<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komite Wasit PSSI Buka Suara soal Keributan Bhayangkara U-20 vs Dewa United U-20</title><description>Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, buka suara soal keributan yang terjadi di laga Bhayangkara FC U-20 vs Dewa United U-20.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/04/25/51/3214474/komite-wasit-pssi-buka-suara-soal-keributan-bhayangkara-u-20-vs-dewa-united-u-20</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/04/25/51/3214474/komite-wasit-pssi-buka-suara-soal-keributan-bhayangkara-u-20-vs-dewa-united-u-20"/><item><title>Komite Wasit PSSI Buka Suara soal Keributan Bhayangkara U-20 vs Dewa United U-20</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/04/25/51/3214474/komite-wasit-pssi-buka-suara-soal-keributan-bhayangkara-u-20-vs-dewa-united-u-20</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/04/25/51/3214474/komite-wasit-pssi-buka-suara-soal-keributan-bhayangkara-u-20-vs-dewa-united-u-20</guid><pubDate>Sabtu 25 April 2026 00:14 WIB</pubDate><dc:creator>Cikal Bintang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/24/51/3214474/ketua_komite_wasit_pssi_yoshimi_ogawa_buka_suara_soal_keributan_yang_terjadi_di_laga_bhayangkara_fc_u_20_vs_dewa_united_u_20-kaCf_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, buka suara soal keributan yang terjadi di laga Bhayangkara FC U-20 vs Dewa United U-20 (Foto: Okezone/Cikal Bintang)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/24/51/3214474/ketua_komite_wasit_pssi_yoshimi_ogawa_buka_suara_soal_keributan_yang_terjadi_di_laga_bhayangkara_fc_u_20_vs_dewa_united_u_20-kaCf_large.jpg</image><title>Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, buka suara soal keributan yang terjadi di laga Bhayangkara FC U-20 vs Dewa United U-20 (Foto: Okezone/Cikal Bintang)</title></images><description>KETUA Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, buka suara soal keributan yang terjadi di laga Bhayangkara FC U-20 vs Dewa United U-20. Ia mengingatkan kembali pentingnya menjaga nilai sportivitas meski kedua belah pihak sudah sepakat berdamai.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kericuhan sempat terjadi usai pertandingan di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu 19 April 2026. Insiden ini menarik perhatian semua pihak karena terjadi di kompetisi usia muda Elite Pro Academy (EPA) U-20 dan melibatkan salah satu bintang muda Timnas Indonesia, Fadly Alberto Hengga.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemicu kericuhan diduga gol kedua Dewa United U-20 yang diprotes karena dianggap offside oleh pihak lawan. Situasi tersebut kemudian memicu konflik fisik di atas lapangan.&#13;
&#13;
1. Sepakat Berdamai&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kendati demikian, kedua belah pihak sudah sepakat berdamai usai menggelar pertemuan di Dewa United Arena, Tangerang, Banten pada Rabu 22 April 2026. Kedua belah pihak sudah saling memaafkan tetapi menjunjung tinggi nilai sportivitas tetap penting untuk diingatkan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dugaan adanya ujaran bernuansa rasis disebut menjadi salah satu faktor yang memperkeruh suasana pertandingan tersebut. Hal ini menjadi perhatian serius Komite Wasit dalam menjaga nilai sportivitas.&#13;
&#13;
Ogawa menegaskan prinsip &amp;#39;No Racism&amp;#39; harus menjadi komitmen seluruh elemen sepakbola. Pria asal Jepang itu menekankan pentingnya saling menghormati, baik pemain, ofisial, maupun perangkat pertandingan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemain sepakbola harus saling menghormati satu sama lain, bahkan saat bertanding. Tidak boleh ada rasisme, tidak boleh ada penghinaan. Ini sangat penting,&amp;rdquo; ujar Ogawa kepada awak media, termasuk Okezone di GBK Arena, Jakarta, dikutip pada Sabtu (25/4/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Tindakan Diskriminatif&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Ogawa, aspek keamanan di lapangan tidak hanya menyangkut fisik semata. Perlindungan dari tindakan diskriminatif juga menjadi bagian penting dalam pertandingan.&#13;
&#13;
Ogawa berharap insiden serupa tidak kembali terulang di masa mendatang, terkhusus di kancah sepakbola nasional. Ia mengatakan ajang olahraga seharusnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kesetaraan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita adalah manusia, tidak ada perbedaan. Harus saling menghormati,&amp;rdquo; ucap Ogawa.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Ogawa juga berbicara tentang komunikasi antara wasit dan pemain. Ia menjelaskan wasit dapat memberikan penjelasan atas keputusan yang diambil. Namun, komunikasi tersebut tetap harus dilakukan secara proporsional.&#13;
&#13;
Ogawa mengatakan, pemain, khususnya kapten tim, tetap memiliki ruang untuk bertanya kepada wasit. Proses tanya jawab itu harus berlangsung singkat dan tetap dalam koridor saling menghormati.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau pemain bertanya dengan hormat, wasit harus menjawab. Tapi tidak perlu ada diskusi panjang. Cukup tanya, jawab, selesai,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>KETUA Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, buka suara soal keributan yang terjadi di laga Bhayangkara FC U-20 vs Dewa United U-20. Ia mengingatkan kembali pentingnya menjaga nilai sportivitas meski kedua belah pihak sudah sepakat berdamai.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kericuhan sempat terjadi usai pertandingan di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu 19 April 2026. Insiden ini menarik perhatian semua pihak karena terjadi di kompetisi usia muda Elite Pro Academy (EPA) U-20 dan melibatkan salah satu bintang muda Timnas Indonesia, Fadly Alberto Hengga.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemicu kericuhan diduga gol kedua Dewa United U-20 yang diprotes karena dianggap offside oleh pihak lawan. Situasi tersebut kemudian memicu konflik fisik di atas lapangan.&#13;
&#13;
1. Sepakat Berdamai&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kendati demikian, kedua belah pihak sudah sepakat berdamai usai menggelar pertemuan di Dewa United Arena, Tangerang, Banten pada Rabu 22 April 2026. Kedua belah pihak sudah saling memaafkan tetapi menjunjung tinggi nilai sportivitas tetap penting untuk diingatkan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dugaan adanya ujaran bernuansa rasis disebut menjadi salah satu faktor yang memperkeruh suasana pertandingan tersebut. Hal ini menjadi perhatian serius Komite Wasit dalam menjaga nilai sportivitas.&#13;
&#13;
Ogawa menegaskan prinsip &amp;#39;No Racism&amp;#39; harus menjadi komitmen seluruh elemen sepakbola. Pria asal Jepang itu menekankan pentingnya saling menghormati, baik pemain, ofisial, maupun perangkat pertandingan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemain sepakbola harus saling menghormati satu sama lain, bahkan saat bertanding. Tidak boleh ada rasisme, tidak boleh ada penghinaan. Ini sangat penting,&amp;rdquo; ujar Ogawa kepada awak media, termasuk Okezone di GBK Arena, Jakarta, dikutip pada Sabtu (25/4/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Tindakan Diskriminatif&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Ogawa, aspek keamanan di lapangan tidak hanya menyangkut fisik semata. Perlindungan dari tindakan diskriminatif juga menjadi bagian penting dalam pertandingan.&#13;
&#13;
Ogawa berharap insiden serupa tidak kembali terulang di masa mendatang, terkhusus di kancah sepakbola nasional. Ia mengatakan ajang olahraga seharusnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kesetaraan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita adalah manusia, tidak ada perbedaan. Harus saling menghormati,&amp;rdquo; ucap Ogawa.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Ogawa juga berbicara tentang komunikasi antara wasit dan pemain. Ia menjelaskan wasit dapat memberikan penjelasan atas keputusan yang diambil. Namun, komunikasi tersebut tetap harus dilakukan secara proporsional.&#13;
&#13;
Ogawa mengatakan, pemain, khususnya kapten tim, tetap memiliki ruang untuk bertanya kepada wasit. Proses tanya jawab itu harus berlangsung singkat dan tetap dalam koridor saling menghormati.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau pemain bertanya dengan hormat, wasit harus menjawab. Tapi tidak perlu ada diskusi panjang. Cukup tanya, jawab, selesai,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
