<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Shin Tae-yong dan Bima Sakti, Pelatih Terburuk Timnas Indonesia di Piala AFF </title><description>Shin Tae-yong dan Bima Sakti tercatat sebagai pelatih dengan catatan paling buruk saat melatih Timnas indonesia di Piala AFF.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2026/01/19/51/3196124/kisah-shin-tae-yong-dan-bima-sakti-pelatih-terburuk-timnas-indonesia-di-piala-aff</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2026/01/19/51/3196124/kisah-shin-tae-yong-dan-bima-sakti-pelatih-terburuk-timnas-indonesia-di-piala-aff"/><item><title>Kisah Shin Tae-yong dan Bima Sakti, Pelatih Terburuk Timnas Indonesia di Piala AFF </title><link>https://bola.okezone.com/read/2026/01/19/51/3196124/kisah-shin-tae-yong-dan-bima-sakti-pelatih-terburuk-timnas-indonesia-di-piala-aff</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2026/01/19/51/3196124/kisah-shin-tae-yong-dan-bima-sakti-pelatih-terburuk-timnas-indonesia-di-piala-aff</guid><pubDate>Senin 19 Januari 2026 07:43 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/19/51/3196124/shin_tae_yong_bikin_catatan_buruk_di_piala_aff_2024_bersama_timnas_indonesia_shintaeyong7777-8uVF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Shin Tae-yong bikin catatan buruk di Piala AFF 2024 bersama Timnas Indonesia. (Foto: Instagram/@shintaeyong7777)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/19/51/3196124/shin_tae_yong_bikin_catatan_buruk_di_piala_aff_2024_bersama_timnas_indonesia_shintaeyong7777-8uVF_large.jpg</image><title>Shin Tae-yong bikin catatan buruk di Piala AFF 2024 bersama Timnas Indonesia. (Foto: Instagram/@shintaeyong7777)</title></images><description>KISAH Bima Sakti dan Shin Tae-yong, pelatih terburuk Timnas Indonesia di Piala AFF akan diulas Okezone. Semenjak Piala AFF digelar pada 1996, prestasi terbaik Timnas Indonesia adalah menjadi runner-up.&#13;
&#13;
Tak cuma sekali, Timnas Indonesia enam kali menjadi runner-up, tepatnya pada edisi 2000, 2002, 2004, 2010, 2016 dan 2020. Selain finis runner-up, Timnas Indonesia empat kali tersingkir di fase grup Piala AFF, tepatnya pada 2012, 2014, 2018 dan 2024.&#13;
&#13;
&#13;
Timnas Indonesia tersingkir di di Piala AFF 2024 (Foto: PSSI)&#13;
&#13;
&#13;
Dalam empat edisi itu, uniknya Timnas Indonesia selalu mengemas empat poin di fase grup. Namun, kegagalan pada 2018 dan 2024 jadi yang terburuk.&#13;
&#13;
1. Statistik Timnas Indonesia saat Tersingkir di Fase Grup&#13;
&#13;
Di Piala AFF 2012, Timnas Indonesia yang ditangani Nil Maizar finis ketiga Grup B dengan empat angka dan selisih gol -1. Lanjut ke Piala AFF 2014 yang dibesut Alfred Riedl, Timnas Indonesia finis ketiga Grup A dengan empat angka dan selisih gol 0.&#13;
&#13;
Kemudian di Piala AFF 2018, Timnas Indonesia asuhan Bima Sakti finis keempat dengan empat poin dan selisih gol -1. Di Piala AFF 2024 yang ditangani Shin Tae-yong, Timnas Indonesia finis ketiga dengan empat poin dan selisih gol -1.&#13;
&#13;
Dengan catatan, Piala AFF 2012 dan 2014 hanya menggelar tiga pertandingan di fase grup. Sementara itu, Piala AFF 2018 dan 2024 melangsungkan empat pertandingan fase grup.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Bima Sakti dan Shin Tae-yong Gagal Total&#13;
&#13;
Melihat statistik di atas, Bima Sakti dan Shin Tae-yong sejatinya memiliki hasil serupa. Namun, materi pemain kedua tim jauh berbeda.&#13;
&#13;
&#13;
Bima Sakti gagal total saat memimpin Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. (Foto: PSSI)&#13;
&#13;
&#13;
Saat turun di Piala AFF 2018, Bima Sakti menurunkan seluruh pemain terbaik yang dimiliki Timnas Indonesia. Pemain-pemain ternama dibawa seperti Beto Goncalves hingga Stefano Lilipaly.&#13;
&#13;
Sementara di Piala AFF 2024, kegagalan Timnas Indonesia masih dapat dimaklumi. Sebab, Shin Tae-yong saat itu diminta memanggil pemain-pemain U-23 yang bersiap tampil di SEA Games 2025.&#13;
&#13;
Jika dirata-rata, skuad pemain Timnas Indonesia saat itu adalah 20,3 tahun. Tak lama setelah kegagalan meloloskan Timnas Indonesia ke semifinal Piala AFF 2024, PSSI memecat Shin Tae-yong.&#13;
&#13;
Ketika diizinkan memanggil pemain-pemain terbaik, Shin Tae-yong juga gagal membawa Timnas Indonesia juara Piala AFF. Ia pernah membawa Timnas Indonesia lolos final Piala AFF 2020 dan semifinal Piala AFF 2022.&#13;
</description><content:encoded>KISAH Bima Sakti dan Shin Tae-yong, pelatih terburuk Timnas Indonesia di Piala AFF akan diulas Okezone. Semenjak Piala AFF digelar pada 1996, prestasi terbaik Timnas Indonesia adalah menjadi runner-up.&#13;
&#13;
Tak cuma sekali, Timnas Indonesia enam kali menjadi runner-up, tepatnya pada edisi 2000, 2002, 2004, 2010, 2016 dan 2020. Selain finis runner-up, Timnas Indonesia empat kali tersingkir di fase grup Piala AFF, tepatnya pada 2012, 2014, 2018 dan 2024.&#13;
&#13;
&#13;
Timnas Indonesia tersingkir di di Piala AFF 2024 (Foto: PSSI)&#13;
&#13;
&#13;
Dalam empat edisi itu, uniknya Timnas Indonesia selalu mengemas empat poin di fase grup. Namun, kegagalan pada 2018 dan 2024 jadi yang terburuk.&#13;
&#13;
1. Statistik Timnas Indonesia saat Tersingkir di Fase Grup&#13;
&#13;
Di Piala AFF 2012, Timnas Indonesia yang ditangani Nil Maizar finis ketiga Grup B dengan empat angka dan selisih gol -1. Lanjut ke Piala AFF 2014 yang dibesut Alfred Riedl, Timnas Indonesia finis ketiga Grup A dengan empat angka dan selisih gol 0.&#13;
&#13;
Kemudian di Piala AFF 2018, Timnas Indonesia asuhan Bima Sakti finis keempat dengan empat poin dan selisih gol -1. Di Piala AFF 2024 yang ditangani Shin Tae-yong, Timnas Indonesia finis ketiga dengan empat poin dan selisih gol -1.&#13;
&#13;
Dengan catatan, Piala AFF 2012 dan 2014 hanya menggelar tiga pertandingan di fase grup. Sementara itu, Piala AFF 2018 dan 2024 melangsungkan empat pertandingan fase grup.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Bima Sakti dan Shin Tae-yong Gagal Total&#13;
&#13;
Melihat statistik di atas, Bima Sakti dan Shin Tae-yong sejatinya memiliki hasil serupa. Namun, materi pemain kedua tim jauh berbeda.&#13;
&#13;
&#13;
Bima Sakti gagal total saat memimpin Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. (Foto: PSSI)&#13;
&#13;
&#13;
Saat turun di Piala AFF 2018, Bima Sakti menurunkan seluruh pemain terbaik yang dimiliki Timnas Indonesia. Pemain-pemain ternama dibawa seperti Beto Goncalves hingga Stefano Lilipaly.&#13;
&#13;
Sementara di Piala AFF 2024, kegagalan Timnas Indonesia masih dapat dimaklumi. Sebab, Shin Tae-yong saat itu diminta memanggil pemain-pemain U-23 yang bersiap tampil di SEA Games 2025.&#13;
&#13;
Jika dirata-rata, skuad pemain Timnas Indonesia saat itu adalah 20,3 tahun. Tak lama setelah kegagalan meloloskan Timnas Indonesia ke semifinal Piala AFF 2024, PSSI memecat Shin Tae-yong.&#13;
&#13;
Ketika diizinkan memanggil pemain-pemain terbaik, Shin Tae-yong juga gagal membawa Timnas Indonesia juara Piala AFF. Ia pernah membawa Timnas Indonesia lolos final Piala AFF 2020 dan semifinal Piala AFF 2022.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
