<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Timnas Indonesia U-22 Gagal di SEA Games 2025, Indra Sjafri Siap Dievaluasi</title><description>Indra Sjafri siap dievaluasi sebagai pelatih Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2025/12/14/51/3189748/timnas-indonesia-u-22-gagal-di-sea-games-2025-indra-sjafri-siap-dievaluasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2025/12/14/51/3189748/timnas-indonesia-u-22-gagal-di-sea-games-2025-indra-sjafri-siap-dievaluasi"/><item><title>Timnas Indonesia U-22 Gagal di SEA Games 2025, Indra Sjafri Siap Dievaluasi</title><link>https://bola.okezone.com/read/2025/12/14/51/3189748/timnas-indonesia-u-22-gagal-di-sea-games-2025-indra-sjafri-siap-dievaluasi</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2025/12/14/51/3189748/timnas-indonesia-u-22-gagal-di-sea-games-2025-indra-sjafri-siap-dievaluasi</guid><pubDate>Minggu 14 Desember 2025 08:13 WIB</pubDate><dc:creator>Andika Rachmansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/14/51/3189748/indra_sjafri_siap_dievaluasi_sebagai_pelatih_timnas_indonesia_u_22_di_sea_games_2025-b9g7_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indra Sjafri siap dievaluasi sebagai pelatih Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025 (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/14/51/3189748/indra_sjafri_siap_dievaluasi_sebagai_pelatih_timnas_indonesia_u_22_di_sea_games_2025-b9g7_large.jpg</image><title>Indra Sjafri siap dievaluasi sebagai pelatih Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025 (Foto: PSSI)</title></images><description>TANGERANG &amp;ndash; Indra Sjafri siap dievaluasi sebagai pelatih Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025. Menurutnya, itu adalah hal yang biasa dilakukan oleh federasi dalam hal ini PSSI.&#13;
&#13;
Langkah Timnas Indonesia U-22 terhenti di fase grup dengan hanya mengoleksi 3 poin dari dua pertandingan. Garuda Muda gagal lolos ke babak semifinal setelah kalah dari Timnas Malaysia U-22 dalam persaingan&amp;nbsp;runner-up&amp;nbsp;terbaik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Padahal, Harimau Malaya juga sama mengemas tiga poin. Akan tetapi, mereka unggul produktivitas gol atas Timnas Indonesia U-22. Karena itu, Merah Putih harus gigit jari dan pulang ke Tanah Air dengan tangan hampa.&#13;
&#13;
1. Evaluasi&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kegagalan ini membuat heboh dan pencinta sepakbola Indonesia kecewa. Pasalnya Timnas Indonesia U-22 berstatus sebagai juara bertahan, tetapi justru harus kandas di fase grup. Tak sedikit juga yang menuntut Indra untuk dievaluasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Terkait itu, Indra mengatakan PSSI tentu akan melakukan evaluasi terhadap kinerjanya. Tapi, juru taktik asal Sumatra Barat itu tidak mengetahui kapan rapat evaluasi tersebut akan dilakukan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau rapat, tanya ke pengurus PSSI. Pasti (ada evaluasi), mau menang, mau kalah, kami di PSSI itu pasti selalu ada evaluasi,&amp;rdquo; kata Indra kepada wartawan termasuk Okezone di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dikutip Minggu (14/12/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Lumrah&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Yang pasti, Indra siap dievaluasi karena merupakan hal yang lumrah dalam sepakbola. Selain itu, langkah tersebut juga merupakan bagian dalam membangun sepakbola Indonesia lebih baik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada hal yang aneh, kata-kata evaluasi. Justru itulah, untuk tahap selanjutnya lebih baik, perlu ada evaluasi mana salahnya,&amp;rdquo; tegas Indra.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Timnas Indonesia U-22 mengukir kembali catatan minor seperti pada SEA Games edisi 2009. Kegagalan ini juga sekaligus memutus rekor impresif Indonesia yang berlangsung selama 14 tahun dengan selalu lolos ke semifinal.&#13;
&#13;
Lalu, kegagalan ini menjadi sebuah kemunduran bagi Timnas Indonesia U-22, mengingat mereka berstatus sebagai juara bertahan. Mereka gagal memenuhi target yang diberikan pemerintah melalui Kemenpora, yakni medali perak.&#13;
</description><content:encoded>TANGERANG &amp;ndash; Indra Sjafri siap dievaluasi sebagai pelatih Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025. Menurutnya, itu adalah hal yang biasa dilakukan oleh federasi dalam hal ini PSSI.&#13;
&#13;
Langkah Timnas Indonesia U-22 terhenti di fase grup dengan hanya mengoleksi 3 poin dari dua pertandingan. Garuda Muda gagal lolos ke babak semifinal setelah kalah dari Timnas Malaysia U-22 dalam persaingan&amp;nbsp;runner-up&amp;nbsp;terbaik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Padahal, Harimau Malaya juga sama mengemas tiga poin. Akan tetapi, mereka unggul produktivitas gol atas Timnas Indonesia U-22. Karena itu, Merah Putih harus gigit jari dan pulang ke Tanah Air dengan tangan hampa.&#13;
&#13;
1. Evaluasi&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kegagalan ini membuat heboh dan pencinta sepakbola Indonesia kecewa. Pasalnya Timnas Indonesia U-22 berstatus sebagai juara bertahan, tetapi justru harus kandas di fase grup. Tak sedikit juga yang menuntut Indra untuk dievaluasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Terkait itu, Indra mengatakan PSSI tentu akan melakukan evaluasi terhadap kinerjanya. Tapi, juru taktik asal Sumatra Barat itu tidak mengetahui kapan rapat evaluasi tersebut akan dilakukan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau rapat, tanya ke pengurus PSSI. Pasti (ada evaluasi), mau menang, mau kalah, kami di PSSI itu pasti selalu ada evaluasi,&amp;rdquo; kata Indra kepada wartawan termasuk Okezone di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dikutip Minggu (14/12/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Lumrah&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Yang pasti, Indra siap dievaluasi karena merupakan hal yang lumrah dalam sepakbola. Selain itu, langkah tersebut juga merupakan bagian dalam membangun sepakbola Indonesia lebih baik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada hal yang aneh, kata-kata evaluasi. Justru itulah, untuk tahap selanjutnya lebih baik, perlu ada evaluasi mana salahnya,&amp;rdquo; tegas Indra.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Timnas Indonesia U-22 mengukir kembali catatan minor seperti pada SEA Games edisi 2009. Kegagalan ini juga sekaligus memutus rekor impresif Indonesia yang berlangsung selama 14 tahun dengan selalu lolos ke semifinal.&#13;
&#13;
Lalu, kegagalan ini menjadi sebuah kemunduran bagi Timnas Indonesia U-22, mengingat mereka berstatus sebagai juara bertahan. Mereka gagal memenuhi target yang diberikan pemerintah melalui Kemenpora, yakni medali perak.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
