<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Media Korea Selatan Soroti Keputusan Shin Tae-yong Jadi Pelatih Persija Jakarta, Singgung Ulsan HD</title><description>Media Korea Selatan menyoroti keputusan Shin Tae-yong jadi pelatih Persija Jakarta.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/06/10/49/3223492/media-korea-selatan-soroti-keputusan-shin-tae-yong-jadi-pelatih-persija-jakarta-singgung-ulsan-hd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/06/10/49/3223492/media-korea-selatan-soroti-keputusan-shin-tae-yong-jadi-pelatih-persija-jakarta-singgung-ulsan-hd"/><item><title>Media Korea Selatan Soroti Keputusan Shin Tae-yong Jadi Pelatih Persija Jakarta, Singgung Ulsan HD</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/06/10/49/3223492/media-korea-selatan-soroti-keputusan-shin-tae-yong-jadi-pelatih-persija-jakarta-singgung-ulsan-hd</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/06/10/49/3223492/media-korea-selatan-soroti-keputusan-shin-tae-yong-jadi-pelatih-persija-jakarta-singgung-ulsan-hd</guid><pubDate>Rabu 10 Juni 2026 00:24 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/09/49/3223492/media_korea_selatan_menyoroti_keputusan_shin_tae_yong_jadi_pelatih_persija_jakarta-Y9om_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Media Korea Selatan menyoroti keputusan Shin Tae-yong jadi pelatih Persija Jakarta (Foto: Okezone/Aldhi Chandra Setiawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/09/49/3223492/media_korea_selatan_menyoroti_keputusan_shin_tae_yong_jadi_pelatih_persija_jakarta-Y9om_large.jpeg</image><title>Media Korea Selatan menyoroti keputusan Shin Tae-yong jadi pelatih Persija Jakarta (Foto: Okezone/Aldhi Chandra Setiawan)</title></images><description>MEDIA Korea Selatan, Footballist, ikut menyoroti keputusan Shin Tae-yong menjadi pelatih Persija Jakarta. Tak lupa, mereka menyinggung soal kiprah sang pelatih dengan klub sebelumnya Ulsan HD.&#13;
&#13;
Persija resmi mengumumkan Shin sebagai pelatih anyarnya pada Senin 8 Juni 2026 siang WIB. Pria asal Korea Selatan itu diikat dengan kontrak berdurasi tiga tahun.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Shin akhirnya mendapat tim lagi setelah dipecat Ulsan HD pada Oktober 2025. Padahal, ketika itu, ia baru menangani tim dalam hitungan bulan, usai diberhentikan sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Januari.&#13;
&#13;
1. Minim Gelar&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Footballist lalu menyoroti keputusan Shin bergabung dengan Persija. Mereka menyinggung fakta Macan Kemayoran, meski statusnya klub besar dan bermarkas di Jakarta, justru minim prestasi di Liga Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan kata lain, dapat dikatakan Pelatih Shin telah dipercayakan dengan tanggung jawab besar untuk memimpin tim Jakarta yang bersejarah ini menuju era keemasan baru,&amp;rdquo; tulis Footballist, dikutip Rabu (10/6/2026).&#13;
&#13;
Lebih lanjut, media tersebut mengungkit permasalahan Shin dengan Ulsan. Bagi mereka, keputusan pria asal Yeongdeok itu menerima pinangan Persija sudah tepat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dia mengundurkan diri setelah sekira dua bulan karena perselisihan internal dalam skuad. Bahkan setelah pemecatannya, Shin dan Ulsan melanjutkan perang tuduhan yang sengit, meninggalkan luka yang tak terhapuskan satu sama lain,&amp;quot; ulas Footballist.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;STY memilih sepakbola Indonesia, tempat dia meraih masa keemasan keduanya, sebagai panggung kembalinya ke lapangan hijau. Dalam konferensi pers perkenalan pelatih, Persija pun telah menyatakan membutuhkan pelatih berpengalaman, dengan level atas,&amp;rdquo; tutup ulasan tersebut.&#13;
&#13;
2. Juara&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Shin diketahui masuk untuk menggantikan Mauricio Souza yang hanya mampu mengantar Persija finis ketiga di Super League 2025-2026. Tugas berat sudah menanti musim depan.&#13;
&#13;
Pasalnya, Persija ditargetkan juara untuk memberi kado ulang tahun ke-500 Kota Jakarta. Ditambah, pada 2028, klub akan berusia 100 tahun sehingga gelar dalam dua musim beruntun bakal jadi hadiah terindah.&#13;
</description><content:encoded>MEDIA Korea Selatan, Footballist, ikut menyoroti keputusan Shin Tae-yong menjadi pelatih Persija Jakarta. Tak lupa, mereka menyinggung soal kiprah sang pelatih dengan klub sebelumnya Ulsan HD.&#13;
&#13;
Persija resmi mengumumkan Shin sebagai pelatih anyarnya pada Senin 8 Juni 2026 siang WIB. Pria asal Korea Selatan itu diikat dengan kontrak berdurasi tiga tahun.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Shin akhirnya mendapat tim lagi setelah dipecat Ulsan HD pada Oktober 2025. Padahal, ketika itu, ia baru menangani tim dalam hitungan bulan, usai diberhentikan sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Januari.&#13;
&#13;
1. Minim Gelar&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Footballist lalu menyoroti keputusan Shin bergabung dengan Persija. Mereka menyinggung fakta Macan Kemayoran, meski statusnya klub besar dan bermarkas di Jakarta, justru minim prestasi di Liga Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan kata lain, dapat dikatakan Pelatih Shin telah dipercayakan dengan tanggung jawab besar untuk memimpin tim Jakarta yang bersejarah ini menuju era keemasan baru,&amp;rdquo; tulis Footballist, dikutip Rabu (10/6/2026).&#13;
&#13;
Lebih lanjut, media tersebut mengungkit permasalahan Shin dengan Ulsan. Bagi mereka, keputusan pria asal Yeongdeok itu menerima pinangan Persija sudah tepat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dia mengundurkan diri setelah sekira dua bulan karena perselisihan internal dalam skuad. Bahkan setelah pemecatannya, Shin dan Ulsan melanjutkan perang tuduhan yang sengit, meninggalkan luka yang tak terhapuskan satu sama lain,&amp;quot; ulas Footballist.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;STY memilih sepakbola Indonesia, tempat dia meraih masa keemasan keduanya, sebagai panggung kembalinya ke lapangan hijau. Dalam konferensi pers perkenalan pelatih, Persija pun telah menyatakan membutuhkan pelatih berpengalaman, dengan level atas,&amp;rdquo; tutup ulasan tersebut.&#13;
&#13;
2. Juara&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Shin diketahui masuk untuk menggantikan Mauricio Souza yang hanya mampu mengantar Persija finis ketiga di Super League 2025-2026. Tugas berat sudah menanti musim depan.&#13;
&#13;
Pasalnya, Persija ditargetkan juara untuk memberi kado ulang tahun ke-500 Kota Jakarta. Ditambah, pada 2028, klub akan berusia 100 tahun sehingga gelar dalam dua musim beruntun bakal jadi hadiah terindah.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
