<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gareth Bale Komentari Pemecatan Xabi Alonso: Real Madrid Enggak Butuh Pelatih Kaya Taktik!</title><description>Gareth Bale mengaku paham mengapa Xabi Alonso dipecat dari Real Madrid.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/01/22/46/3196856/gareth-bale-komentari-pemecatan-xabi-alonso-real-madrid-enggak-butuh-pelatih-kaya-taktik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/01/22/46/3196856/gareth-bale-komentari-pemecatan-xabi-alonso-real-madrid-enggak-butuh-pelatih-kaya-taktik"/><item><title>Gareth Bale Komentari Pemecatan Xabi Alonso: Real Madrid Enggak Butuh Pelatih Kaya Taktik!</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/01/22/46/3196856/gareth-bale-komentari-pemecatan-xabi-alonso-real-madrid-enggak-butuh-pelatih-kaya-taktik</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/01/22/46/3196856/gareth-bale-komentari-pemecatan-xabi-alonso-real-madrid-enggak-butuh-pelatih-kaya-taktik</guid><pubDate>Kamis 22 Januari 2026 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/22/46/3196856/gareth_bale_mengaku_paham_mengapa_xabi_alonso_dipecat_dari_real_madrid-u6HQ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gareth Bale mengaku paham mengapa Xabi Alonso dipecat dari Real Madrid (Foto: Instagram/@xabialonso)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/22/46/3196856/gareth_bale_mengaku_paham_mengapa_xabi_alonso_dipecat_dari_real_madrid-u6HQ_large.jpg</image><title>Gareth Bale mengaku paham mengapa Xabi Alonso dipecat dari Real Madrid (Foto: Instagram/@xabialonso)</title></images><description>GARETH Bale mengaku paham mengapa Xabi Alonso dipecat dari Real Madrid. Menurutnya, tim sebesar Los Blancos lebih membutuhkan pelatih yang bisa menguasai ruang ganti ketimbang paham taktik.&#13;
&#13;
Alonso datang di awal musim 2025-2026 dengan harapan tinggi. Pria berkebangsaan Spanyol itu panen puja dan puji saat menangani Bayer Leverkusen.&#13;
&#13;
Betapa tidak, Die Werkself diantarnya meraih masing-masing satu trofi Bundesliga, DFB Pokal, dan Piala Super Jerman. Ia punya rekor 89 kemenangan, 32 seri, dan 19 kali kalah, dalam 140 laga bareng Leverkusen di semua kompetisi.&#13;
&#13;
1. Taktik&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain torehan trofi, Alonso dipuji karena keberaniannya memainkan taktik menyerang yang indah. Hal ini membuat manajemen Madrid terpesona dan rela mengangkutnya dari Stadion BayArena.&#13;
&#13;
Apa daya, rezim Alonso hanya berumur jagung. Ia dipecat setelah hanya menangani Madrid dalam 28 laga di semua kompetisi dengan 20 kemenangan, 3 imbang, dan 5 kali kalah.&#13;
&#13;
2. Ruang Ganti Tidak Harmonis&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penyebab utama pemecatan Alonso disebut-sebut situasi ruang ganti yang tidak harmonis. Sejumlah pemain Madrid tampak tidak senang dengannya seperti Vinicius Jr dan Federico Valverde.&#13;
&#13;
Bale paham mengapa Alonso dipecat. Ia tidak menampik pria berusia 44 tahun tersebut adalah pelatih fantastis, salah satu yang berbakat di Eropa. Tapi, Madrid tidak membutuhkan sosok sepertinya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Alonso adalah pelatih luar biasa. Dia memenangi gelar bersama Bayer Leverkusen, dia melatih tim itu dengan sangat baik,&amp;rdquo; kata Bale, mengutip dari Football Espana, Kamis (22/1/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi, ketika Anda tiba di Real Madrid, Anda tidak perlu menjadi pelatih, Anda harus menjadi manajer. Anda harus mengatur ego (pemain) di ruang ganti,&amp;rdquo; sambung pria asal Wales tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Anda tidak perlu banyak bicara soal taktik. Di ruang ganti, ada pemain-pemain bintang yang bisa mengubah laga dalam sekejap. Ya, dia adalah pelatih hebat dan juru taktik hebat, tapi di Madrid, itu jelas tidak bekerja dengan baik,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
Perkataan Bale bisa jadi benar. Sebab, skuad Madrid yang dipimpin Alonso merupakan warisan dari Carlo Ancelotti, sosok yang banyak dibilang memiliki kharisma serta pendekatan yang mampu membuat pemain merasa nyaman.&#13;
</description><content:encoded>GARETH Bale mengaku paham mengapa Xabi Alonso dipecat dari Real Madrid. Menurutnya, tim sebesar Los Blancos lebih membutuhkan pelatih yang bisa menguasai ruang ganti ketimbang paham taktik.&#13;
&#13;
Alonso datang di awal musim 2025-2026 dengan harapan tinggi. Pria berkebangsaan Spanyol itu panen puja dan puji saat menangani Bayer Leverkusen.&#13;
&#13;
Betapa tidak, Die Werkself diantarnya meraih masing-masing satu trofi Bundesliga, DFB Pokal, dan Piala Super Jerman. Ia punya rekor 89 kemenangan, 32 seri, dan 19 kali kalah, dalam 140 laga bareng Leverkusen di semua kompetisi.&#13;
&#13;
1. Taktik&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain torehan trofi, Alonso dipuji karena keberaniannya memainkan taktik menyerang yang indah. Hal ini membuat manajemen Madrid terpesona dan rela mengangkutnya dari Stadion BayArena.&#13;
&#13;
Apa daya, rezim Alonso hanya berumur jagung. Ia dipecat setelah hanya menangani Madrid dalam 28 laga di semua kompetisi dengan 20 kemenangan, 3 imbang, dan 5 kali kalah.&#13;
&#13;
2. Ruang Ganti Tidak Harmonis&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penyebab utama pemecatan Alonso disebut-sebut situasi ruang ganti yang tidak harmonis. Sejumlah pemain Madrid tampak tidak senang dengannya seperti Vinicius Jr dan Federico Valverde.&#13;
&#13;
Bale paham mengapa Alonso dipecat. Ia tidak menampik pria berusia 44 tahun tersebut adalah pelatih fantastis, salah satu yang berbakat di Eropa. Tapi, Madrid tidak membutuhkan sosok sepertinya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Alonso adalah pelatih luar biasa. Dia memenangi gelar bersama Bayer Leverkusen, dia melatih tim itu dengan sangat baik,&amp;rdquo; kata Bale, mengutip dari Football Espana, Kamis (22/1/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi, ketika Anda tiba di Real Madrid, Anda tidak perlu menjadi pelatih, Anda harus menjadi manajer. Anda harus mengatur ego (pemain) di ruang ganti,&amp;rdquo; sambung pria asal Wales tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Anda tidak perlu banyak bicara soal taktik. Di ruang ganti, ada pemain-pemain bintang yang bisa mengubah laga dalam sekejap. Ya, dia adalah pelatih hebat dan juru taktik hebat, tapi di Madrid, itu jelas tidak bekerja dengan baik,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
Perkataan Bale bisa jadi benar. Sebab, skuad Madrid yang dipimpin Alonso merupakan warisan dari Carlo Ancelotti, sosok yang banyak dibilang memiliki kharisma serta pendekatan yang mampu membuat pemain merasa nyaman.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
