<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Peter Withe, Mantan Pelatih Timnas Indonesia yang Jadi Pahlawan Aston Villa di Final Liga Champions</title><description>Simak kisah Peter Withe, mantan pelatih Timnas Indonesia yang jadi pahlawan Aston Villa di final Liga Champions.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2025/12/28/51/3192268/kisah-peter-withe-mantan-pelatih-timnas-indonesia-yang-jadi-pahlawan-aston-villa-di-final-liga-champions</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2025/12/28/51/3192268/kisah-peter-withe-mantan-pelatih-timnas-indonesia-yang-jadi-pahlawan-aston-villa-di-final-liga-champions"/><item><title>Kisah Peter Withe, Mantan Pelatih Timnas Indonesia yang Jadi Pahlawan Aston Villa di Final Liga Champions</title><link>https://bola.okezone.com/read/2025/12/28/51/3192268/kisah-peter-withe-mantan-pelatih-timnas-indonesia-yang-jadi-pahlawan-aston-villa-di-final-liga-champions</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2025/12/28/51/3192268/kisah-peter-withe-mantan-pelatih-timnas-indonesia-yang-jadi-pahlawan-aston-villa-di-final-liga-champions</guid><pubDate>Minggu 28 Desember 2025 14:42 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/28/51/3192268/simak_kisah_peter_withe-52TN_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Simak kisah Peter Withe, mantan pelatih Timnas Indonesia yang jadi pahlawan Aston Villa di final Liga Champions (Foto: Facebook/Peter Withe)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/28/51/3192268/simak_kisah_peter_withe-52TN_large.jpg</image><title>Simak kisah Peter Withe, mantan pelatih Timnas Indonesia yang jadi pahlawan Aston Villa di final Liga Champions (Foto: Facebook/Peter Withe)</title></images><description>KISAH Peter Withe menarik untuk diulas. Sebab, mantan pelatih Timnas Indonesia ini ternyata merupakan pahlawan Aston Villa di Final Liga Champions.&#13;
&#13;
Nama Peter Withe cukup familiar di telinga penggemar sepakbola Indonesia terutama yang tumbuh di era 2000-an. Sebab, pria asal Inggris itu pernah menangani Timnas Indonesia pada 2004-2007.&#13;
&#13;
1. Bawa Thailand Juara&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Withe direkrut PSSI setelah sukses mengasuh Timnas Thailand pada 1998-2003. Dalam kurun waktu itu, ia mempersembahkan dua gelar juara Piala AFF (2000, 2002) dan medali emas SEA Games 1999.&#13;
&#13;
Kesuksesan Withe membuat PSSI kepincut untuk merekrutnya pada 2004. Baru beberapa kali melatih, pria yang kini berusia 74 tahun itu terkaget-kaget mendapati fakta buruknya teknik dasar pemain Timnas Indonesia.&#13;
&#13;
2. Pahlawan di Final Liga Champions&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kekagetan itu didasari fakta Withe merupakan mantan pesepakbola profesional dengan curriculum vitae (CV) cukup mentereng. Namanya cukup melegenda buat Aston Villa.&#13;
&#13;
Betapa tidak, Withe adalah pahlawan The Villans di final Liga Champions 1981-1982 saat menghadapi Bayern Munich. Ia mencetak satu-satunya gol kemenangan Aston Villa di partai puncak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Konon, Withe selalu membawa rekaman video tentang golnya itu ke mana pun pergi, termasuk saat menangani Timnas Indonesia. Walau sempat mengeluh, ia tetap bersikap profesional.&#13;
&#13;
Di tangan Withe, Timnas Indonesia sempat jadi runner up Piala AFF 2004. Pria kelahiran Liverpool itu pula yang menemukan bakat besar seorang Boaz Solossa yang tampil cemerlang di PON.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, rezim Withe berakhir pahit dan bisa dibilang bikin aib. Ia dipecat pada Januari 2007 setelah Timnas Indonesia gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2007.&#13;
&#13;
Itu adalah kali pertama Tim Merah Putih kandas di penyisihan grup Piala AFF. Withe kemudian diganti oleh Ivan Kolev yang ditunjuk untuk Piala Asia 2007.&#13;
</description><content:encoded>KISAH Peter Withe menarik untuk diulas. Sebab, mantan pelatih Timnas Indonesia ini ternyata merupakan pahlawan Aston Villa di Final Liga Champions.&#13;
&#13;
Nama Peter Withe cukup familiar di telinga penggemar sepakbola Indonesia terutama yang tumbuh di era 2000-an. Sebab, pria asal Inggris itu pernah menangani Timnas Indonesia pada 2004-2007.&#13;
&#13;
1. Bawa Thailand Juara&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Withe direkrut PSSI setelah sukses mengasuh Timnas Thailand pada 1998-2003. Dalam kurun waktu itu, ia mempersembahkan dua gelar juara Piala AFF (2000, 2002) dan medali emas SEA Games 1999.&#13;
&#13;
Kesuksesan Withe membuat PSSI kepincut untuk merekrutnya pada 2004. Baru beberapa kali melatih, pria yang kini berusia 74 tahun itu terkaget-kaget mendapati fakta buruknya teknik dasar pemain Timnas Indonesia.&#13;
&#13;
2. Pahlawan di Final Liga Champions&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kekagetan itu didasari fakta Withe merupakan mantan pesepakbola profesional dengan curriculum vitae (CV) cukup mentereng. Namanya cukup melegenda buat Aston Villa.&#13;
&#13;
Betapa tidak, Withe adalah pahlawan The Villans di final Liga Champions 1981-1982 saat menghadapi Bayern Munich. Ia mencetak satu-satunya gol kemenangan Aston Villa di partai puncak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Konon, Withe selalu membawa rekaman video tentang golnya itu ke mana pun pergi, termasuk saat menangani Timnas Indonesia. Walau sempat mengeluh, ia tetap bersikap profesional.&#13;
&#13;
Di tangan Withe, Timnas Indonesia sempat jadi runner up Piala AFF 2004. Pria kelahiran Liverpool itu pula yang menemukan bakat besar seorang Boaz Solossa yang tampil cemerlang di PON.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, rezim Withe berakhir pahit dan bisa dibilang bikin aib. Ia dipecat pada Januari 2007 setelah Timnas Indonesia gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2007.&#13;
&#13;
Itu adalah kali pertama Tim Merah Putih kandas di penyisihan grup Piala AFF. Withe kemudian diganti oleh Ivan Kolev yang ditunjuk untuk Piala Asia 2007.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
