<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang HUT PSSI Ke-96, Forum Water Break Tegaskan Target Realistis Menuju Piala Dunia 2030</title><description>PSSI memanfaatkan peringatan HUT ke-96 pada 19 April 2026 sebagai momentum refleksi sekaligus menegaskan optimisme menuju Piala Dunia 2030.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/04/18/51/3213220/jelang-hut-pssi-ke-96-forum-water-break-tegaskan-target-realistis-menuju-piala-dunia-2030</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/04/18/51/3213220/jelang-hut-pssi-ke-96-forum-water-break-tegaskan-target-realistis-menuju-piala-dunia-2030"/><item><title>Jelang HUT PSSI Ke-96, Forum Water Break Tegaskan Target Realistis Menuju Piala Dunia 2030</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/04/18/51/3213220/jelang-hut-pssi-ke-96-forum-water-break-tegaskan-target-realistis-menuju-piala-dunia-2030</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/04/18/51/3213220/jelang-hut-pssi-ke-96-forum-water-break-tegaskan-target-realistis-menuju-piala-dunia-2030</guid><pubDate>Sabtu 18 April 2026 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Cikal Bintang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/18/51/3213220/pssi_memanfaatkan_peringatan_hut_ke_96_pada_19_april_2026_sebagai_momentum_refleksi_sekaligus_menegaskan_optimisme_menuju_piala_dunia_2030-7ABL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PSSI memanfaatkan peringatan HUT ke-96 pada 19 April 2026 sebagai momentum refleksi sekaligus menegaskan optimisme menuju Piala Dunia 2030 (Foto: PSSI Pers)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/18/51/3213220/pssi_memanfaatkan_peringatan_hut_ke_96_pada_19_april_2026_sebagai_momentum_refleksi_sekaligus_menegaskan_optimisme_menuju_piala_dunia_2030-7ABL_large.jpg</image><title>PSSI memanfaatkan peringatan HUT ke-96 pada 19 April 2026 sebagai momentum refleksi sekaligus menegaskan optimisme menuju Piala Dunia 2030 (Foto: PSSI Pers)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PSSI memanfaatkan peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-96 pada 19 April 2026 sebagai momentum refleksi sekaligus menegaskan optimisme menuju Piala Dunia 2030. Hal itu dibahas dalam forum Water Break PSSI Pers yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sepakbola nasional.&#13;
&#13;
PSSI genap berusia 96 tahun pada Minggu 19 April 2026. Perjalanan panjang tersebut diwarnai dinamika prestasi dan tantangan yang terus membentuk arah sepak bola nasional.&#13;
&#13;
Dalam rangka peringatan tersebut, PSSI Pers menggelar diskusi bertajuk &amp;#39;96 Tahun PSSI: Fondasi Piala Dunia 2030&amp;#39; di GBK Arena, Jakarta, Kamis 16 April 2026. Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan lintas sektor dalam ekosistem sepakbola Indonesia.&#13;
&#13;
1. Berbagai Latar Belakang&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Diskusi perdana ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Mereka antara lain Komite Eksekutif PSSI, Hasnuryadi Sulaiman; mantan pemain Timnas Indonesia Rochy Putiray; pengamat sepak bola Hadi Gunawan; serta wartawan senior Kesit B. Handoyo.&#13;
&#13;
Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting sepakbola nasional. Di antaranya Ketua Umum PSSI Erick Thohir; Direktur Utama I.League Ferry Paulus; Ketua Umum FFI Michael Sianipar; Direktur Utama GSI Marsal Masita; serta Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra.&#13;
&#13;
Perjalanan PSSI selama hampir satu abad tidak selalu berjalan mulus. Sejumlah pencapaian berhasil diraih, namun kegagalan juga menjadi bagian dari proses, termasuk belum lolosnya Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026.&#13;
&#13;
2. Belum Sepenuhnya Ideal&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengakui perjalanan sepakbola Indonesia belum sepenuhnya ideal. Namun, ia menilai ada perkembangan yang patut diapresiasi dalam beberapa waktu terakhir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Liga menunjukkan performa yang lebih baik. Indikatornya, peringkat kita naik ke posisi 18 dari sebelumnya 25,&amp;quot; kata Erick dalam sambutannya, dikutip Sabtu (18/4/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk tim nasional, kita memang belum konsisten. Tetapi, bukan berarti program berhenti. Tim U-17 terus berjalan bersama pelatih, tim putri juga terus didorong,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Erick juga menanamkan optimisme terkait peluang Indonesia tampil di Piala Dunia 2030. Mantan pemilik Inter Milan itu menyebut kehadiran pelatih John Herdman sebagai bagian dari fondasi baru yang sedang dibangun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terakhir, kita harus punya mimpi. Memang mimpi tidak mudah, tetapi harus diperjuangkan. Jika kita berbicara tentang Piala Dunia 2030, itu juga menjadi mimpi kita bersama,&amp;quot; ungkap Erick.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Lebih Terbuka&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pengamat sepakbola Hadi &amp;#39;Ahay&amp;#39; Gunawan menilai peluang Indonesia kini lebih terbuka dibanding masa lalu. Ia menyoroti adanya peningkatan kualitas tim dalam beberapa tahun terakhir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika kita melihat ke tahun 1985, saat itu level kita tidak kalah dari Korea Selatan dan Jepang. Masyarakat pun masih melihat Indonesia setara dengan mereka,&amp;quot; kata Ahay.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, Bung Ahay juga menyoroti peningkatan signifikan menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2026. Menurutnya, kualitas skuad saat ini termasuk salah satu yang terbaik dalam sejarah Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kualitas kita meningkat dan mulai setara dengan negara-negara Asia lainnya. Menurut saya, secara tim, ini adalah salah satu tim terbaik yang pernah dimiliki Indonesia,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Senada dengan Bung Ahay, anggota Komite Eksekutif PSSI Hasnuryadi Sulaiman menilai perkembangan positif mulai terlihat. Ia menyebut target menuju Piala Dunia 2030 kini semakin realistis untuk dikejar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika tahun 1985 dianggap sebagai tim terbaik, maka menurut saya tim saat ini adalah yang terbaik yang kita miliki. Kita harus yakin pada 2030 kita bisa lolos ke Piala Dunia,&amp;quot; harap Hasnur.&#13;
&#13;
Sementara itu, jurnalis senior Kesit Budi Handoyo menyoroti tingginya antusiasme publik terhadap Timnas Indonesia. Eks pemain Timnas Indonesia Rochy Putiray mengatakan antusiasme ini harus diiringi dukungan dengan cara yang tepat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat selalu menantikan pertandingan Indonesia,&amp;quot; ujar Kesit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan hanya mencari kesalahan. Yang penting adalah bagaimana membuat mereka lebih kuat dan termotivasi ke depan,&amp;quot; tukas Rochy.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PSSI memanfaatkan peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-96 pada 19 April 2026 sebagai momentum refleksi sekaligus menegaskan optimisme menuju Piala Dunia 2030. Hal itu dibahas dalam forum Water Break PSSI Pers yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sepakbola nasional.&#13;
&#13;
PSSI genap berusia 96 tahun pada Minggu 19 April 2026. Perjalanan panjang tersebut diwarnai dinamika prestasi dan tantangan yang terus membentuk arah sepak bola nasional.&#13;
&#13;
Dalam rangka peringatan tersebut, PSSI Pers menggelar diskusi bertajuk &amp;#39;96 Tahun PSSI: Fondasi Piala Dunia 2030&amp;#39; di GBK Arena, Jakarta, Kamis 16 April 2026. Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan lintas sektor dalam ekosistem sepakbola Indonesia.&#13;
&#13;
1. Berbagai Latar Belakang&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Diskusi perdana ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Mereka antara lain Komite Eksekutif PSSI, Hasnuryadi Sulaiman; mantan pemain Timnas Indonesia Rochy Putiray; pengamat sepak bola Hadi Gunawan; serta wartawan senior Kesit B. Handoyo.&#13;
&#13;
Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting sepakbola nasional. Di antaranya Ketua Umum PSSI Erick Thohir; Direktur Utama I.League Ferry Paulus; Ketua Umum FFI Michael Sianipar; Direktur Utama GSI Marsal Masita; serta Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra.&#13;
&#13;
Perjalanan PSSI selama hampir satu abad tidak selalu berjalan mulus. Sejumlah pencapaian berhasil diraih, namun kegagalan juga menjadi bagian dari proses, termasuk belum lolosnya Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026.&#13;
&#13;
2. Belum Sepenuhnya Ideal&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengakui perjalanan sepakbola Indonesia belum sepenuhnya ideal. Namun, ia menilai ada perkembangan yang patut diapresiasi dalam beberapa waktu terakhir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Liga menunjukkan performa yang lebih baik. Indikatornya, peringkat kita naik ke posisi 18 dari sebelumnya 25,&amp;quot; kata Erick dalam sambutannya, dikutip Sabtu (18/4/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk tim nasional, kita memang belum konsisten. Tetapi, bukan berarti program berhenti. Tim U-17 terus berjalan bersama pelatih, tim putri juga terus didorong,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Erick juga menanamkan optimisme terkait peluang Indonesia tampil di Piala Dunia 2030. Mantan pemilik Inter Milan itu menyebut kehadiran pelatih John Herdman sebagai bagian dari fondasi baru yang sedang dibangun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terakhir, kita harus punya mimpi. Memang mimpi tidak mudah, tetapi harus diperjuangkan. Jika kita berbicara tentang Piala Dunia 2030, itu juga menjadi mimpi kita bersama,&amp;quot; ungkap Erick.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Lebih Terbuka&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pengamat sepakbola Hadi &amp;#39;Ahay&amp;#39; Gunawan menilai peluang Indonesia kini lebih terbuka dibanding masa lalu. Ia menyoroti adanya peningkatan kualitas tim dalam beberapa tahun terakhir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika kita melihat ke tahun 1985, saat itu level kita tidak kalah dari Korea Selatan dan Jepang. Masyarakat pun masih melihat Indonesia setara dengan mereka,&amp;quot; kata Ahay.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, Bung Ahay juga menyoroti peningkatan signifikan menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2026. Menurutnya, kualitas skuad saat ini termasuk salah satu yang terbaik dalam sejarah Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kualitas kita meningkat dan mulai setara dengan negara-negara Asia lainnya. Menurut saya, secara tim, ini adalah salah satu tim terbaik yang pernah dimiliki Indonesia,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Senada dengan Bung Ahay, anggota Komite Eksekutif PSSI Hasnuryadi Sulaiman menilai perkembangan positif mulai terlihat. Ia menyebut target menuju Piala Dunia 2030 kini semakin realistis untuk dikejar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika tahun 1985 dianggap sebagai tim terbaik, maka menurut saya tim saat ini adalah yang terbaik yang kita miliki. Kita harus yakin pada 2030 kita bisa lolos ke Piala Dunia,&amp;quot; harap Hasnur.&#13;
&#13;
Sementara itu, jurnalis senior Kesit Budi Handoyo menyoroti tingginya antusiasme publik terhadap Timnas Indonesia. Eks pemain Timnas Indonesia Rochy Putiray mengatakan antusiasme ini harus diiringi dukungan dengan cara yang tepat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat selalu menantikan pertandingan Indonesia,&amp;quot; ujar Kesit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan hanya mencari kesalahan. Yang penting adalah bagaimana membuat mereka lebih kuat dan termotivasi ke depan,&amp;quot; tukas Rochy.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
