<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Haru Como 1907, Pernah Bangkrut Kini Tembus Liga Champions Pertama Kalinya Sepanjang Sejarah Klub</title><description>Klub Kepunyaan Konglomerat Indonesia ini baru saja menuliskan babak bersejarah dalam perjalanan panjang mereka yang penuh lika-liku.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/05/26/47/3220775/kisah-haru-como-1907-pernah-bangkrut-kini-tembus-liga-champions-pertama-kalinya-sepanjang-sejarah-klub</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/05/26/47/3220775/kisah-haru-como-1907-pernah-bangkrut-kini-tembus-liga-champions-pertama-kalinya-sepanjang-sejarah-klub"/><item><title>Kisah Haru Como 1907, Pernah Bangkrut Kini Tembus Liga Champions Pertama Kalinya Sepanjang Sejarah Klub</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/05/26/47/3220775/kisah-haru-como-1907-pernah-bangkrut-kini-tembus-liga-champions-pertama-kalinya-sepanjang-sejarah-klub</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/05/26/47/3220775/kisah-haru-como-1907-pernah-bangkrut-kini-tembus-liga-champions-pertama-kalinya-sepanjang-sejarah-klub</guid><pubDate>Selasa 26 Mei 2026 10:36 WIB</pubDate><dc:creator>Dian AF</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/26/47/3220775/kisah_haru_como_1907-K9zF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kisah Haru Como 1907 (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/26/47/3220775/kisah_haru_como_1907-K9zF_large.jpg</image><title>Kisah Haru Como 1907 (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>KLUB asal tepi Danau Como di Italia Utara ini baru saja menuliskan babak paling bersejarah dalam perjalanan panjang mereka yang penuh lika-liku, ya lolos ke Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya sepanjang 118 tahun sejarah klub.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1.Pernah Bangkrut&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Klub Como yang didirikan pada 1907 ini pernah merasakan titik terendah saat terpuruk di Serie D yaitu divisi keempat kasta sepak bola Italia &amp;mdash; sambil dibekap kebangkrutan finansial yang nyaris mengakhiri eksistensi mereka.&#13;
&#13;
Di saat klub-klub lain bersolek di kompetisi bergengsi, Como berjuang sekadar untuk bertahan hidup.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Babak baru dimulai ketika keluarga Hartono, konglomerat asal Indonesia, mengakuisisi Como dan menyuntikkan investasi besar-besaran. Dari reruntuhan Serie D, Como perlahan mendaki. Promosi demi promosi diraih, hingga akhirnya comeback bersaing di Serie A dan dan kini tembus Liga Champions.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Kemenangan Dramatis&#13;
&#13;
Kepastian tiket ke Liga Champions datang lewat skenario penuh ketegangan. Pada pekan terakhir Serie A musim 2025/26, Como yang diasuh mantan gelandang bintang Cesc Fabregas wajib menang sekaligus berharap hasil dari stadion lain.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Como memenuhi syarat pertama dengan menumbangkan Cremonese 4-1 hasil yang sekaligus mengirim tuan rumah terdegradasi ke Serie B. Gol-gol dicetak oleh Jesus Rodriguez, Tasos Douvikas (2), dan Lucas Da Cunha.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Takdirpun berpihak, ya AC Milan secara mengejutkan kalah memalukan 1-2 di kandang sendiri melawan Cagliari, membuka jalan Como untuk finis di posisi empat besar klasemen akhir.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Uniknya dalam hal tagihan gaji pemain, Como hanya menempati peringkat ke-11 di antara 20 klub Serie A musim ini, dengan total pengeluaran sekitar 47 juta euro, jauh di bawah AC Milan (100 juta euro) dan Juventus (129 juta euro) yang justru gagal lolos ke Liga Champions.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk pertama kali dalam 35 tahun terakhir, dua raksasa Italia itu absen bersama dari kompetisi elite Eropa. Sebuah ironi pahit bagi i Rossoneri dan la Vecchia Signora, sementara Como &amp;mdash; klub yang &amp;quot;baru kemarin&amp;quot; bangkit dari lumpur Serie D justru bisa bersanding dengan tim elite Eropa.&#13;
&#13;
3. Efek Fabregas&#13;
&#13;
Di balik kebangkitan ini, ada sentuhan taktis Cesc Fabregas selaku komando dari Como.&amp;nbsp;Mantan kapten Arsenal dan bintang Barcelona itu berhasil membangun tim yang kompak, dan merupakan tim dengan pertahanan terbaik di Serie A musim ini sekaligus lini serang yang sangat produktif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>KLUB asal tepi Danau Como di Italia Utara ini baru saja menuliskan babak paling bersejarah dalam perjalanan panjang mereka yang penuh lika-liku, ya lolos ke Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya sepanjang 118 tahun sejarah klub.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1.Pernah Bangkrut&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Klub Como yang didirikan pada 1907 ini pernah merasakan titik terendah saat terpuruk di Serie D yaitu divisi keempat kasta sepak bola Italia &amp;mdash; sambil dibekap kebangkrutan finansial yang nyaris mengakhiri eksistensi mereka.&#13;
&#13;
Di saat klub-klub lain bersolek di kompetisi bergengsi, Como berjuang sekadar untuk bertahan hidup.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Babak baru dimulai ketika keluarga Hartono, konglomerat asal Indonesia, mengakuisisi Como dan menyuntikkan investasi besar-besaran. Dari reruntuhan Serie D, Como perlahan mendaki. Promosi demi promosi diraih, hingga akhirnya comeback bersaing di Serie A dan dan kini tembus Liga Champions.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Kemenangan Dramatis&#13;
&#13;
Kepastian tiket ke Liga Champions datang lewat skenario penuh ketegangan. Pada pekan terakhir Serie A musim 2025/26, Como yang diasuh mantan gelandang bintang Cesc Fabregas wajib menang sekaligus berharap hasil dari stadion lain.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Como memenuhi syarat pertama dengan menumbangkan Cremonese 4-1 hasil yang sekaligus mengirim tuan rumah terdegradasi ke Serie B. Gol-gol dicetak oleh Jesus Rodriguez, Tasos Douvikas (2), dan Lucas Da Cunha.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Takdirpun berpihak, ya AC Milan secara mengejutkan kalah memalukan 1-2 di kandang sendiri melawan Cagliari, membuka jalan Como untuk finis di posisi empat besar klasemen akhir.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Uniknya dalam hal tagihan gaji pemain, Como hanya menempati peringkat ke-11 di antara 20 klub Serie A musim ini, dengan total pengeluaran sekitar 47 juta euro, jauh di bawah AC Milan (100 juta euro) dan Juventus (129 juta euro) yang justru gagal lolos ke Liga Champions.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk pertama kali dalam 35 tahun terakhir, dua raksasa Italia itu absen bersama dari kompetisi elite Eropa. Sebuah ironi pahit bagi i Rossoneri dan la Vecchia Signora, sementara Como &amp;mdash; klub yang &amp;quot;baru kemarin&amp;quot; bangkit dari lumpur Serie D justru bisa bersanding dengan tim elite Eropa.&#13;
&#13;
3. Efek Fabregas&#13;
&#13;
Di balik kebangkitan ini, ada sentuhan taktis Cesc Fabregas selaku komando dari Como.&amp;nbsp;Mantan kapten Arsenal dan bintang Barcelona itu berhasil membangun tim yang kompak, dan merupakan tim dengan pertahanan terbaik di Serie A musim ini sekaligus lini serang yang sangat produktif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
