<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gaji Tertunggak 4 Bulan, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Main Lawan Dewa United</title><description>Pemain PSBS Biak mengancam mogok main lawan Dewa United!&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/05/07/49/3216967/gaji-tertunggak-4-bulan-pemain-psbs-biak-ancam-mogok-main-lawan-dewa-united</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/05/07/49/3216967/gaji-tertunggak-4-bulan-pemain-psbs-biak-ancam-mogok-main-lawan-dewa-united"/><item><title>Gaji Tertunggak 4 Bulan, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Main Lawan Dewa United</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/05/07/49/3216967/gaji-tertunggak-4-bulan-pemain-psbs-biak-ancam-mogok-main-lawan-dewa-united</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/05/07/49/3216967/gaji-tertunggak-4-bulan-pemain-psbs-biak-ancam-mogok-main-lawan-dewa-united</guid><pubDate>Kamis 07 Mei 2026 14:25 WIB</pubDate><dc:creator>Cikal Bintang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/07/49/3216967/pemain_psbs_biak_mengancam_mogok_main_lawan_dewa_united-v5Fb_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemain PSBS Biak mengancam mogok main lawan Dewa United! (Foto: Instagram/@psbsofficial)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/07/49/3216967/pemain_psbs_biak_mengancam_mogok_main_lawan_dewa_united-v5Fb_large.jpg</image><title>Pemain PSBS Biak mengancam mogok main lawan Dewa United! (Foto: Instagram/@psbsofficial)</title></images><description>SITUASI memanas di internal PSBS Biak jelang laga kontra Dewa United dalam lanjutan Super League 2025-2026. Para pemain mengancam mogok latihan hingga menolak bertanding jika manajemen belum melunasi tunggakan gaji selama empat bulan.&#13;
&#13;
Ancaman tersebut muncul setelah para pemain menggelar pertemuan bersama manajer tim, staf ofisial, dan pelatih pada Selasa 5 Mei 2026 malam WIB. Dalam pertemuan itu, seluruh pihak disebut sepakat meminta manajemen segera menyelesaikan hak-hak pemain.&#13;
&#13;
1. Tidak Ingin Tampil&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemain senior, Nelson Alom, menegaskan rekan-rekannya tidak ingin tampil melawan Dewa United sebelum tunggakan gaji dibayarkan. Ia menyebut kondisi ini sudah menjadi keputusan bersama di internal tim.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami minta gaji yang tertunggak ini dilunasi baru kami mau main lawan Dewa,&amp;quot; kata Nelson dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (7/5/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemain asal Papua itu juga meminta manajemen memprioritaskan pembayaran gaji pemain apabila dana klub sudah tersedia. Menurutnya, kebutuhan pemain harus menjadi perhatian utama sebelum digunakan untuk kepentingan lain.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gaji pemain dulu, jangan dipergunakan untuk yang lain,&amp;quot; tegas Nelson.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak hanya mengancam absen saat pertandingan, para pemain juga disebut menolak menjalani latihan maupun latihan resmi. Keputusan itu akan dilakukan apabila hingga hari ini, Kamis (7/5/2026), manajemen belum memberikan kepastian pembayaran.&#13;
&#13;
Selain persoalan gaji, Nelson turut menyinggung keberadaan pelatih Marian Mihail di tim. Pria berusia 34 tahun itu menyatakan para pemain tidak menginginkan sang pelatih kembali menangani skuad PSBS.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami juga tidak mau Coach Mihail kembali,&amp;quot; jelas Nelson.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Bukan Gertakan&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Manajer tim, Alex Yarangga, membenarkan ancaman mogok tersebut bukan sekadar gertakan. Ia mengatakan para pemain dan ofisial sudah memiliki komitmen bersama terkait aksi tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya benar (tidak mau main dan latihan). Saya sebagai manajer akan melanjutkan bagian ini ke dewan direksi untuk bisa menyelesaikan hak-hak pemain dan ofisial, apalagi kompetisi akan berakhir Mei ini,&amp;quot; ujar Alex.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Alex berharap manajemen dan dewan direksi segera menemukan solusi atas persoalan tersebut. Ia tidak ingin polemik internal mengganggu perjuangan PSBS Biak dalam menyelesaikan sisa pertandingan Super League 2025-2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apalagi sampai pemain mau mogok bertanding, kan ini menjadi soal. Mudah-mudahan ada solusi untuk pertanyaan daripada teman-teman (pemain) dan ofisial semua,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>SITUASI memanas di internal PSBS Biak jelang laga kontra Dewa United dalam lanjutan Super League 2025-2026. Para pemain mengancam mogok latihan hingga menolak bertanding jika manajemen belum melunasi tunggakan gaji selama empat bulan.&#13;
&#13;
Ancaman tersebut muncul setelah para pemain menggelar pertemuan bersama manajer tim, staf ofisial, dan pelatih pada Selasa 5 Mei 2026 malam WIB. Dalam pertemuan itu, seluruh pihak disebut sepakat meminta manajemen segera menyelesaikan hak-hak pemain.&#13;
&#13;
1. Tidak Ingin Tampil&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemain senior, Nelson Alom, menegaskan rekan-rekannya tidak ingin tampil melawan Dewa United sebelum tunggakan gaji dibayarkan. Ia menyebut kondisi ini sudah menjadi keputusan bersama di internal tim.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami minta gaji yang tertunggak ini dilunasi baru kami mau main lawan Dewa,&amp;quot; kata Nelson dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (7/5/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemain asal Papua itu juga meminta manajemen memprioritaskan pembayaran gaji pemain apabila dana klub sudah tersedia. Menurutnya, kebutuhan pemain harus menjadi perhatian utama sebelum digunakan untuk kepentingan lain.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gaji pemain dulu, jangan dipergunakan untuk yang lain,&amp;quot; tegas Nelson.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak hanya mengancam absen saat pertandingan, para pemain juga disebut menolak menjalani latihan maupun latihan resmi. Keputusan itu akan dilakukan apabila hingga hari ini, Kamis (7/5/2026), manajemen belum memberikan kepastian pembayaran.&#13;
&#13;
Selain persoalan gaji, Nelson turut menyinggung keberadaan pelatih Marian Mihail di tim. Pria berusia 34 tahun itu menyatakan para pemain tidak menginginkan sang pelatih kembali menangani skuad PSBS.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami juga tidak mau Coach Mihail kembali,&amp;quot; jelas Nelson.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Bukan Gertakan&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Manajer tim, Alex Yarangga, membenarkan ancaman mogok tersebut bukan sekadar gertakan. Ia mengatakan para pemain dan ofisial sudah memiliki komitmen bersama terkait aksi tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya benar (tidak mau main dan latihan). Saya sebagai manajer akan melanjutkan bagian ini ke dewan direksi untuk bisa menyelesaikan hak-hak pemain dan ofisial, apalagi kompetisi akan berakhir Mei ini,&amp;quot; ujar Alex.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Alex berharap manajemen dan dewan direksi segera menemukan solusi atas persoalan tersebut. Ia tidak ingin polemik internal mengganggu perjuangan PSBS Biak dalam menyelesaikan sisa pertandingan Super League 2025-2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apalagi sampai pemain mau mogok bertanding, kan ini menjadi soal. Mudah-mudahan ada solusi untuk pertanyaan daripada teman-teman (pemain) dan ofisial semua,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
