁠ ⁠Forcedecks (Dual Force Plate System)&#13;
&#13;
CMJ (Countermovement Jump): mengukur daya ledak (explosive power) otot tungkai dan tingkat kelelahan sistem saraf pusat (neuromuskular). Jika tinggi lompatan atau daya yang dihasilkan menurun dari baseline, artinya pemain sedang mengalami kelelahan kronis (fatigue) dan butuh istirahat agar tidak cedera.&#13;
&#13;
Squat Jump: mengukur kekuatan murni otot tanpa memanfaatkan efek pegas tubuh (tanpa countermovement). Berguna untuk melihat kemampuan akselerasi awal pemain saat mulai berlari cepat.&#13;
&#13;
&#13;
Skuad sementara Persebaya Surabaya 2026-2027 (Dok Persebaya)&#13;
&#13;
&#13;
Single Leg Jump: mendeteksi asimetri (ketidakseimbangan) kekuatan antara kaki kanan dan kiri. Dalam sepak bola, ketidakseimbangan di atas 10-15% adalah alarm bahaya yang meningkatkan risiko cedera lutut (seperti ACL).&#13;
&#13;
2.⁠ ⁠Forceframe (Strength Testing System)&#13;
&#13;
Hip Adduction: mengukur kekuatan otot selangkangan (groin/adductor). Otot selangkangan yang lemah sangat rentan cedera akibat gerakan operan, tendangan keras, atau perubahan arah mendadak.&#13;
&#13;
Hip Abduction: Untuk mengukur kekuatan otot pantat dan pinggul luar (Gluteus Medius &amp;amp; Minimus), menjaga stabilitas lutut saat landing dan cutting serta menghitung rasio kekuatan adductor vs abductor.&#13;
&#13;
Knee Extension &amp;amp; Flexion: mengukur kekuatan otot paha depan (quadriceps) dan paha belakang (hamstring). Rasio kekuatan keduanya harus seimbang agar sendi lutut stabil saat pemain melakukan sprint atau duel fisik.&#13;
&#13;
Shoulder Internal/External Rotate &amp;amp; Adduction (khusus Kiper/GK): Sendi bahu kiper Persebaya harus sangat kuat dan stabil untuk melakukan penyelamatan, menepis bola keras, jatuh mendarat, atau melempar bola jauh. Tes ini memastikan otot-otot rotator cuff kiper dalam kondisi optimal dan seimbang.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3.⁠ ⁠Nordbord (Hamstring Testing System)&#13;
&#13;
Nordic (Nordic Hamstring Exercise): cedera hamstring adalah salah satu cedera paling sering dan merugikan di sepak bola (akibat sprint intensitas tinggi). Oleh karena itu alat ini digunakan untuk memastikan otot hamstring pemain Persebaya cukup kuat menahan beban saat memanjang. Jika skor Nordic pemain rendah, tim pelatih akan memberikan menu latihan penguatan khusus sebelum pemain tersebut diturunkan dalam pertandingan resmi.&#13;
&#13;
4.⁠ ⁠Human Trak (Movement Analysis System)&#13;
&#13;
CMJ &amp;amp; Single Leg CMJ (Analisis Gerakan): Berbeda dengan Force Decks yang mengukur gaya/force, Human Trak melihat kualitas gerakan. Alat ini mendeteksi apakah saat mendarat lutut pemain menekuk ke dalam (valgus) atau posisi panggul miring. Gerakan mendarat yang salah sangat berbahaya bagi keselamatan ligamen lutut.&#13;
&#13;
5.⁠ ⁠Smartspeed (Timing Gate System)&#13;
&#13;
T-Test: Tes kelincahan (agility) yang mengharuskan pemain lari maju, menyamping (kiri-kanan), dan mundur membentuk huruf T. Ini mensimulasikan situasi pertandingan di mana pemain Persebaya harus cepat mengubah arah untuk membayangi lawan atau mengejar bola.&#13;
&#13;
Bronco Test: Tes lari bolak-balik (jarak 20m, 40m, 60m dilakukan 5 kali berturut-turut) untuk mengukur kapasitas aerobik (VO2 Max) dan ketahanan (endurance) spesifik sepak bola. Tes ini membantu pelatih fisik melihat pemain mana yang punya kapasitas aerobik untuk mendominasi permainan selama 90 menit penuh.&#13;
</description><content:encoded>SURABAYA - Manajemen Persebaya Surabaya menunjukkan keseriusan luar biasa dalam mempersiapkan skuad menjelang bergulirnya Super League 2026-2027. Demi mendongkrak performa tim, seluruh penggawa Bajol Ijo diwajibkan menjalani serangkaian measurement test berbasis data digital mutakhir untuk memetakan kondisi fisik secara detail.&#13;
&#13;
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Persebaya bersama DBL Indonesia melalui DBL dan Persebaya Academy dalam pengembangan sports science yang lebih modern dan terukur. Program itu berbeda dari pengukuran fisik pada umumnya, kali ini Persebaya menggunakan serangkaian perangkat VALD Performance.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelatih fisik Persebaya, Diogo Carvalho, menjelaskan bahwa teknologi tersebut memberikan gambaran yang jauh lebih akurat mengenai kondisi fisik setiap pemain. Jadi, tim kepelatihan sangat terbantu dalam membangun kekuatan tim.&#13;
&#13;
&amp;quot;Melalui sistem ini kami dapat mengukur berbagai aspek kemampuan fisik pemain, terutama kekuatan otot dan daya ledak. Kami mengevaluasi kekuatan otot abduktor, otot paha depan, kemampuan lompatan vertikal dan horizontal, serta kondisi hamstring,&amp;quot; kata Diogo diliansir dari laman Persebaya, Sabtu (11/7/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari data tersebut kami bisa mengetahui apakah ada ketidakseimbangan antara sisi kanan dan kiri tubuh pemain yang perlu mendapat perhatian khusus,&amp;quot; tambah pelatih asal Portugal tersebut,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
1. Investasi Jangka Panjang&#13;
&#13;
Sementara itu CEO Persebaya, Azrul Ananda, menegaskan bahwa penguatan sports science menjadi salah satu fokus klub dalam membangun fondasi jangka panjang. Jadi, timnya sangat memperhatikan aspek tersebut karena sangat penting dalam era sepak bola modern.&#13;
&#13;
&#13;
Yuran Fernandes. (Foto: Instagram/officialpersebaya)&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sejak tahun lalu kami sudah membangun gym dan terus melengkapinya. Kemudian sejak awal tahun Persebaya Academy bersama DBL Indonesia sudah investasi perangkat sports science seperti VALD Performance ini,&amp;quot; jelas Azrul.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tentu harapannya ini semua bisa membantu Persebaya meraih target tertinggi musim ini. Paling tidak, akan menjadi fondasi yang lebih baik dan konsisten untuk Persebaya dalam jangka menengah dan panjang,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Perlu diketahui, VALD Performance banyak dipakai klub-klub elite dunia untuk memantau kondisi dan performa atlet secara detail. Di Liga Inggris, perangkat tersebut telah menjadi bagian penting dalam sistem pemantauan fisik di mayoritas klub.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemanfaatan VALD Performance di Indonesia masih tergolong baru. Ditandai dengan PSSI yang baru memperkenalkannya secara lebih luas melalui Medical Workshop yang digelar tahun ini sebagai bagian dari pengembangan sports science sepak bola nasional.&#13;
&#13;
Sebenarnya, Persebaya bersama DBL Indonesia sendiri sudah lebih dulu berinvestasi pada perangkat tersebut sejak tahun lalu. Alat tersebut dihadirkan sebagai bukti nyata klub dalam membangun fondasi pembinaan dan peningkatan performa pemain berbasis data.&#13;
&#13;
2. Detail Perangkat dan Metode Pengujian&#13;
&#13;
Berikut nama perangkat dan jenis tes yang dilakukan dengan teknologi VALD Performance:&#13;
&#13;
1.⁠ ⁠Forcedecks (Dual Force Plate System)&#13;
&#13;
CMJ (Countermovement Jump): mengukur daya ledak (explosive power) otot tungkai dan tingkat kelelahan sistem saraf pusat (neuromuskular). Jika tinggi lompatan atau daya yang dihasilkan menurun dari baseline, artinya pemain sedang mengalami kelelahan kronis (fatigue) dan butuh istirahat agar tidak cedera.&#13;
&#13;
Squat Jump: mengukur kekuatan murni otot tanpa memanfaatkan efek pegas tubuh (tanpa countermovement). Berguna untuk melihat kemampuan akselerasi awal pemain saat mulai berlari cepat.&#13;
&#13;
&#13;
Skuad sementara Persebaya Surabaya 2026-2027 (Dok Persebaya)&#13;
&#13;
&#13;
Single Leg Jump: mendeteksi asimetri (ketidakseimbangan) kekuatan antara kaki kanan dan kiri. Dalam sepak bola, ketidakseimbangan di atas 10-15% adalah alarm bahaya yang meningkatkan risiko cedera lutut (seperti ACL).&#13;
&#13;
2.⁠ ⁠Forceframe (Strength Testing System)&#13;
&#13;
Hip Adduction: mengukur kekuatan otot selangkangan (groin/adductor). Otot selangkangan yang lemah sangat rentan cedera akibat gerakan operan, tendangan keras, atau perubahan arah mendadak.&#13;
&#13;
Hip Abduction: Untuk mengukur kekuatan otot pantat dan pinggul luar (Gluteus Medius &amp;amp; Minimus), menjaga stabilitas lutut saat landing dan cutting serta menghitung rasio kekuatan adductor vs abductor.&#13;
&#13;
Knee Extension &amp;amp; Flexion: mengukur kekuatan otot paha depan (quadriceps) dan paha belakang (hamstring). Rasio kekuatan keduanya harus seimbang agar sendi lutut stabil saat pemain melakukan sprint atau duel fisik.&#13;
&#13;
Shoulder Internal/External Rotate &amp;amp; Adduction (khusus Kiper/GK): Sendi bahu kiper Persebaya harus sangat kuat dan stabil untuk melakukan penyelamatan, menepis bola keras, jatuh mendarat, atau melempar bola jauh. Tes ini memastikan otot-otot rotator cuff kiper dalam kondisi optimal dan seimbang.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3.⁠ ⁠Nordbord (Hamstring Testing System)&#13;
&#13;
Nordic (Nordic Hamstring Exercise): cedera hamstring adalah salah satu cedera paling sering dan merugikan di sepak bola (akibat sprint intensitas tinggi). Oleh karena itu alat ini digunakan untuk memastikan otot hamstring pemain Persebaya cukup kuat menahan beban saat memanjang. Jika skor Nordic pemain rendah, tim pelatih akan memberikan menu latihan penguatan khusus sebelum pemain tersebut diturunkan dalam pertandingan resmi.&#13;
&#13;
4.⁠ ⁠Human Trak (Movement Analysis System)&#13;
&#13;
CMJ &amp;amp; Single Leg CMJ (Analisis Gerakan): Berbeda dengan Force Decks yang mengukur gaya/force, Human Trak melihat kualitas gerakan. Alat ini mendeteksi apakah saat mendarat lutut pemain menekuk ke dalam (valgus) atau posisi panggul miring. Gerakan mendarat yang salah sangat berbahaya bagi keselamatan ligamen lutut.&#13;
&#13;
5.⁠ ⁠Smartspeed (Timing Gate System)&#13;
&#13;
T-Test: Tes kelincahan (agility) yang mengharuskan pemain lari maju, menyamping (kiri-kanan), dan mundur membentuk huruf T. Ini mensimulasikan situasi pertandingan di mana pemain Persebaya harus cepat mengubah arah untuk membayangi lawan atau mengejar bola.&#13;
&#13;
Bronco Test: Tes lari bolak-balik (jarak 20m, 40m, 60m dilakukan 5 kali berturut-turut) untuk mengukur kapasitas aerobik (VO2 Max) dan ketahanan (endurance) spesifik sepak bola. Tes ini membantu pelatih fisik melihat pemain mana yang punya kapasitas aerobik untuk mendominasi permainan selama 90 menit penuh.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
