<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Timnas Senegal Batal Mogok Main di Final Piala Afrika 2025 karena Seekor Singa</title><description>Timnas Senegal batal mogok main di Final Piala Afrika 2025 karena teriakan seekor singa.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/01/19/51/3196200/timnas-senegal-batal-mogok-main-di-final-piala-afrika-2025-karena-seekor-singa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/01/19/51/3196200/timnas-senegal-batal-mogok-main-di-final-piala-afrika-2025-karena-seekor-singa"/><item><title>Timnas Senegal Batal Mogok Main di Final Piala Afrika 2025 karena Seekor Singa</title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/01/19/51/3196200/timnas-senegal-batal-mogok-main-di-final-piala-afrika-2025-karena-seekor-singa</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/01/19/51/3196200/timnas-senegal-batal-mogok-main-di-final-piala-afrika-2025-karena-seekor-singa</guid><pubDate>Senin 19 Januari 2026 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/19/51/3196200/timnas_senegal_batal_mogok_main_di_final_piala_afrika_2025_karena_teriakan_seekor_singa-rSgc_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Timnas Senegal batal mogok main di Final Piala Afrika 2025 karena teriakan seekor singa (Foto: Instagram/@fsfofficielle)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/19/51/3196200/timnas_senegal_batal_mogok_main_di_final_piala_afrika_2025_karena_teriakan_seekor_singa-rSgc_large.jpg</image><title>Timnas Senegal batal mogok main di Final Piala Afrika 2025 karena teriakan seekor singa (Foto: Instagram/@fsfofficielle)</title></images><description>RABAT &amp;ndash; Timnas Senegal batal mogok main di final Piala Afrika 2025 melawan tuan rumah Timnas Maroko gara-gara seekor &amp;lsquo;singa&amp;rsquo;. Gelar juara pun jatuh ke tangan mereka!&#13;
&#13;
Duel Timnas Senegal vs Timnas Maroko itu berlangsung dramatis di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Rabat, Maroko, Senin (19/1/2026) dini hari WIB. Ketegangan terjadi di menit-menit akhir babak kedua.&#13;
&#13;
1. Mogok Main&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Maroko mendapat hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran tepat di injury time. Para pemain Senegal merasa keberatan dan dicuragi. Apalagi, gol mereka beberapa menit sebelumnya dianulir.&#13;
&#13;
Pelatih Pape Thiaw lantas menyuruh anak asuhnya mogok main dan masuk ke ruang ganti. Sebab, penalti itu berpotensi menjadi gol kemenangan bagi Maroko dalam kedudukan 0-0.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, saat mayoritas pemain Senegal mogok dan berjalan masuk ruang ganti, ada seekor &amp;lsquo;singa&amp;rsquo; yang memilih tetap di lapangan. Sosok tersebut adalah bintang utama mereka yakni Sadio Mane.&#13;
&#13;
Pemain Al Nassr itu berteriak meminta rekan-rekannya untuk kembali masuk lapangan dan melanjutkan pertandingan. Mane menjelma menjadi Singa Teranga &amp;ndash;julukan Timnas Senegal- yang lapar akan kemenangan.&#13;
&#13;
Tidak cukup sampai di sana, Mane berlari masuk ke ruang ganti dan berbicara di depan semua pemain. Ia meminta mereka untuk kembali ke lapangan, melanjutkan pertandingan, dan berjuang sekuat tenaga.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Takdir&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tak butuh waktu lama, pemain-pemain Senegal kembali dari ruang ganti dan memulai pertandingan. Beruntung, penalti Brahim Diaz diamankan kiper Edouard Mendy. Skor akhir 0-0 dan memaksa laga dilanjutkan ke waktu tambahan.&#13;
&#13;
Di babak inilah, takdir memihak kepada Senegal. Pape Gueye mencetak gol tunggal di menit ke-94. Mereka menjadi juara! Gelandang Mamadou Camara mengisahkan seperti apa suasana ruang ganti.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berada di ruang ganti. Dia satu-satunya yang datang sambil berteriak, menyuruh kami keluar dan menyelesaikan pertandingan. Dan pada akhirnya, dia benar,&amp;quot; kata Camara, dikutip dari Associated Press, Senin (19/1/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami keluar. Kami mendengarkannya, karena jika Sadio berbicara, semua orang mendengarkan. Kami mendengarkannya dan pada akhirnya semuanya berjalan baik untuk kami,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
Ini menjadi gelar kedua Timnas Senegal setelah meraihnya pertama kali pada Piala Afrika 2021. Sedangkan, Timnas Maroko harus memperpanjang puasa gelar yang terakhir kali dimenangi pada 1976.&#13;
</description><content:encoded>RABAT &amp;ndash; Timnas Senegal batal mogok main di final Piala Afrika 2025 melawan tuan rumah Timnas Maroko gara-gara seekor &amp;lsquo;singa&amp;rsquo;. Gelar juara pun jatuh ke tangan mereka!&#13;
&#13;
Duel Timnas Senegal vs Timnas Maroko itu berlangsung dramatis di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Rabat, Maroko, Senin (19/1/2026) dini hari WIB. Ketegangan terjadi di menit-menit akhir babak kedua.&#13;
&#13;
1. Mogok Main&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Maroko mendapat hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran tepat di injury time. Para pemain Senegal merasa keberatan dan dicuragi. Apalagi, gol mereka beberapa menit sebelumnya dianulir.&#13;
&#13;
Pelatih Pape Thiaw lantas menyuruh anak asuhnya mogok main dan masuk ke ruang ganti. Sebab, penalti itu berpotensi menjadi gol kemenangan bagi Maroko dalam kedudukan 0-0.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, saat mayoritas pemain Senegal mogok dan berjalan masuk ruang ganti, ada seekor &amp;lsquo;singa&amp;rsquo; yang memilih tetap di lapangan. Sosok tersebut adalah bintang utama mereka yakni Sadio Mane.&#13;
&#13;
Pemain Al Nassr itu berteriak meminta rekan-rekannya untuk kembali masuk lapangan dan melanjutkan pertandingan. Mane menjelma menjadi Singa Teranga &amp;ndash;julukan Timnas Senegal- yang lapar akan kemenangan.&#13;
&#13;
Tidak cukup sampai di sana, Mane berlari masuk ke ruang ganti dan berbicara di depan semua pemain. Ia meminta mereka untuk kembali ke lapangan, melanjutkan pertandingan, dan berjuang sekuat tenaga.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Takdir&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tak butuh waktu lama, pemain-pemain Senegal kembali dari ruang ganti dan memulai pertandingan. Beruntung, penalti Brahim Diaz diamankan kiper Edouard Mendy. Skor akhir 0-0 dan memaksa laga dilanjutkan ke waktu tambahan.&#13;
&#13;
Di babak inilah, takdir memihak kepada Senegal. Pape Gueye mencetak gol tunggal di menit ke-94. Mereka menjadi juara! Gelandang Mamadou Camara mengisahkan seperti apa suasana ruang ganti.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berada di ruang ganti. Dia satu-satunya yang datang sambil berteriak, menyuruh kami keluar dan menyelesaikan pertandingan. Dan pada akhirnya, dia benar,&amp;quot; kata Camara, dikutip dari Associated Press, Senin (19/1/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami keluar. Kami mendengarkannya, karena jika Sadio berbicara, semua orang mendengarkan. Kami mendengarkannya dan pada akhirnya semuanya berjalan baik untuk kami,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
Ini menjadi gelar kedua Timnas Senegal setelah meraihnya pertama kali pada Piala Afrika 2021. Sedangkan, Timnas Maroko harus memperpanjang puasa gelar yang terakhir kali dimenangi pada 1976.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
