<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Timnas Indonesia U-22 Pertahankan Emas SEA Games 2025: Indra Sjafri Minta Maaf, Zainudin Amali Singgung TC</title><description>Kegagalan Timnas Indonesia U-22 meraih medali emas di SEA Games 2025 menimbulkan pertanyaan terutama soal target.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2025/12/15/51/3190101/timnas-indonesia-u-22-pertahankan-emas-sea-games-2025-indra-sjafri-minta-maaf-zainudin-amali-singgung-tc</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2025/12/15/51/3190101/timnas-indonesia-u-22-pertahankan-emas-sea-games-2025-indra-sjafri-minta-maaf-zainudin-amali-singgung-tc"/><item><title>Timnas Indonesia U-22 Pertahankan Emas SEA Games 2025: Indra Sjafri Minta Maaf, Zainudin Amali Singgung TC</title><link>https://bola.okezone.com/read/2025/12/15/51/3190101/timnas-indonesia-u-22-pertahankan-emas-sea-games-2025-indra-sjafri-minta-maaf-zainudin-amali-singgung-tc</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2025/12/15/51/3190101/timnas-indonesia-u-22-pertahankan-emas-sea-games-2025-indra-sjafri-minta-maaf-zainudin-amali-singgung-tc</guid><pubDate>Senin 15 Desember 2025 23:06 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/15/51/3190101/kegagalan_timnas_indonesia_u_22_meraih_medali_emas_di_sea_games_2025_menimbulkan_pertanyaan_terutama_soal_target-DeuY_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kegagalan Timnas Indonesia U-22 pertahankan emas di SEA Games 2025 menimbulkan pertanyaan terutama soal target (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/15/51/3190101/kegagalan_timnas_indonesia_u_22_meraih_medali_emas_di_sea_games_2025_menimbulkan_pertanyaan_terutama_soal_target-DeuY_large.jpg</image><title>Kegagalan Timnas Indonesia U-22 pertahankan emas di SEA Games 2025 menimbulkan pertanyaan terutama soal target (Foto: PSSI)</title></images><description>KEGAGALAN Timnas Indonesia U-22 mempertahankan&amp;nbsp;medali emas di SEA Games 2025 disikapi berbeda oleh dua tokoh. Pelatih Indra Sjafri meminta maaf sementara Wakil Ketua Umum I PSSI, Zainudin Amali, menyoroti minimnya waktu pemusatan latihan (TC).&#13;
&#13;
Timnas Indonesia U-22 gagal melaju ke semifinal SEA Games 2025. Garuda Muda tersingkir di fase grup usai kalah saing dengan Timnas Malaysia U-22 dalam perebutan satu slot runner up terbaik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Padahal, di laga terakhir, Timnas Indonesia U-22 menang 3-1 atas Timnas Myanmar U-22 di Stadion 700th Anniversary, Chiangmai, Thailand, Jumat 12 Desember 2025. Ivar Jenner dan kawan-kawan kalah dalam hal produktivitas gol meski sama-sama punya selisih gol +1.&#13;
&#13;
1. Minta Maaf&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Usai laga, Indra meminta maaf secara terbuka. Ia mengaku bertanggung jawab dari sisi teknis terkait kegagalan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya minta maaf dan siap bertanggung jawab,&amp;rdquo; kata Indra selepas pertandingan tersebut.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Zainudin Amali menyampaikan serangkaian alasan. Ia menyebut waktu pemusatan latihan (TC) yang singkat, berbeda dengan SEA Games 2023 yang disebut mencapai hampir tiga tahun, sebagai faktor penting kegagalan.&#13;
&#13;
Zainudin, yang ditunjuk sebagai penanggung jawab Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025, juga mengklarifikasi soal perbedaan target medali. Ia menyebut target mempertahankan emas tersebut diucapkan karena mengikuti keyakinan pelatih.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Target itu karena pelatih yakin emas,&amp;rdquo; ujar Amali.&#13;
&#13;
2. Kritik&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pernyataan itu justru memantik kritik. Bila target ditetapkan hanya dengan mengikuti optimisme pelatih, tanpa tinjauan soal kesiapan tim maka target tersebut tanpa dasar perencanaan yang matang.&#13;
&#13;
Publik jadi bertanya-tanya. Sebetulnya, di mana peran penanggung jawab dalam menguji dan mengoreksi target sebelum diumumkan ke masyarakat pada pencinta sepakbola?&#13;
&#13;
Yang pasti, Timnas Indonesia U-22 kini gagal total mewujudkan target meraih perak yang dibebankan oleh Kemenpora RI. Jangankan medali, lolos dari fase grup saja tidak.&#13;
</description><content:encoded>KEGAGALAN Timnas Indonesia U-22 mempertahankan&amp;nbsp;medali emas di SEA Games 2025 disikapi berbeda oleh dua tokoh. Pelatih Indra Sjafri meminta maaf sementara Wakil Ketua Umum I PSSI, Zainudin Amali, menyoroti minimnya waktu pemusatan latihan (TC).&#13;
&#13;
Timnas Indonesia U-22 gagal melaju ke semifinal SEA Games 2025. Garuda Muda tersingkir di fase grup usai kalah saing dengan Timnas Malaysia U-22 dalam perebutan satu slot runner up terbaik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Padahal, di laga terakhir, Timnas Indonesia U-22 menang 3-1 atas Timnas Myanmar U-22 di Stadion 700th Anniversary, Chiangmai, Thailand, Jumat 12 Desember 2025. Ivar Jenner dan kawan-kawan kalah dalam hal produktivitas gol meski sama-sama punya selisih gol +1.&#13;
&#13;
1. Minta Maaf&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Usai laga, Indra meminta maaf secara terbuka. Ia mengaku bertanggung jawab dari sisi teknis terkait kegagalan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya minta maaf dan siap bertanggung jawab,&amp;rdquo; kata Indra selepas pertandingan tersebut.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Zainudin Amali menyampaikan serangkaian alasan. Ia menyebut waktu pemusatan latihan (TC) yang singkat, berbeda dengan SEA Games 2023 yang disebut mencapai hampir tiga tahun, sebagai faktor penting kegagalan.&#13;
&#13;
Zainudin, yang ditunjuk sebagai penanggung jawab Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025, juga mengklarifikasi soal perbedaan target medali. Ia menyebut target mempertahankan emas tersebut diucapkan karena mengikuti keyakinan pelatih.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Target itu karena pelatih yakin emas,&amp;rdquo; ujar Amali.&#13;
&#13;
2. Kritik&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pernyataan itu justru memantik kritik. Bila target ditetapkan hanya dengan mengikuti optimisme pelatih, tanpa tinjauan soal kesiapan tim maka target tersebut tanpa dasar perencanaan yang matang.&#13;
&#13;
Publik jadi bertanya-tanya. Sebetulnya, di mana peran penanggung jawab dalam menguji dan mengoreksi target sebelum diumumkan ke masyarakat pada pencinta sepakbola?&#13;
&#13;
Yang pasti, Timnas Indonesia U-22 kini gagal total mewujudkan target meraih perak yang dibebankan oleh Kemenpora RI. Jangankan medali, lolos dari fase grup saja tidak.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
