<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Timnas Indonesia U-22 Gagal Lolos Semifinal SEA Games 2025 meski Menang 3-1 Atas Myanmar, Pengamat: Ironis!</title><description>Pengamat menilai kegagalan Timnas Indonesia U-22 lolos semifinal SEA Games 2025 sungguh ironis.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2025/12/13/51/3189571/timnas-indonesia-u-22-gagal-lolos-semifinal-sea-games-2025-meski-menang-3-1-atas-myanmar-pengamat-ironis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2025/12/13/51/3189571/timnas-indonesia-u-22-gagal-lolos-semifinal-sea-games-2025-meski-menang-3-1-atas-myanmar-pengamat-ironis"/><item><title>Timnas Indonesia U-22 Gagal Lolos Semifinal SEA Games 2025 meski Menang 3-1 Atas Myanmar, Pengamat: Ironis!</title><link>https://bola.okezone.com/read/2025/12/13/51/3189571/timnas-indonesia-u-22-gagal-lolos-semifinal-sea-games-2025-meski-menang-3-1-atas-myanmar-pengamat-ironis</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2025/12/13/51/3189571/timnas-indonesia-u-22-gagal-lolos-semifinal-sea-games-2025-meski-menang-3-1-atas-myanmar-pengamat-ironis</guid><pubDate>Sabtu 13 Desember 2025 05:19 WIB</pubDate><dc:creator>Andika Rachmansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/13/51/3189571/pengamat_menilai_kegagalan_timnas_indonesia_u_22_lolos_semifinal_sea_games_2025_sungguh_ironis-8dC5_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengamat menilai kegagalan Timnas Indonesia U-22 lolos semifinal SEA Games 2025 sungguh ironis (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/13/51/3189571/pengamat_menilai_kegagalan_timnas_indonesia_u_22_lolos_semifinal_sea_games_2025_sungguh_ironis-8dC5_large.jpg</image><title>Pengamat menilai kegagalan Timnas Indonesia U-22 lolos semifinal SEA Games 2025 sungguh ironis (Foto: PSSI)</title></images><description>PENGAMAT sepakbola, Kesit Budi Handoyo, berkomentar soal kegagalan Timnas Indonesia U-22 lolos semifinal SEA Games 2025 meski menang 3-1 atas Timnas Myanmar U-22. Menurutnya, itu sungguh ironis.&#13;
&#13;
Timnas Indonesia U-22 meraih kemenangan atas Myanmar dengan skor 3-1 pada laga terakhir Grup C SEA Games 2025 di Stadion 700th Anniversary, Chiangmai, Thailand, Jumat 12 Desember malam WIB. Sayangnya kemenangan itu tetap gagal membawa Garuda Muda ke babak semifinal via runner-up terbaik.&#13;
&#13;
1. Sangat Disesalkan&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebab, tim polesan Indra Sjafri itu kalah produktivitas gol dari Timnas Malaysia U-22 meski sama-sama mengemas 3 poin. Kesit cukup menyesali kegagalan Timnas Indonesia U-22.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sangat disesalkan Timnas Indonesia U-22 gagal ke semifinal. Kegagalan ini menurut saya karena kesalahan kita sendiri,&amp;rdquo; kata Kesit kepada Okezone, dikutip Sabtu (13/12/2025). &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita tidak bisa memenangkan pertandingan melawan Filipina kemudian melawan Myanmar walaupun menang tapi tidak tercapai, itu sangat ironis. Kita harus rela membayar kegagalan itu,&amp;rdquo; terangnya.&#13;
&#13;
2. Tidak Siap&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Kesit menilai permainan Timnas Indonesia U-22 masih tetap kurang meskipun berhasil mengalahkan Myanmar. Menurutnya, Jens Raven dan kawan-kawan tidak seperti tim yang siap mengarungi SEA Games 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menurut saya, lagi-lagi Timnas Indonesia U-22 mainnya masih kurang meyakinkan menghadapi Filipina dan Myanmar yang secara kualitas kita masih lebih baik dari mereka,&amp;rdquo; ujar Kesit.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi ternyata permainan kita tidak memperlihatkan permainan yang betul-betul siap tampil di SEA Games. Jadi ya sangat disesalkan dan Indonesia harus menerima kenyataan pahit itu,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
3. Lembaran Buruk&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kegagalan ini sekaligus membuka kembali lembaran buruk pada SEA Games Laos 2009. Itu adalah kali terakhir Timnas Indonesia U-22 atau U-23 gagal lolos dari fase grup di cabang olahraga (cabor) sepakbola.&#13;
&#13;
Kemudian, kegagalan ini juga sekaligus memutus rekor impresif Indonesia yang berlangsung selama 14 tahun. Pasalnya, sejak edisi 2011, Timnas Indonesia U-22 minimal selalu berhasil lolos ke babak semifinal SEA Games.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>PENGAMAT sepakbola, Kesit Budi Handoyo, berkomentar soal kegagalan Timnas Indonesia U-22 lolos semifinal SEA Games 2025 meski menang 3-1 atas Timnas Myanmar U-22. Menurutnya, itu sungguh ironis.&#13;
&#13;
Timnas Indonesia U-22 meraih kemenangan atas Myanmar dengan skor 3-1 pada laga terakhir Grup C SEA Games 2025 di Stadion 700th Anniversary, Chiangmai, Thailand, Jumat 12 Desember malam WIB. Sayangnya kemenangan itu tetap gagal membawa Garuda Muda ke babak semifinal via runner-up terbaik.&#13;
&#13;
1. Sangat Disesalkan&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebab, tim polesan Indra Sjafri itu kalah produktivitas gol dari Timnas Malaysia U-22 meski sama-sama mengemas 3 poin. Kesit cukup menyesali kegagalan Timnas Indonesia U-22.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sangat disesalkan Timnas Indonesia U-22 gagal ke semifinal. Kegagalan ini menurut saya karena kesalahan kita sendiri,&amp;rdquo; kata Kesit kepada Okezone, dikutip Sabtu (13/12/2025). &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita tidak bisa memenangkan pertandingan melawan Filipina kemudian melawan Myanmar walaupun menang tapi tidak tercapai, itu sangat ironis. Kita harus rela membayar kegagalan itu,&amp;rdquo; terangnya.&#13;
&#13;
2. Tidak Siap&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Kesit menilai permainan Timnas Indonesia U-22 masih tetap kurang meskipun berhasil mengalahkan Myanmar. Menurutnya, Jens Raven dan kawan-kawan tidak seperti tim yang siap mengarungi SEA Games 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menurut saya, lagi-lagi Timnas Indonesia U-22 mainnya masih kurang meyakinkan menghadapi Filipina dan Myanmar yang secara kualitas kita masih lebih baik dari mereka,&amp;rdquo; ujar Kesit.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi ternyata permainan kita tidak memperlihatkan permainan yang betul-betul siap tampil di SEA Games. Jadi ya sangat disesalkan dan Indonesia harus menerima kenyataan pahit itu,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
3. Lembaran Buruk&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kegagalan ini sekaligus membuka kembali lembaran buruk pada SEA Games Laos 2009. Itu adalah kali terakhir Timnas Indonesia U-22 atau U-23 gagal lolos dari fase grup di cabang olahraga (cabor) sepakbola.&#13;
&#13;
Kemudian, kegagalan ini juga sekaligus memutus rekor impresif Indonesia yang berlangsung selama 14 tahun. Pasalnya, sejak edisi 2011, Timnas Indonesia U-22 minimal selalu berhasil lolos ke babak semifinal SEA Games.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
